Hidayatullah.com — Salah satu Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) Munarman turut meyayangkan terjadinya penembakan yang menimpa pelaku aksi teror di Mabes Polri. Ia menilai ditembak matinya Zakiah Aini (ZA) menjadi bukti bahwa di Indonesia, nyawa manusia dihargai terlalu murah.
“Itu yang kita prihatinkan ya. Terlalu mudah, terlalu murah nyawa manusia di Indonesia ini, dan itu berulang kejadian seperti itu ya. Berulang-berulang, siapa pun orangnya, yang jelas harga nyawanya jadi murah sekali,” kata Munarman di channel Youtube Refly Harun, seperti yang dilihat Hidayatullah.com Sabtu (03/04/2021).
Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu melihat sejak awal ZA tampak seperti seorang amatir. Ia tampak kebingungan dan tidak menunjukan sikap layaknya profesional saat melakukan penyerangan.
“Itu memang seperti seorang bingung dalam kondisi stres tingkat tinggi lah. Gerakannya tidak seperti itu kalau orang profesional. Dia pasti berusaha dan berupaya untuk menyembunyikan tubuhnya dari sasaran tembak, lalu dia mencari tempat-tempat yang bisa digunakan untuk perlindungan,” ujarnya.
Baik Refly dan Munarman sama-sama sepakat jika polisi sebaiknya hanya melepaskan tembakan pelumpuhan bukan menembak mati ZA di tempat. Menurut Munarman, polisi harusnya sudah terbiasa dan terlatih soal urusan tembak-menembak.
“Harusnya, apalagi inikan perempuan, bisa dilakukan tembakan pelumpuhan itu pada kaki, katakanlah pada tangan jika ia pemegang senjata. Kan dilatih menembak aparat hukum kita,” beber Munarman.
Untuk diketahui, Zakiah Aini (25) merupakan tersangka penembakan di Mabes Polri yang kemudian ditembak mati di lokasi oleh polisi. Jasad pelaku dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk autopsi tidak lama setelah kejadian, ia dimakamkan pada Kamis (01/04/2021) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur.*