Hidayatllah.com–Angkatan Laut ‘Israel’ mencegat dan merampas kapal dalam misi kemanusiaan menuju Gaza Palestina berisi 22 aktivis saat kapal mendekati Gaza hari Ahad (29/07/2018).
Armada bernama Kapal Al Awda, dinilai penjajah ‘Israel’ telah melanggar perintah untuk berhenti berlayar menuju Jalur Gaza.
“Koalisi Kebebasan Flotilla menyerukan pada Pemerintah Norwegia, pemerintah nasional yang berada di Kapal Al Awda dan Freedom [Flotilla], pemerintah nasional negara lainnya, dan organisasi internasional yang relevan untuk segera bertindak,” kata Pemimpin delegasi Norwegia Torstein Dahle dari dari Freedom Flotilla Coalition (Koalisi Freedom Flotilla) dikutip The Jerusalem Post.
“Masyarakat internasional harus memikul tanggung jawabnya dan menuntut otoritas ‘Israel’ untuk memastikan keselamatan mereka yang berada di kapal, pengiriman cepat hadiah kami kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza, mengakhiri blokade ilegal atas Gaza, dan berhenti menghalangi hak hukum kami dari perjalanan tak berdosa menuju Gaza untuk memberikan persediaan medis yang sangat dibutuhkan, ” tambahnya.
Kapal yang membawa bantuan dan persediaan medis senilai € 13.000, seharusnya mencapai Jalur Gaza Ahad malam tetapi, menurut para aktivis, Angkatan Laut penjajah ‘Israel’ mencegat Kapal Al Awda (The Return) kurang dari 60 mil laut dari daerah kawasan pantai yang diblokir.
Kapal berlayar di bawah bendera Norwegia dan berangkat dari Italia dengan 22 aktivis, termasuk aktivis ‘Israel’ Yonatan Shapira, dalam upaya keempatnya mematahkan blokade penjajah melalui laut.
Baca: Zionis-’Israel’ Tawan Kapal Zaytouna-Oliva dalam Misi Menembus Blokade Gaza
Aktivis lainnya berasal dari Australia, Kanada, Prancis, Jerman, ‘Israel’, Malaysia, Selandia Baru, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat.
“Tujuan kami untuk mengangkat blokade atas Gaza. Ketika sebuah kelompok sipil berperang melawan kelompok lebih besar seperti negara, ia harus mengembangkan ide-ide kreatif agar berhasil, dan saya akan senang mendengar ide-ide semacam itu dari masyarakat,” kata Yonatan Shapira dikutip Ynet.
Aktivis ‘Israel’ lainnya yang ikut rombongan dikutip Ynet mengatakan akdi damai mingguan bertajuk “Great Return March“ di sepanjang perbatasan Gaza memberi para aktivis “motivasi” untuk bergabung dengan armada kebebasan ini.
CEO Humanitarian Care Malaysia (MyCARE) Kamarul Zaman Shaharul Anwar yang ikut rombongan mengatakan Kapal Al-Awda terputus hubungan komunikasi dengan pihak media Freedom Flotilla Coalition (FFC) dan dalam laporan terakhir radio kapal. Mereka melihat empat kapal perang ‘Israel’ sedang mendekati kapal tersebut .
Ia mengatakan pihaknya tidak dapat menghubungi perwakilan Malaysia dalam kapal itu menggunakan telepon satelit seperti biasa dan Pusat Pemantauan Just Future for Palestine (JFP) MyCARE terputus hubungan dengan anggota misi JFP.
Baca: Kapal Kemanusiaan untuk Palestina Resmi Diberangkatkan dari Gaza
“Kami kehilangan kontak dengan kapal itu pada 7.15 malam ini (waktu Malaysia) dan (pada) kurang 49 mil laut dari Gaza,” katanya dalam satu pernyataan dikutip Bernama.
Banyak orang dalam koalisi armada kebebasan terkait dengan kampanye di Gaza, tetapi armada ini direncanakan sebelum itu tanpa koneksi ke kampanye, kata Zohar Regev pada situs berita itu.
Mengikuti Al Awda adalah kapal pesiar berbendera Swedia yang disebut Freedom Italy, terdiri 36 aktivis dari 15 negara yang berbeda, kata Zaher Birawi, Kepala Komite Internasional untuk Memutus Pengepungan Gaza.
Dua kapal ini telah memakan waktu sekitar dua bulan untuk mencapai pantai Gaza, setelah berlayar dari Skandinavia dan berhenti di sepanjang jalan di beberapa kota pelabuhan di Eropa.
Mereka adalah bagian armada kebebasan yang lebih luas, yang terdiri dari beberapa kapal dengan aktivis pro-Palestina yang secara teratur terus berusaha mematahkan blockade penjajah.
Kebanyakan kapal telah dibajak oleh penjajah ‘Israel’ beberapa belas mil dari pantai di Gaza dan kemudian ditarik ke Pelabuhan Ashdod, dimana para aktivisnya ditahan, diinterogasi dan dideportasi dari ‘Israel’.*