Hidayatullah.com– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sempat mendapat kecaman saat bersikap proaktif dalam melawan virus corona jenis baru (Covid-19). Apalagi di awal kemunculan virus itu di Indonesia.
Anies sempat berseberangan dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan pejabat lainnya, ucapannya dianggap keliru dan meresahkan masyarakat.
“Saya sadar. Waktu itu saya banyak diserang, dibantah. Tapi, saya tidak takut atas apa yang ditulis di medsos . Saya lebih memikirkan apa yang akan ditulis sejarawan besok. Mereka semua nanti akan melihat ini pakai data, lengkap, apa yang kita kerjakan, benar atau tidak,” ujarnya saat berbincang dalam podcast Deddy Corbuzier sebagaimana viral pantauan hidayatullah.com pada Sabtu (28/03/2020).
Baca: Anies Cegah Covid-19: Jangan Mudik Dulu, Sayangi Orangtua di Kampung
Awalnya, Anies memaksakan diri untuk mengumumkan kepada masyarakat Jakarta untuk waspada terhadap virus Covid-19. Namun dibantah oleh pemerintah pusat dengan mengatakan Indonesia masih bersih dari Covid-19.
“Ketika pemerintah masih mengatakan Indonesia masih negatif, pada 1 Maret DKI sudah mengatakan sudah ada, kenapa? Sudah tidak bisa ditahan, angkanya sudah sangat mengkhawatirkan. Saya memonitor informasi tentang Covid-19 ini terus menerus dari mulai Januari-Februari, angkanya terus meningkat,” ujar Anies.
Menurutnya, sejak virus Covid-19 baru muncul di Wuhan, Hubei, China, pihaknya telah melakukan pemantauan di wilayah DKI Jakarta. “Kita monitor ini sejak Januari, sejak Januari kita kerjakan, senyap supaya tidak bikin panik orang,” tambahnya.
Ia pun sangat menyayangkan saat banyak pihak di awal kasus Covid-19 ini menjadikannya sebagai lelucon.
“Ini bukan becandaan dan sangat serius. Problem dari sini adalah penyebarannya ketika terjadi bersamaan, dari ratusan jadi belasan ribu, jadi puluhan ribu, maka sistem pelayanan kesehatan kita tidak sanggup melayani,” tegas Anies.* Rofi Munawwar