Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PSI akan Larang Poligami Kader dan Pejabat Publik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Desember 2018 21:25 9:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Desember 2018 21:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di tingkat eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga aparatur sipil negara (ASN).

“PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami,” ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie di sela pidato politiknya pada Festival 11 di Surabaya, semalam, Selasa (11/12/2018).

Ia menegaskan akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang membolehkan poligami.

Baca: IKAMI: PSI Berpotensi jadi Partai Anti Agama

Menurutnya, riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, termasuk menyakiti perempuan anak yang ditelantarkan.

“PSI tidak ingin negara secara tidak langsung melanggengkan ketidakadilan terhadap perempuan, dan kami percaya perjuangan keadilan dan penghapusan diskriminasi harus dimulai dari keluarga, dari rumah,” ucapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu, perjuangan revisi atas UU 1/1974 menjadi satu dari sejumlah langkah yang dilakukan PSI jika lolos ke parlemen hasil Pemilihan Umum Legislatif 2019.

Baca: Instruksi HRS: Tenggelamkan Parpol Pendukung Penista Agama

Langkah lainnya, lanjut dia, PSI akan memperjuangkan agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang sudah dua tahun berhenti di DPR segera disahkan, agar menjadi payung hukum untuk melindungi dan memberikan bantuan ketika perempuan menjadi korban kekerasan.

Selain itu, PSI akan mendukung kenaikan batas usia pernikahan menjadi 18 tahun, mendorong aturan yang memudahkan perempuan untuk bekerja dengan mengalokasikan anggaran negara mendirikan tempat-tempat penitipan anak.

Festival 11 yang diselenggarakan di Jatim Expo Surabaya dihadiri sekitar 1.000 pengurus, calon anggota legislatif, kader dan simpatisan PSI dari sejumlah daerah di Jatim.

Baca: MUI Sumbar: Haram Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Menanggapi hal itu, Koordinator This is Gender, Dr Dinar Dewi Kania, menjelaskan, syariat Islam secara jelas sudah membolehkan poligami. Jadi jika ada praktiknya yang bermasalah, itu tidak otomatis menjadikan ajaran Islam jadi bermasalah dan harus digugat atau digugurkan.

“Kegagalan poligami yang diamalkan sebagian umat Islam biasanya memang karena dilaksanakan dengan cara-cara yang menyimpang dari yang diajarkan Rasulullah. Akhirnya yang mendapat citra buruk Islam itu sendiri.

Jadi yang perlu dipahamkan kepada umat Islam adalah bagaimanakah praktik poligami yang benar dan sesuai syariat Islam? Terutama dalam bab niat, ini sangat harus hati-hati jangan sampai karena hawa nafsu, riya, ataupun karena kesombongan,” ujarnya kepada hidayatullah.com saat dimintai tanggapan, Rabu (12/12/2018).

Baca: Ombudsman Dinilai Terapkan Standar Ganda soal PSI dan Tanah Abang

Ia menilai PSI cuma ingin menjajakan suatu isu yang bisa meraih simpati kaum perempuan, yang pada umumnya awam. “Padahal mereka tidak sadar, penolakan terhadap poligami sama saja dengan menggugat ajaran Islam itu sendiri,” ujarnya.

Soal RUU Penghapus KS, Dinar menilai, lagi-lagi PSI ingin menjual isu yang menarik pemilih perempuan.

“Padahal RUU ini bermasalah secara filosofi dan juga definisi-definisinya. Cuma karena pengaruh feminisme yang sangat besar, menyebabkan mereka menganggap RUU ini sebagai solusi berbagai masalah kejahatan yang dialami oleh kaum perempuan,” jelasnya.* Antara, SKR

Baca: Ricky Tamba: Hina Pak Harto, PSI Jangan Sok Hebat!

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASNDinar Dewi KaniaGrace NatalieKetua Umum PSIPartai Solidaritas IndonesiapejabatpernikahanpoligamiPSIRUU P-KSThis is GenderUU Perkawinan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kartu Identitas Stasi Vladimir Putin Ditemukan di Arsip Jerman
Tulisan selanjutnya Jemaatnya Tewas Saat Pembaptisan Pastor di Ghana Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?