Hidayatullah.com — Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan siap jika harus perang dengan zionis ‘Israel’ selama enam bulan. Pernyataan ini diungkapkan salah seorang pejabat senior Hamas kepada TV al-Mayadeen pada Senin.
“Ada rencana Israel untuk menyerbu Al-Aqsa pada tanggal 15 Ramadhan, dan ini adalah hal paling berbahaya yang bisa dilakukan musuh,” kata Zaher Jabarin, anggota biro politik Hamas.
“Perlawanan Palestina tidak akan tinggal diam (…) Kami telah mempersiapkan untuk musuh dan kami memiliki (kekuatan) cukup untuk berperang selama enam bulan berturut-turut,” tambah Jabarin menjelaskan betapa siap nya Hamas jika harus perang.
Sementara itu, beberapa kelompok ekstremis Yahudi mengajak pemukim ‘Israel’ untuk ambil bagian dalam “pengorbanan Paskah” di halaman Masjid Al-Aqsha yang akan diadakan Jumat depan.
Kelompok-kelompok tersebut mengumumkan menghadiahi uang $3,200 atau setara Rp 45 juta kepada mereka yang mampu membawa hewan ke kompleks Masjidil Aqsa dan berhasil melaksanakan kurban.
Sementara mereka yang berhasil masuk kompleks Masjidil Aqsa namun gagal berkurban akan dihadiahi $200 atau setara Rp 2 juta. Sedangkan mereka yang mencoba dan gagal masuk akan dihadiahi $ 120, setara Rp 1,7 juta.
Ajakan untuk menyerbu Masjidil Aqsa muncul setelah kelompok ekstrimis Yahudi mengadakan upacara di dinding selatan kompleks suci umat Islam itu.
Sebuah sumber anonim yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada The New Arab pada Selasa (12/04/2022), “Gerakan itu telah menyampaikan pesan kepada orang Mesir bahwa mengadakan ritual keagamaan Yahudi dan menyembelih ternak di dalam Masjidil Aqsa, melanggar garis merah, dan akan mengarah ke ledakan situasi.”
Sumber itu mencatat bahwa “perlawanan memberi tahu orang Mesir bahwa ketergantungan [Israel] pada setiap perbaikan di Jalur Gaza dan isolasinya dari Yerusalem yang diduduki dan Tepi Barat, adalah penilaian yang salah.”
“[Israel] hanya memiliki satu pilihan dalam beberapa hari mendatang: mencegah provokasi di Yerusalem, Masjid Al-Aqsa dan Tepi Barat, terutama kota Jenin,” tambah sumber itu.
Selama berminggu-minggu sekarang, wilayah Palestina yang diduduki di Tepi Barat dan Yerusalem telah menyaksikan peningkatan ketegangan antara Palestina dan ‘Israel’, yang menyebabkan pembunuhan sedikitnya 15 orang Palestina dan 14 pemukim ilegal Yahudi ‘Israel’.*