Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Yerusalem, Dubes AS Klaim Sudah Konsultasi dengan Indonesia

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 7 Desember 2017 14:44 2:44 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 7 Desember 2017 14:44
Bagikan
Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan, mengklaim Kedutaan Besar AS telah menjalin konsultasi dengan Indonesia terkait keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem alias Baitul Maqdis (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel.

“Kami telah berkonsultasi dengan para teman, mitra, dan sekutu kami, termasuk Indonesia, sebelum Presiden Trump mengeluarkan keputusannya,” ujar Joseph dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (07/12/2017).

Josep mengatakan, pada 6 Desember, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kota pemerintahannya.

Kata Josep, Presiden Trump juga menegaskan kembali secara publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Syarif.

Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Trump dalam pengumumannya, “Yerusalem kini, dan harus terus menjadi, tempat dimana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsha,” klaimnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dubes mengklaim AS tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng antara rakyat Palestina dan Israel.

“Termasuk mendukung solusi dua negara, bila disetujui oleh kedua belah pihak,” klaimnya memungkas.

Baca: Din: Kebijakan Trump Membuka Kedok Standar Ganda AS

Klaim Menlu AS

Sebelumnya, Rabu (06/12/2017), Sekretaris Negara atau Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Rex Tillerson, mengatakan, keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel menyelaraskan kehadiran AS ‘dengan kenyataan bahwa Yerusalem adalah “rumah” bagi legislatif, Mahkamah Agung, kantor Presiden, dan kantor Perdana Menteri Israel’.

“Kami telah berkonsultasi dengan banyak teman, mitra, dan sekutu sebelum Presiden membuat keputusannya. Kami sangat percaya bahwa ada kesempatan untuk perdamaian yang abadi,” klaim Tillerson.

Seperti kata dia yang dikatakan Trump dalam sambutannya Rabu itu, “Perdamaian tidak pernah berada di luar jangkauan mereka yang bersedia mencapainya.”

Trump telah memutuskan, Rabu itu, seperti yang didorong oleh Kongres pertama kali dalam Undang-Undang Kedutaan Besar Yerusalem (Jerusalem Embassy Act) pada tahun 1995, dan telah menegaskan kembali secara teratur semenjak itu, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca: Turki Ancam Putus Hubungan Jika AS Jadikan al-Quds Sebagai Ibu Kota Israel

“Departemen Luar Negeri akan segera memulai proses untuk menerapkan keputusan ini dengan memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar A.S. dari Tel Aviv ke Yerusalem,” ujar Tillerson.

Ia mengklaim, keselamatan warga Amerika adalah prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri, dan bersama dengan badan federal lainnya, “kami telah menerapkan rencana keamanan yang kuat untuk melindungi keselamatan warga Amerika di wilayah yang terkena dampaknya.”

Menyikapi itu, sebagaimana diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) atau Indonesia-Palestine Friendship Initiative (IPFI), Prof Din Syamsuddin, mengecam keras dan menolak kebijakan Presiden AS Trump yang mengakui Yerusalem alias Baitul Maqdis (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan Kedubes AS ke sana.

Menurut Din, keputusan tersebut merupakan bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yang nyata. “Keputusan itu membuka dan membuktikan kedok standar ganda AS selama ini,” ujarnya melalui keterangan tertulis diterima hidayatullah.com, Kamis (07/12/2017).*

Baca: Presiden: Indonesia Kecam Keras AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Aqshaal-QudsAmerika SerikatASBaitul MaqdisDin SyamsuddinDuta Besar AS untuk IndonesiaHaram al Syarifibukota IsraelIndonesia - PalestinaIndonesia-IsraelIndonesia-Palestine Friendship InitiativeIPFIisraelJalan SalibJoseph DonovanKedubes Amerika SerikatKemerdekaan PalestinaKetua Dewan Pertimbangan MUIMasjid Al AqshaMenteri Luar Negeri ASpalestinapemindahan ibukota IsraelPPIPPrakarsa Persahabatan Indonesia-PalestinaPresiden ASRex TillersonSekretaris Negara ASsolusi dua negaratel avivTembok BaratyahudiYerusalem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din: Kebijakan Trump Membuka Kedok Standar Ganda AS
Tulisan selanjutnya Ketum DPP Hidayatullah: “Trump Harus Menghitung Ulang Keputusannya”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?