Hidayatullah.com–Sebuah delegasi dari parlemen Eropa tidak diperbolehkan memasuki Gaza oleh otoritas Israel pada Selasa, Uni Eropa mengatakan dalam pernyataannya.
Delegasi tersebut mengatakan mereka tidak diberi alasan mengapa dilarang memasuki daerah blokade, dimana mereka akan menilai kerusakan yang disebabkan oleh operasi militer Israel di tahun 2014 dan juga menilai perkembangan upaya rekontruksi yang didanai Uni Eropa.
“Penolakan sistematis oleh Israel untuk memasuki Gaza terhadap delegasi Parlemen Eropa tidak dapat diterima,” kata ketua delegasi yang beranggotakan tujuh orang, MEP Irlandia Martina Anderson. “Ini menimbulkan pertanyaan: apa yang pemerintah Israel ingin sembunyikan? Kami tidak akan menyerah atas pada orang-orang Gaza,” ujarnya dikutip Anadolu Agency (AA), 11 Februari 2016
Anderson juga mengatakan parlemen Eropa tidak diberi akses ke Gaza sejak 2011.
Setidaknya 2.200 penduduk Palestina dibunuh dalam Operation Protective Edge Juli 2014, yang penjajah Israel klaim mereka lancarkan untuk menghentikan tembakan roket dari Gaza.
Pada Januari, Makarim Wibisono, seorang ahli PBB yang bertugas untuk memantau hak asasi manusia di wilayah pendudukan Tepi Barat mengundurkan diri, dia memprotes dia tidak pernah diperbolehkan memasuki wilayah itu.*/Nashirul Haq AR