Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ini Kesaksian Sebagian Warga Soal Kerusuhan di Tanjungbalai

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 30 Juli 2016 17:35 5:35 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 30 Juli 2016 17:30
Bagikan
Gambar kerusuhan Tanjung Balai.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kerusuhan yang terjadi di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara diduga dipicu kabar sepasang suami-istri (pasutri) etnis Tionghoa yang memprotes suara azan, Jumat (29/07/2016).

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga setempat, pasutri itu merasa terganggu oleh suara azan Maghrib dari Masjid Al-Maksum di Jl Karya, Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan (TBS), Tanjungbalai.

Kabar pemrotesan itu merebak, dan memancing warga setempat mendatangi rumah pasutri itu yang terletak tak jauh dari masjid. Warga yang jauh dari Jl Karya pun perlahan berkumpul.

Menurut salah seorang warga Jl Karya, Hasyim, 27 tahun, saat ke rumah pasutri itu sekitar pukul 19.00 WIB, ia melihat ada batu-batu kecil yang diduga bekas lemparan. Namun ia mengatakan, “Kalau dari pihak warga kita sendiri nda ada pada rusuh-rusuh gitu. Karena bisa diredam.”

Kemudian, pengurus masjid dan warga sekitar mengadukan pasutri itu ke kantor lurah setempat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hasyim yang juga anggota remaja Masjid Al-Maksum mengaku, di kantor lurah sudah ramai berkumpul ratusan massa dan sejumlah polisi.

Dalam pembicaraan sekitar sejam di kantor lurah, tutur Hasyim, warga menginginkan agar pasutri itu diproses.

Tak lama kemudian, Hasyim mengaku warga menyarankan agar pasutri itu segera diamankan ke kantor polisi.  “Supaya mengamankan dia, supaya jangan terjadi (kepada) dia tindakan anarkis,” ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com, Sabtu (30/07/2016) siang.

Kemudian, polisi membawa pasutri itu ke kantor Polsek TBS. Di sini dilakukan mediasi antara pemuka agama, pengurus DKM Al-Maksum, pasutri tersebut, masyarakat, serta kepolisian termasuk pihak Polres Tanjungbalai.

Hasil dari mediasi itu, ungkap Hasyim, semua pihak sepakat agar masalah itu diproses secara hukum. Situasi yang tadinya kurang kondusif kembali agak tenang.

“Saya sama pemuka agama dan Ketua DKM pulang ke Jl Karya, nengok situasi lingkungan kita, kan. Nda ada kita ke mana-mana. Sudah aman kalau di kita. (Waktu itu) jam 12 (malam) lebih kurang lah,” ujar Hasyim.

Sementara itu, aku dia, pasutri etnis Tionghoa itu, langsung dibawa pergi dengan mobil Polres Tanjungbalai.

Warga Dekat Masjid Mengaku Tak Buat Rusuh

Terpisah, Aldo (23), warga Tanjungbalai lainnya yang juga ikut berkumpul di sekitar  Polsek, Sabtu malam, mengaku, setelah bubar dari Polsek, ia dan sejumlah massa mendatangi rumah pasutri tadi.

Mereka bermaksud mengingatkan pihak keluarga pasutri agar tidak mengulangi memprotes suara azan dari masjid.

Aldo mengaku mereka tidak melakukan tindakan kekerasan atau membuat kerusuhan dalam aksi ratusan massa tersebut.

Sebentar kemudian, massa pun bergeser ke depan sebuah vihara di Jl Juanda, TBS. Mereka, aku Aldo, bermaksud berbicara dengan pengurus vihara.

Aldo mengaku jika saat itu tidak terjadi pembakaran maupun kericuhan lain oleh massa.

Ratusan massa itu pun membubarkan diri. Di situ memang ada polisi yang berjaga-jaga, kata Aldo.

Sekitar 30 menit setelah tiba di rumah, atau sekitar antara pukul 22.00-00.00 WIB, Aldo mengaku mendapat pesan dari kawannya agar warga tidak keluar rumah.

Saat ditanya hidayatullah.com soal pembakaran vihara, Aldo mengaku tidak tahu-menahu. Pembakaran itu, dikabarkan berlangsung pada Sabtu pagi dinihari.

“Sejak malam sampai sekarang (Sabtu siang. Red) saya belum keluar rumah,” aku lajang ini.

Sedang Hasyim memastikan, memang telah terjadi pembakaran rumah ibadah di Tanjungbalai. “Ada 4 vihara lah,” kata dia.

Sudah Kondusif

Sementara itu, dikabarkan Antara, polisi mendata rumah ibadah umat Budha di Tanjungbalai yang rusak akibat kerusuhan berbau SARA Jumat malam kemarin.

Polisi telah mengendalikan situasi di Tanjungbalai dan berkoordinasi dengan pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menciptakan keamanan.

Polisi mengimbau warga untuk tetap tenang. Polisi menempatkan personel di seluruh rumah ibadah umat Budha di Tanjungbalai untuk mencegah kerusuhan susulan.

Media lain mengabarkan, rumah ibadah dan rumah warga yang dibakar massa lebih dari angka yang disebut Hasyim. Hasyim kepada hidayatullah.com menduga, massa yang membuat rusuh berasal dari luar kawasan sekitar Masjid Al-Maksum.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pembakaranrumah ibadahRusuh TanjungbalaiSARASumatera UtaraTanjungbalaitoleransi beragama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tips Mudah Menghafal Al-Qur’an dengan “Metode Cinta”
Tulisan selanjutnya Erdogan Beri Santunan Korban Kudeta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?