Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

JK: Mari Efektifkan ZISWAF, Bahu Membahu Tangani Covid-19

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 April 2020 08:56 8:56 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 April 2020 08:55
Bagikan
Shalat tarawih dua shift
Ketua Dewan Masjid Indonesia Presiden Jusuf Kalla
Bagikan

Hidayatullah.com- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengajak berbagai kalangan masyarakat khususnya umat Islam untuk bahu-bahu menangani Covid-19 dan dampak turunannya.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini pun mengajak umat untuk mengefektifkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) minimal melalui masjid-masjid se-Indonesia.

JK mendorong berbagai lembaga amil zakat, infaq, maupun shadaqah (ZIS) juga bahu-membahu membantu sesama Muslim.

Kalau tidak, menurut JK, akan timbul masalah keamanan seperti penjarahan di banyak tempat.

Menurut JK, banyak pihak termasuk sejumlah ahli memperkirakan puncak Covid-19 berlangsung pada bulan Mei 2020.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia menilai, dengan menjadi puncak, maka akibat yang ditimbulkan juga mencapai puncak pula. Bukan cuma dari sisi kesehatan dengan berjatuhannya banyak korban, tapi dari sisi ekonomi akan sangat terasa pula.

Apalagi dengan struktur penduduk yang mayoritas umat Islam, katanya, maka akan semakin banyak Muslim yang terkena dampak Covid-19.

“Berarti puncaknya PHK, kemiskinan, dan kekurangan makanan, maka bagaimana kita bersama-sama mengektifkan ZISWAF bersama-sama kepada yang tidak mampu minimal melalui masjid,” ujar JK pada Rapat Pleno online Dewan Pertimbangan MUI (22/04/2020) dalam keterangan MUI.

“Kalau tidak, akan timbul masalah keamanan, kalau tidak makan ya bisa terjadi berbagai macam-macam seperti tahun 1998, ketika masyarakat tidak bisa makan, maka terjadi penjarahan atau apapun di banyak tempat,” tegasnya.

JK juga menyampaikan pandangannya tentang mudik yang dinilainya saat ini bukan hal penting dilakukan. Mudik katanya akan sia-sia belaka karena setiap daerah sudah serentak menerapkan PSBB atau minimal mengkarantina warga yang berasal dari kota-kota besar.

Maka, mudik yang biasanya hanya sepekan itu akan habis di masa karantina yang mencapai 14 hari.

“Tidak ada gunanya mudik sekarang, mau dilarang atau tidak, karena semua daerah sudah memberikan aturan kalau datang dari kota besar. Jadi buat apa mudik? Keluar dari situ (tempat karantina) balik lagi (ke kota),” katanya.

JK menilai tidak melakukan merupakan cara mengurangi sebab-sebab Covid-19.

JK menilai,kasus virus corona jenis baru saat ini lebih parah dibandingkan dengan kejadian bencana alam bahkan sekelas tsunami.

Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini, bencana alam separah apapun biasanya akan ditangani pada bagian akibatnya, pada para korban yang berjatuhan.

Akan tetapi, Covid-19 ini bukan hanya akibat yang harus ditangani, tapi juga sebab-sebab yang terus muncul. Sebab-akibat inilah yang harus diselesaikan bersama.

“Harus ada prioritas bersama-sama kita selesaikan,” katanya.

Menurutnya, Covid-19 bukan lagi sekadar wabah, tapi sudah menjadi teror dunia. Tak ada satupun negara di dunia katanya yang 100 persen dapat mengatasinya.

Bahkan China yang awalnya dikira berhasil pun, rupanya kini kembali khawatir terhadap apa yang mereka sebut sebagai kasus Covid-19 impor. JK menilai musibah ini sangat keras sebab menyangkut segala aspek kehidupan.

JK mengatakan, apapun yang dikerjakan, baik di bidang ekonomi, ibadah, tak akan dapat selesai tanpa menyelesaikan sebabnya.

“Apapun yang diberikan kepada masyarakat hanya mengisi supaya masyarakat tetap semangat, apapun yang kita lakukan, tidak bisa tanpa mengurangi sebab,” sebutnya.

Waktunya saat ini bangsa Indonesia bersatu Covid-19, khususnya bagi umat ini, misalnya, masing-masing menjaga kedisiplinan memakai masker dan jaga jarak.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19DMIJKJusuf KallaMudikvirus coronazakatZiswaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peluang Dakwah Ditengah Wabah
Tulisan selanjutnya Rapper ISIS Lyricist Jinn Ditangkap di Spanyol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?