Hidayatullah.com–Otoritas Palestina menolak status anggota peninjau bagi Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti yang diusulkan Prancis.
Menteri Luar Negeri Riyad Al Malki mengatakan bahwa usulan tersebut tidak dapat diterima. Karena jika rakyat Palestina hanya menginginkan status seperti Vatikan di PBB, mereka bisa kapan saja memperbaharui statusnya itu.
Palestina menginginkan status keanggotaan penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berharap mendapat dukungan dari mayoritas Majelis Umum PBB.
Meskipun Otoritas Palestina bertekad terus maju mencari pengakuan ke PBB, namun mereka juga ingin mengetahui hasil pertemuan para menteri Uni Eropa terkait masalah Palestina.
“Akan ada sekitar 20 forum hingga tanggal 20 (September) dan kami akan mempelajari semuanya, untuk melihat apakah mereka membela kepentingan Palestina. Jika tidak, kami akan tetap lanjut ke Dewan Keamanan (PBB),” kata Al Malki (02/9).
Al Malki menambahkan, Liga Arab akan menggelar pertemuan pada 13 September, dan pada saat itu Palestina akan mendapatkan mandat untuk memimpin organisasi itu selama enam bulan.
Sementara itu anggota komite eksekutif PLO Saleh Rafat mengatakan, pertempuran politik di PBB akan terus dilakukan meskipun usaha mereka pada bulan September ini ternyata tidak membuahkan hasil.
“Kami akan berusaha lagi, meskipun lebih dari lima kali,” kata Rafat.
Berbicara kepada Radio Suara Palestina, Rabu (31/8), Rafat menegaskan bahwa ancaman Israel tidak akan menyurutkan langkah para pemimpin dan rakyat Palestina untuk mewujudkan keinginannya.*