Hidayatullah.com– Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa pemerintahannya mengakhiri semua perjanjian yang ditandatangani dengan Israel dan Amerika Serikat (AS), Selasa (20/2).
Presiden Abbas membuat pengumuman itu selama pertemuan darurat di Ramallah guna membahas rencana Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat. Dia mengatakan keputusan itu termasuk perjanjian keamanan dengan Israel, termasuk yang ditetapkan dalam Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993.
“Organisasi Pembebasan Palestina dan Negara Palestina, dibebaskan sampai hari ini, dari semua perjanjian dan pemahaman dengan pemerintah Amerika dan Israel dan semua kewajiban berdasarkan pada pemahaman dan perjanjian ini, termasuk yang keamanan,” kata Abbas.
Pengumuman dramatis itu muncul ketika Israel bersiap untuk mencaplok wilayah Tepi Barat dalam sikap yang dicanangkan oleh pemerintah koalisi baru yang disumpah pada hari Ahad (18/5).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji dalam kampanye pemilihannya untuk mencaplok wilayah Lembah Jordan di wilayah Palestina.
Abbas mengatakan, pemutusan perjanjian itu berarti Israel sekarang harus memikul semua tanggung jawab dan kewajiban di depan komunitas internasional sebagai kekuatan penjajahan.
Dia juga menyerang AS, yang di bawah pemerintahan Donald Trump telah mengambil garis keras terhadap Palestina, termasuk memindahkan kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem.
“Kami menganggap pemerintah Amerika bertanggung jawab penuh atas penindasan yang menimpa rakyat Palestina dan kami menganggapnya sebagai mitra utama dengan pemerintah penjajah Israel dalam semua keputusan dan tindakan agresif dan tidak adil terhadap rakyat kami,” kata Abbas dikutip Arabnews.*