Hidayatullah.com — Tiga tentara zionis Israel dan seorang anggota pasukan keamanan Mesir tewas dalam baku tembak di dekat perbatasan, lapor sumber resmi dari kedua belah pihak.
Tentara Israel mengatakan seorang penyerang Mesir menembak mati dua tentara “di pagi hari… saat mereka mengamankan sebuah pos militer di perbatasan Mesir” di Gunung Harif, dekat kota Mitzpe Ramon di gurun Negev.
Penemuan jasad mereka memicu pencarian akan jasad tentara ketiga.
Sebuah pernyataan militer mengidentifikasi penyerang sebagai seorang polisi Mesir, mengatakan dia dibunuh oleh pasukan Israel setelah ditemukan “di wilayah Israel”.
Pernyataan itu mengatakan penyelidikan sedang dilakukan “bekerja sama penuh dengan tentara Mesir”.
Tentara Israel keempat, seorang bintara, terluka ringan dan dievakuasi ke rumah sakit, tambah militer.
Seorang juru bicara militer Mesir mengatakan “seorang anggota pasukan keamanan … mengejar penyelundup narkoba. Selama pengejaran, petugas keamanan melintasi pagar keamanan (perbatasan)” dan baku tembak terjadi.
Mesir adalah negara Arab pertama yang berdamai dengan Israel setelah perjanjian Camp David tahun 1978, meskipun rakyat Mesir menolak normalisasi dengan zionis.
Perbatasan bersama mereka sebagian besar tenang, meskipun kadang terjadi pemberontakan di Semenanjung Sinai Mesir dan sesekali baku tembak antara penyelundup narkoba dan pasukan Israel.
Militer Israel awalnya menolak untuk mengkonfirmasi laporan media tentang dua kematian pertama.
Insiden di perbatasan
Beberapa jam sebelum penembakan mematikan itu, tentara Israel telah menggagalkan upaya operasi penyelundupan narkoba di perbatasan, menyita barang-barang selundupan yang diperkirakan bernilai 1,5 juta shekel ($400.000), kata seorang juru bicara.
Juru bicara itu menambahkan bahwa tidak ada kaitan antara penyitaan narkoba dan serangan di pos perbatasan.
Sebelumnya, beberapa kali terjadi insiden di sepanjang perbatasan Israel dengan Mesir.
Pada tahun 2011, penyerang yang masuk dari Sinai membunuh delapan orang Israel dalam penyergapan tiga kali di utara Eilat. Pasukan Israel lantas menewaskan tujuh penyerang dan lima polisi Mesir.
Pada 2012, seorang tentara Israel dan tiga militan yang menyusup dari Sinai tewas dalam baku tembak di sepanjang perbatasan.
Pada tahun 2014, dua tentara Israel yang sedang berpatroli terluka oleh orang tak dikenal yang menembakkan senjata anti-tank dari Sinai selama upaya penyelundupan narkoba.
Dan pada 2015, roket yang ditembakkan dari Sinai menghantam Israel selatan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kelompok Negara Islam kemudian mengaku bertanggung jawab.