Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

AS Pulihkan Bantuan untuk Palestina, Buka Kembali Misi Diplomatik di Bawah Pemerintahan Joe Biden

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 27 Januari 2021 17:16 5:16 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 27 Januari 2021 17:16
Bagikan
biden, penindasan muslim uighur
Bagikan

Hidayatullah.com–AS telah mengumumkan akan membuka kembali misi diplomatik Palestina yang ditutup oleh pemerintahan Trump sebelumnya dan memulihkan bantuan untuk Palestina, lapor The New Arab. Pejabat Duta Besar AS untuk PBB Richard Mills mengatakan kepada Dewan Keamanan pada hari Selasa (26/01/2021) bahwa Washington ingin beralih dari kebijakan permusuhan mantan Presiden Donald Trump ke Palestina.

Mills menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan mengembalikan program bantuan AS kepada Palestina guna menciptakan lingkungan yang stabil.  Kebijakan Timur Tengah Biden “akan mendukung solusi dua negara yang disepakati bersama, di mana ‘Israel’ hidup dalam perdamaian dan keamanan, di samping negara Palestina yang layak,” kata Mills.

Dia menambahkan bahwa perdamaian tidak dapat diberlakukan, dengan mengatakan bahwa kemajuan diplomatik akan membutuhkan persetujuan dan kerja sama bersama dari Palestina dan ‘Israel’.  Mills meminta penduduk ‘Israel’ dan Palestina untuk menghindari tindakan sepihak – termasuk aneksasi, aktivitas pemukiman, dan pembayaran kepada tahanan – untuk menjaga kelangsungan solusi dua negara.

Mantan Presiden AS Donald Trump menutup kantor perwakilan Otoritas Palestina di Washington dan memutus pendanaan AS ke Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada 2018.  Hal ini sangat mempengaruhi kemampuan badan PBB untuk memberikan bantuan dan layanan kesehatan kepada pengungsi Palestina di Jalur Gaza pada khususnya.

Pada November 2020, Komisaris Jenderal UNRWA Phillippe Lazzarini mengatakan bahwa badan PBB itu “di tepi jurang”, tidak dapat menutupi pengeluarannya untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. UNRWA didirikan pada tahun 1949 untuk memberikan bantuan dan layanan pembangunan bagi pengungsi Palestina yang diusir oleh pasukan ‘Israel’ dari tanah air mereka selama perang Arab-‘Israel’ 1948. Ia adalah satu-satunya badan PBB yang didedikasikan untuk membantu pengungsi di daerah konflik.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

‘Israel’ telah lama menuntut agar UNRWA dibubarkan, karena keberadaan badan tersebut terus menarik perhatian pada pengungsian dan kesulitan pengungsi Palestina. *

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelJoe Bidenpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Bintang NBA Stephen Jackson Masuk Islam
Tulisan selanjutnya Inggris Jadi Negara Pertama di Eropa yang Mencatat >100.000 Kematian Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?