Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

8 WNI Ikut Turki Temukan Cadangan Gas, Pengamat: Pekerja Migas Indonesia Lebih Dihargai di Luar Negeri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2020 08:47 8:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2020 09:04
Bagikan
Para tenaga ahli dan pekerja Indonesia ikut serta pada proyek gas alam Turki.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebanyak 8 orang putra Indonesia dilibatkan Turki saat menemukan cadangan gas alam terbesar di Laut Hitam. Delapan anak bangsa Indonesia itu bekerja di Kapal Pengebor Minyak Turki, Fatih, dalam penemuan cadangan energi terbesar dalam sejarah Turki.

Menurut pengamat migas Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, para pekerja migas asal Indonesia memilih bekerja di luar negeri karena mendapatkan penghargaan lebih tinggi daripada di Indonesia.

“Di Indonesia mereka merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua, tidak sesuai kepabilitasnya, baik di perusahaan migas nasional maupun perusahaan migas asing,” ujarnya dikutip Anadolu Agency (26/08/2020).

Maksudnya, walaupun kemampuan dan pengalaman pekerja migas Indonesia cukup tinggi, tapi penghargaan dan kompensasi yang mereka terima tak sebaik pekerja asing, bahkan di perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.

Oleh karena itulah, mereka lebih suka bekerja dan mengadu nasib di perusahaan migas di luar negeri.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Fahmy menilai, kemampuan pekerja migas asal Indonesia di luar negeri memang dikenal cukup mumpuni, tak kalah dengan pekerja migas dari negara lain.

Selain di Turki, saat ini para profesional migas asal Indonesia di luar negeri banyak bekerja di perusahaan multinasional di Malaysia, Abu Dhabi, dan Amerika Serikat. “Kapabilitas mereka cukup baik, cukup bersaing, dan pengalaman mereka sudah pernah bekerja di beberapa perusahaan multinasional,” ujarnya.

Sedangkan menurut pengamat migas Ibrahim Hasyim, pekerja migas Indonesia di luar negeri pada umumnya pensiunan atau keluaran dari Pertamina dan mahasiswa yang lulus dari sekolah di luar negeri lalu langsung bekerja di perusahaan migas luar negeri.

“Berapa banyak jumlah, saya belum mengetahui datanya,” ujarnya dikutip Anadolu Agency.

Ibrahim menilai, keahlian di bidang migas yang banyak dicari perusahaan migas global yaitu terkait bagian upstream atau hulu, yakni pada kegiatan eksplorasi dan produksi. Selain itu pada bagian midstream atau bagian antara seperti transportasi, penyimpanan, dan pengolahan minyak.

“Saya masih ingat, kawan-kawan eks LNG Arun di Aceh banyak membantu proyek LNG di Timur Tengah,” sebutnya.

Baca: Turki Libatkan 8 Putra Indonesia dalam Penemuan Cadangan Gas Terbesar di Laut Hitam

Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, Turki turut melibatkan sebanyak 8 orang putra Indonesia saat menemukan cadangan gas alam terbesar di Laut Hitam. Delapan anak bangsa Indonesia itu bekerja di Kapal Pengebor Minyak Turki, Fatih, dalam penemuan cadangan energi terbesar dalam sejarah Turki.

Kapal Pengebor Fatih adalah kapal pengebor nasional Turki yang juga mempekerjakan tenaga ahli dari berbagai negara sahabat, salah satunya Indonesia.

“Tak banyak yang berpengalaman di bidang wireline drilling, itulah kenapa kami dipekerjakan di sini dan melatıh tenaga lokal,” ujar alumnus Teknik Fisika ITB, Beni Kusuma Atmaja, 30 tahun. Beni merupakan insinyur dalam wireline drilling, teknik pengeboran ultra-dalam yang efisien dalam ekstraksi dari massa bebatuan dan penemuan migas, sebagaimana keterangan resmi KJRI Istanbul diperoleh hidayatullah.com, Rabu (26/08/2020).

Selain Beni, putra Indonesia lainnya yang dilibatkan dalam misi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, tersebut yaitu Randyka Komala (33), Master of Science University of Abredeen; Bahriansyah Hutabarat (41), Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Balikpapan; Rifani Hakim (43), STM Negeri Balikpapan; Dian Suluh Priambodo (33), D3 Teknik Instrumentasi dan Elektronika MIgas STT Migas Balikpapan; Hardiyan (42), D3 Politeknik Manufacture ITB Bandung; Indra Ari Wibowo (30), S1 Teknik Industri Mercubuana; Ravi Mudiatmoko (42), Politeknik Elektronika ITS Surabaya.

Mereka adalah tenaga ahli pengeboran Indonesia yang bekerja di Turkiye Petrolery Offshore Technology Center, anak perusahaan Turkiye Petroleri, perusahaan minyak pertama dan pemain penting dalam perekonomian Turki.

Baca: Turki Menemukan Cadangan Gas Alam di Laut Hitam Bersamaan dengan Ikrar Erdogan untuk Era Baru

Kapal Pengebor Fatih berlayar pada 29 Mei yang lalu dari Istanbul. Pada 20 Juli 2020, sebesar 320 miliar meter kubik cadangan gas alam ditemukan di sumur Tuna-1 sekitar 100 mil laut di pantai utara Turki di Laut Hitam.

Cadangan gas alam di sumur Tuna-1 yang kemudian diberi nama Ladang Gas Sakarya sesuai nama Provinsi Turki di dekat lokasi penemuan tersebut diharapkan dapat beroperasi dan siap digunakan untuk kebutuhan publik di tahun 2023, bersamaan dengan hari jadi Republik Turki ke-100.

Penemuan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada 21 Agustus 2020 sebagai salah satu capaian di tengah upaya Turki mengurangi ketergantungan energi dari negara lain dan nantinya menjadi salah satu eksportir energi di dunia. Tidak lupa, Presiden Erdogan memberikan selamat bagi para pejabat dan pekerja yang telah membantu tercapainya penemuan bersejarah ini.

Konsul Jenderal RI Istanbul Imam As’ari (25/08/2020) mengungkapkan, kontribusi 8 pemuda Indonesia itu tentunya patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anak muda Indonesia untuk terus berprestasi dan menuntut ilmu setinggi-tingginya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gas alamPresiden Turkiputra IndonesiaRecep Tayyip ErdoganTurkiWNIWNI di Turki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya israel MUI MUI: Pengajuan RUU BPIP Ada Ketidaklaziman, Pemerintah Wajib Menjelaskan
Tulisan selanjutnya Ekonomi Syariah di Indonesia: Secara Global Masih Lebih Rendah, Secara Nasional Cukup Besar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?