Hidayatullah.com–Mantan Menteri Pertahanan ‘Israel’, Avigdor Lieberman, mengatakan tidak satupun sanggup melenyapkan Hamas di Gaza dengan kekuatan militer.
Dalam sebuah wawancara ia mengatakan, ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Lieberman pernah mencoba menghentikan kekuasaan Hamas melalui dialog langsung dengan warga Gaza.
Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun TV ‘Israel’ Channel 12, Lieberman mengatakan “Saya mendapat banyak kritikan dari rekan-rean saya terkait kebijakan saya dalam kasus Gaza. Saya katakan kepada mereka bahwa Hamas tidak bisa dijatuhkan dengan senjata. Oleh Karena itu saya mengambil cara lain, agar warga Gaza paham jika ingin hidup dalam kondisi aman dan sejahtera mereka harus menjatuhkan Hamas.”
Lieberman menyebutkan tidak ada kesepakatan apapun antara ‘Israel’ dan Hamas sampai saat ini. Pemerintah ‘Israel’ sengaja memberikan beberapa kebebasan kepada Gaza dan membuka perbatasan Karm Abu Salim, agar pemerintah bisa berdiskusi langsung dengan warga sipil Gaza.
Baca: Hamas Merayakan Pengunduran Diri Lieberman sebagai ‘Kemenangan Politik’
Jumat minggu lalu, Lieberman mundur dari jabatannya sebagai aksi protes terhadap kebijakan pemerintah penjajah yang menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Pejuang Palestina.
Tidak hanya Lierbeman, beberapa menteri lainnya juga mengancam mengundurkan diri, dan memaksa untuk dilakukan Pemilu dini.
“Kami saat ini memberi makan monster, yang, jika kami tidak menghentikan persenjataan kembali dan pembangunan kekuatannya, dalam setahun kami akan mendapatkan kembaran untuk Hizbullah – dengan semua yang diperlukan,” katanya setelah pertemuan perpisahan dengan perwira senior IDF dan tentara serta pejabat keamanan sipil usai mengundurkan diri.
Baca: Menteri Pertahanan ‘Israel’: “Saya Tak Peduli dengan Negara Palesina’
Liberman menuduh pemerintah “memberikan kekebalan” kepada para pejuang Hamas dengan menandatangani gencatan senjata dengan kelompok itu setelah mendekati 500 mortir dan roket ditembakkan ke ‘Israel’ selatan selama eskalasi kekerasan terakhir pekan lalu.
“Itu tidak masuk akal bahwa setelah Hamas meluncurkan sekitar 500 roket ke komunitas ‘Israel’ di luar Gaza, di bagian selatan negara itu, kepala Hamas secara efektif mendapatkan kekebalan dari kabinet keamanan ‘Israel’,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Hamas mengendalikan Jalur Gaza dan kepemimpinannya didukung masyarakat Palestina. Kelompok pejuang pembebasan ini sampai hari ini menjadi salah satu gerakan paling ditajuki penjajah ‘Israel’.*