Hidayatullah.com– Survei yang digelar Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menyusahkan.
Dari jajak pendapat itu, 74 persen responden mengaku kewalahan mengisi lima kertas suara.
“Para pemilih dipusingkan dengan hal-hal teknis karena surat suara yang harus dicoblos terlampau banyak,” ungkap Peneliti P2P LIPI, Wawan Ichwanudin di Jakarta, Rabu kutip INI-Net, Kamis (29/08/2019).
Responden yang dilibatkan dalam survei ini berjumlah 1.500 orang. Mereka terdiri atas akademisi, politisi parpol, jurnalis senior, pengurus asosiasi penguasaha, tokoh agama, budayawan.
Wawan mengatakan, responden ingin adanya evaluasi mendalam yang mengarah pada pengubahan skema pemilu serentak. Sebanyak 82 persen responden mengamini hal itu.
Sedangkan sebanyak 46,9 persen responden meminta ada pemisahan pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres).
“Hasil lainnya menyebut sebanyak 96 persen setuju pada penyelenggaraan pemilu perhatian peserta pemilu dan pemilih banyak ditujukan pada kontestasi pilpres dibandingkan Pileg,” ujarnya.
Survei LIPI tersebut, kata Wawanca, bisa menjadi pandangan publik soal pemilu 2019.
Ia menilai hal ini penting menjadi perhatian bagi evaluasi pemilihan umum ke depannya.
Adapun margin of error penelitian dalam penelitian yang berlangsung pada 27 April hingga 5 Mei 2019 ini sebesar plus minus 2,53 persen.*