Hidayatullah.com—Koran harian Republika akan berhenti cetak mulai akhir bulan Desember 2022 nanti, menandai 30 tahun perjuanganya menemani umat. Sebagai gantinya, koran legendaris ini akan hadir dalam bentuk digital.
“Kita mau full digital,” ujar Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi, hari Kamis (15/12/2022) kepada hidayatullah.com.
Sebelumnya, dalam surat edaran No: 007/DO-RMMXI/2022 untuk para relasi Harian Republika yang diterima hidayatullah.com, Direktur PT. Republika Media Mandiri, Arys Hilman menjelaskan perjalanan tiga dekade sejak pendirianya.
“Tiga puluh tahun membuktikan watak kepeloporan Republika. Setelah menampilkan gagasan desain modular pada awal kelahiran, kami meluncurkan portal berita daring pertama di Tanah Air pada 17 Agustus 1995. Bekal kami berupa keyakinan bahwa teknologi akan terus melaju dan digitalisasi membuka cakrawala baru,” tulis Arys.
Namun karena dunia sudah berubah, maka transformasi harus dilakukan. Menurur Arys, berbagai audit digital, membuktikan media ini masih memiliki ikatan kuat dengan komunitas pembacanya.
“Sejalan cetak biru transformasi Republika, inilah saatnya bagi kami untuk mengambil langkah kanan berikutnya. Mulai 1 Januari 2023, kami akan sepenuhnya berjalan dalam wahana digital. Surat kabar cetak akan kami terbitkan hingga edisi Sabtu, 31 Desember 2022,” tulis Arys Hilman.

Dari cetak, nanti Republika akan mencurahkan semua kekuatan editorial dan sumber dayanya untuk kanal-kanal digital. Di antaranya republika.co.id, republika.id, Retizen, dan akun-akun resmi di media sosial-dalam sajian multiplatform yang mencakup kekuatan teks, grafis, audio, foto, dan video.
“Ini bukan surat perpisahan. Ini adalah kabar tentang rencana perjalanan. Seraya bermigrasi sepenuhnya ke dunia digital, kami akan mengonversi semua kualitas koran Republika ke dalam bentuk-bentuk baru. Kami tak ingin ada nilai yang tertinggal. Kami pun tak hendak melupakan ekosistem yang telah terbangun,” tandasnya.
Republika lahir pada 4 januari 1993, merupakan koran nasional yang dilahirkan oleh
kalangan komunitas muslim. Koran ini awalnya terbit di bawah bendera perusahaan PT Abdi Bangsa, setelah BJ Habibie tak lagi menjadi presiden, dan seiring surutnya kiprah ICMI selaku pemegang saham mayoritas PT Abdi Bangsa, pada akhir 2000, mayoritas saham koran ini dimiliki oleh kelompok Mahaka Media.
Di bawah bendera Mahaka Media, kelompok ini juga menerbitkan Majalah Golf Digest Indonesia, Majalah Parents Indonesia, stasiun radio Jak FM, Gen FM, Delta FM, FeMale Radio, Prambors, Jak tv, dan Alif TV. Walau kepemilikan berganti, visi Republika tidak mengalami perubahan begitu juga penerimaan di mata umat.*