Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tipu Daya PKI, Pengaruhi Kiai

Bambang S
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2021 06:25 6:25 am
Bambang S
Dipublikasikan 30 September 2021 15:17
Bagikan
Sastrawan Taufiq Ismail
Bagikan

Hidayatullah.com — Sastrawan Taufiq Ismail baru saja mengungkap penipuan terbesar Partai Komunis Indonesia (PKI) yakni membohongi para kiai dan ulama. Dia menceritakan ada tiga kiai yang menjadi korban tipu daya PKI di era 1940-an dan 1950-an.

“Penipuan yang mereka lakukan, yakni pada tahun 40 dan tahun 50. Ada 3 tokoh ulama, Haji Misbach dari Solo, Datuk Batuah dari Koto Laweh, Sumatera Barat, dan kemudian Haji Adnan dari Tegal. Ketiga kiai ini bersimpati kepada PKI,” kata Taufik dalam pengakuannya di Youtube Fadli Zon, seperti dikutip Hidayatullah.com, Kamis (30/09/2021).

Partai berlambang palu dan arit itu berdalih bahwa pihaknya pro terhadap rakyat kecil terutama petani dan buruh. Mereka mengklaim memberikan kehidupan yang layak ke masyarakat. Saat itu kampanye PKI dianggap kiai Misbach, dan kawan-kawan sejalan dengan ajaran Islam.

“Lho kok kiai-kiai bersimpati pada PKI? Karena mereka diberitahu oleh orang-orang PKI ‘Kita ini pro kepada rakyat kecil, pro kepada petani-petani, kemudian kita harus memberikan kehidupan yang layak. Nah, ada program Tani Tidak Bertanah dan Buruh yang Dimiskinkan. Itu yang kami perjuangkan’ kata PKI kepada ulama-ulama ini. Oh itu cocok sama Islam yang namanya dua itu kaum Dhuafa. Kemudian ulama ini dalam PKI,”ujarnya, dalam video yang berjudul ‘PKI Melecehkan Tuhan dan Menajiskan Agama, Kesaksian Taufiq Ismail’.

Menurut Taufiq ketiga ulama itu tidak bisa disalahkan, sebab pada masa itu akses informasi masih terbatas, termasuk akses mereka ke buku-buku dibatasi oleh PKI. “Jangan salahkan mereka karena pada waktu itu belum ada HP, belum ada komunikasi yang begitu cepat bisa terjadi, kemudian literatur-literatur buku juga sangat terbatas. Dan kepada ketiga kiai itu dicoba supaya jangan dia membaca buku-buku yang ada itu, jadi tentu saja ketiga kiai ini bersimpati pada PKI,” terangnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Taufiq, berharap kejadian seperti ini tidak terulang pada zaman sekarang mengingat sudah adanya kemajuan teknologi. “Ini satu penipuan yang terjadi di mana di zaman kita hampir semua orang memegang (handphone), bahkan ada keluarga yang memegang bukan satu tetapi 2, bukan 2 tetapi 3. Pada zaman seperti ini hal itu tidak akan terjadi,” ungkapnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kiaiPKITaufiq Ismail
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rahasia Keistimewaan Sumur Zamzam
Tulisan selanjutnya rehabilitasi narkoba MUI: Program Pendekatan Keagamaan Spiritual Diperlukan untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?