Hidayatullah.com–Tujuh orang warga Palestina terluka pada Ahad (21/08/2011) siang akibat terkena serangan yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Israel terhadap situs Abdul Aziz Rantisi milik kepolisian Palestina di Barat Daya kota Gaza.
Adham Abu Salmiya, Jubir Gawat Darurat menegaskan, serangan udara Israel melukai 7 orang warga Palestina, salah satunya anak-anak dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya, korban luka segera dilarikan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan medis.
Koresponden Pusat Informasi Palestina menyatakan, serangan udara Israel menghancurkan situs secara keseluruhan serta sebuah pabrik bata yang berada di dekatnya.
Terkait hal yang sama, pesawat-pesawat tempur Israel juga menyerang pusat latihan milik mujahidin Alawiya Nashir Shalahuddin, sayap militer Komite Perlawanan, tanpa disebutkan adanya korban dalam serangan ini. Sementara itu sekelompok gerilyawan mujahidin berhasil menyelamatkan diri setelah diincar pesawat-pesawat tempur Israel di sebelah Barat kamp Nazaret, di mana sebuah rudal jatuh di wilayah Abu Sulaim sebelah Barat kamp tanpa adanya korban.
15 warga Palestina gugur syahid dan lebih dari 50 lainnya mengalami luka-luka adalah serangan yang dilancarkan pihak Israel secara terus-menerus sejak Kamis sore lalu.
RS Indonesina
Sebelumnya, juga diberitakan, serangan bahkan terjadi di dekat lokasi pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya dan juga dekat posko MER-C Indonesia di Gaza. Pesawat-pesawat tanpa awak dan jet-jet tempur Israel tampak berterbangan di langit Gaza.
Jum’at, (19/08/2011) relawan MER-C di Gaza mulai mengirimkan pesan singkat bahwa sekitar Kamis (18/o8) pukul 18.30 WG, Zionis-Israel telah melancarkan serangannya ke wilayah Rafah Selatan.
Dua bom bahkan dijatuhkan Zionis-Israel tidak jauh dari posko MER-C di Gaza. Serangan Israel ini mengenai markas polisi yang berada di dekat posko MER-C, tempat para relawan MER-C Indonesia selama ini tinggal di Gaza.
Dalam pesan singkatnya Abdillah, relawan MER-C di Gaza mengabarkan, lima menit sebelum berbuka puasa di Gaza, tiba-tiba terdengar suara yg begitu kencang. Ketika itu dia dan istrinya berkewarganegaraan Palestina sedang dalam perjalanan menuju kota Jabalia (Gaza Utara) memakai kendaraan umum. Ketika Abdillah dan istrinya tiba di Jabalia, seorang sahabat mereka menghampiri dan mengatakan untuk berhati-hati karena beberapa menit yang lalu zionis Israel baru saja menembakkan roketnya ke daerah Bait Lahiya (Bundaran Syeikh Zaet) dan menewaskan 1 orang.
“Untunglah pada saat kejadian tersebut aktifitas pembangunan RS Indonesia sedang libur karena memang hari Jum’at,” ujar Abdillah.
Terkait situasi Gaza yang memanas, Abdillah Onim, mengingatkan agar seluruh relawan Indonesia dan relawan lokal tidak datang ke lokasi RS Indonesia terlalu pagi dan segera meninggalkan lokasi dan mengamankan diri di dalam rumah/posko apabila terjadi sesuatu.
Di tempat terpisah, Menteri Keamanan Dalam Negeri Zionis-Israel Yishak Aharonovitsh mengancam melancarkan tempuran menyakitkan terhadap Gerakan Perlawanan Islam Hamas, yang dianggap bertanggung jawab atas gelombang serangan terakhir dan aksi-aksi serangan yang dilaksanakan faksi-faksi perlawanan Palestina.
“Israel akan melancarkan serangan menyakitkan pada gerakan Hamas. Masalah ini akan jelas pada hari-hari mendatang.”*