Hidayatullah.com– Sepasang suami-istri, Pak Endang dan Ibu Khatim, kehilangan rumah setelah disapu tsunami pada Sabtu (22/12/2018) malam pekan kemarin.
Namun keduanya bersyukur karena kedua anak mereka, Indah dan Erna, juga selamat dari bencana itu.
“Saya kehilangan rumah saya. Saya juga kehilangan harta benda saya. Tapi saya enggak kehilangan orang tersayang saya. Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali karena allah menyelamatkan keluarga saya, istri saya, kedua anak saya, dan semua keluarga besar saya,” tutur Endang saat ditemui hidayatullah.com di posko BMH di Desa Sumurjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dekat rumah korban, Kamis (27/12/2018).
“Rumah saya belum saya tinggalin, rencana barang-barang akan saya bawa hari Selasa.
Saya bekerja sebagai nelayan. Istri saya ibu rumah tangga biasa,” ungkapnya.
Ia menceritakan, Sabtu malam itu ia sedang di rumah. Tiba-tiba kondisi di sekitarnya jadi ramai. Orang-orang pada berlarian.
“Kata tetangga, ada tsunami. Saya enggak pikir lama, langsung lari bawa kedua anak saya. Saya gendong anak yang kecil, sampai atas bukit anak saya jatuh syukurnya enggak apa-apa,” jelas Khatim.
Baca: Sekeluarga Selamat dari Tsunami setelah Batalkan Nonton Band
“Besoknya bapaknya cek lagi, ternyata rumahnya sudah rata. Untung rumahnya belum ada isinya. Jadi belum ada apa-apanya,” tambahnya.
“Semua pasti ada hikmahnya, Mas,” tambah sang suami.
“Saya yakin Allah pasti ganti dengan yang lebih baik,” ujarnya mantap.* Azim Arrasyid