Hidayatullah.com—Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan gerakan Tarbiyah berduka. Salah satu pendiri PKS, Ustad Hilmi Aminuddin telah dipanggil menghadap Allah Subhanahu Wata’ala. Kabar ini diumumkan dalam akun resmi twitter DPP PKS.
“Keluarga Besar Partai Keadilan Sejahtera merasakan duka mendalam atas Wafatnya Guru kami, KH. Hilmi Aminuddin (Ketua Majelis Syura PKS 2005-2015). Doakan yang terbaik semoga Allah limpahkan husnul khotimah. Allah terima segala amal baiknya dan ampuni kesalahannya. Amiin, “ demikian tulis akun DPP PKS, @PKSejahtera.
Alumni Al Azhar, Mesir ini meninggal pada hari Selasa (30/6/2020) di RS Santorsa Central, Jalan Gardujari, Bandung.
“Telah berpulang ke rahmatullah ust Hilmi Aminuddin, Selasa 30/6/2020 pukul 14.24 di ruangan Berlian Timur RS. Santosa Central, Jl Gardujati, Kota Bandung. Semoga Almarhum husnul khotimah, diterima amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya. Aamiin,” tulis kader PKS, Mardani Ali Sera di akun twitternya.
Meninggalnya mantan dewan syuro PKS ini mengagetkan semua pihak. Melalui akun twitternya, sosiolog Murni Umar yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun, menyampaikan rasa duka mendalam.
“Civitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jkt menyampaikan duka cita yang dalam atas wafatnya KH. Hilmi Aminuddin, pendiri dan mantan Ketua Dewan Syura Partai Keadilan Sejahtera. Semoga Husnul khatimah. Allah ampuni dosa2nya. Dimasukkan ke dlm syurganya. Al Fatihah utk beliau,” demikian ciutan Musni Umar.
Hilmi memulai pendidikannya dengan mendaftar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Selulusnya dari sana, dia berkelana ke sejumlah pesantren di Jawa. Pada tahun 1973, Hilmi memutuskan untuk berangkat ke Arab Saudi dan belajar di Fakultas Syariah Universitas Islam di Madinah.
Pulang dari Arab Saudi, Hilmi memulai berdakwah. Tahun 1998, bersama beberapa rekannya mendirikan Partai Keadilan dan pada tahun 2002.
Pada tahun 2005, ia ditunjuk menggantikan Rahmat Abdullah yang meninggal dunia untuk menjadi Musyawarah Majelis Syuro I yang merupakan lembaga tertinggi di PKS.
Melalui mekanisme voting tertutup, Hilmi mendapatkan 29 suara dari 50 anggota Majelis Syuro. Dia mengungguli tiga calon lainnya yakni Salim Segaf Al-Jufri (12 suara), Surahman Hidayat (8 suara) dan Abdul Hasib Hasan(1 suara).
Pada tahun 2010, Hilmi kembali terpilih menjadi ketua Majelis Syuro dalam Pemilihan Raya (Pemira) Majelis Syuro PKS.*