Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Penjajah Larang Bantuan Medis ke Gaza di Tengah Bencana Kelaparan

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2024 16:15 4:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2024 16:45
Bagikan
Kelaparan di Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa misi bantuan medis yang saat ini beroperasi di Jalur Gaza telah dilarang oleh penjajah “Israel“. Mereka tidak lagi diizinkan mengakses pasien di daerah itu.

Menurut laporan Middle East Eye, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan hal tersebut kepada kelompok medis setelah “Israel” memberitahu melalui pesan teks.

Di antara misi medis tersebut adalah Fajr Scientific, Glia, dan the Palestinian American Medical Association (PAMA). Pihak penjajah tidak memberikan alasan yang jelas kenapa larangan itu dikeluarkan.

Dilansir oleh Washington Post, WHO menyatakan prihatin dengan dampak larangan tersebut, sebab sistem medis di Gaza sedang kritis. Keberadaan tim medis darurat sangat penting untuk menjaga sistem tetap berjalan, karena hanya 17 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih bisa beroperasi.

Bencana Kelaparan

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

WHO mendesak kepada ‘Israel” agar misi medis difasilitasi masuk ke Gaza. Pasalnya, saat ini telah terjadi kekurangan gizi dan penyakit yang merajalela. Tidak ada makanan atau bantuan apapun yang masuk terutama ke Gaza utara sejak 1 Oktober 2024, di tengah operasi darat besar-besaran membabibuta yang terus dilakukan oleh penjajah “Israel”.

“Ini adalah vonis mati bagi ribuan pasien,” kata the International Centre of Justice for Palestinians (ICJP) dalam pernyataan tertulis. “Organisasi-organisasi tersebut telah mengirim ratusan delegasi medis untuk memberikan bantuan yang menyelamatkan nyawa warga Palestina yang sakit dan terluka di Gaza selama dua belas bulan terakhir.”

Tim medis dari organisasi-organisasi tersebut telah merawat lebih dari 15.000 pasien sejak Oktober 2023. Mereka juga mengirimkan tim spesialis bedah, trauma, kedokteran anak, dan bedah syaraf. ICJP menambahkan bahwa mungkin ada kelompok lain yang juga terkena dampak dari larangan ini.

Seluruh penduduk Jalur Gaza saat ini berisiko menderita kelaparan akut. Situasi diperkirakan akan memburuk karena penjajah memperketat pengepungannya dan terus membombardir Gaza tanpa henti. Ancaman kelaparan semakin tinggi. Persediaan makanan, air, bahan bakar, dan peralatan medis semakin menipis.

The Integrated Food Security Phase Classification (IPC) mengatakan, sekitar 1,84 juta orang di seluruh Gaza mengalami kerawanan pangan akut. Di antaranya sekitar 133.000 orang tergolong suffering catastrophic food insecurity (menderita bencana kerawanan pangan).

IPC yang melakukan analisis antara 30 September dan 4 Oktober 2024, memperkirakan jumlah orang yang mengalami kelaparan parah akan meningkat hampir tiga kali lipat dalam beberapa bulan mendatang.

Dokumen Mengerikan

Pada 9 Oktober 2024 lalu, The New York Times menayangkan esai berjudul “65 Doctors, Nurses and Paramedics: What We Saw in Gaza”. Tulisan tersebut merupakan hasil tim yang dipimpin Feroze Sidhwa, seorang dokter bedah trauma di PAMA, salah satu organisasi medis yang kini dilarang “Israel”. Dokumen itu juga memuat kesaksian dari Mimi Syed, seorang dokter gawat darurat yang juga merupakan relawan PAMA.

Isinya mengerikan. Misalnya gambaran secara rinci keadaan pasien anak-anak yang ditembaki di kepala. Ini menunjukkan bahwa anak-anak menjadi sasaran tembak tentara “Israel”.

Dokumen tersebut juga menyoroti besarnya luka bakar dan cedera yang dialami anak-anak. Dan hanya sedikit yang mendapat bantuan psikiater.

Tak lama setelah tulisan tersebut diterbitkan, The New York Times diserang netizen. Media ini dianggap “mengabaikan kebrutalan HAMAS” dan “menyalahkan Israel”.

Sedangkan beberapa media lain mengutip pejabat atau tentara “Israel” yang menyebut pencitraan para dokter itu dibuat-buat.

“Kami mendukung esai ini dan penelitian yang mendasarinya,” tulis editor opini The New York Times, Kathleen Kingsbury. “Kami telah menyunting esai tamu ini secara saksama sebelum mempublikasikan, memverifikasi laporan dan gambar melalui bukti foto dan video spendukung serta metadata berkas. Kami juga memeriksa kredensial dokter dan perawat.”

Tulisan tersebut menyajikan hasil pemindaian para ahli independen yang mengkhususkan diri dalam luka tembak, radiologi, dan trauma pediatrik. Kredibiltasnya telah teruji, kata Kingsbury.

Dalam dokumen tersebut juga ada foto-foto korban. Namun foto-foto itu “terlalu mengerikan untuk dipublikasikan”, kata The New York Time.

Karena “Israel” tidak menginzinkan jurnalis masuk ke Gaza, para profesional medis merupakan salah satu dari sedikit orang yang dapat membagikan apa yang mereka saksikan kepada dunia luar.*/Pambudi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuan medisgazagenosidaHeadlineisraelJalur Gazapemboman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengangguran Melanda China,  Sarjana Fisika hanya jadi Petugas Kebersihan
Tulisan selanjutnya Sebut Yahya Sinwar “Teroris”, Kantor MBC TV Milik Saudi Dibakar Massa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan

Berita
21 Juni 2026 14:19
Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah

Terbaru

  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?