Hidayatullah.com– Dalam debat calon wakil presiden Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/03/2019) malam ini, cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, menyempatkan diri menyampaikan belasungkawa atas sejumlah tragedi dan peristiwa duka yang terjadi baru-baru ini, baik skala nasional maupun internasional.
Sandi menyampaikan belasungkawa atas korban aksi terorisme di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru yang terjadi pada Jumat (15/03/2019) siang waktu setempat.
“Sebelum kami memberikan pemicu untuk debat, izinkan saya mengucapkan belasungkawa kepada warga negara Indonesia dan seluruh warga yang terkena serangan teroris di Christchurch,” ujar Sandi dalam salah satu kesempatannya sebelum bertanya kepada cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin, saat debat langsung antar cawapres sesi terakhir.
Baca: [Update] 50 Orang Meninggal Korban Teror di Masjid Selandia Baru
Sandi juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir bandang yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/03/2019) malam.
Selain itu, cawapres pasangan capres Prabowo Subianto tersebut juga menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi magnitudo 5,4 yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (17/03/2019).
“Kami juga baru saja mendapat kabar ada banjir di Papua dan juga gempa di NTB. Mari kita sama-sama beristighfar dan berdoa, agar rekan-rekan kita saudara-saudara se-Tanah Air bisa menghadapi bencana ini dan semuanya insya Allah bisa selamat, pulih sediakala,” ujar Sandi lantas kemudian mengajukan pertanyaan kepada Ma’ruf mengenai pengangguran di usia muda.
Baca: Banjir Papua, 63 Orang Meninggal, Korban terus bertambah
Debat Pilpres jilid 3, Ahad malam, hanya menampilkan dua cawapres, Sandiaga dan Ma’ruf. Tema debat kali ini adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.
Sebagaimana diketahui, aksi terorisme berupa penembakan brutal terhadap jamaah shalat Jumat di dua masjid di Selandia Baru menelan korban jiwa 60 orang, ungkap Kepolisian Selandia Baru, diberitakan pada Ahad (17/03/2019).
Sementara banjir bandang dan tanah longsor melanda Distrik Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/03/2019) malam menelan puluhan korban jiwa, data hingga Ahad sore, sebanyak 63 orang meninggal dunia. Data terbaru, Ahad malam, setidaknya sudah 73 jiwa jadi korban.
Baca: Gempa 5,4 SR di Lombok, 2 Meninggal, 40 Wisatawan Jadi Korban
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 — selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,4 SR– yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), menelan cukup banyak korban, Ahad (17/03/2019).
Gempa terjadi pada Ahad sore pukul 15.07 WITA. Menurut laporan sementara Humaspro Setda KLU, gempa bumi menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 40 wisatawan terdampak.
Gempa tersebut menyebabkan terjadinya longsor di Kawasan Air Terjun Tiu Kelep Senaru Bayan, Kabupaten Lombok Utara.*