Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Warga Gaza Tidur Nyenyak untuk Pertama Kalinya sejak 15 Bulan

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Januari 2025 18:09 6:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Januari 2025 18:10
Bagikan
Anggota keluarga pengungsi duduk dengan barang-barang mereka di samping reruntuhan bangunan yang runtuh di kamp Jabalia untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza utara. - Foto AFP
Bagikan

Hidayatullah.com—Untuk pertama kalinya dalam 15 bulan, warga Palestina dapat tidur nyenyak tanpa khawatir bom atau serangan artileri penjajah “Israel” yang tiba-tiba menghantam rumah atau tenda mereka.

Ahad pagi, masih ada kekhawatiran dan ketidakpastian karena tertundanya pelaksanaan gencatan senjata.

Namun, pada pukul 11.30 kemarin, ketika gencatan senjata mulai berlaku, perasaan lega menyelimuti semua orang karena adanya jeda yang sangat dibutuhkan dari kekerasan yang sedang berlangsung.

Kendati dirundung kecemasan, sejak kemarin pagi masyarakat mulai merayakan, merasakan kegembiraan, dan menyambut perdamaian yang telah lama dinantikan.

صاحب الأرض الحقيقي.. فلسطيني يجلس أمام منزل المدمر في مدينة رفح جنوب القطاع pic.twitter.com/0bcCavIOu0

— شبكة قدس الإخبارية (@qudsn) January 20, 2025

Ribuan pengungsi Palestina di Gaza, membawa tenda, pakaian dan barang-barang pribadi, mulai pulang ke rumah mereka, setelah gencatan senjata yang telah lama ditunggu-tunggu.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Mereka meninggalkan tempat tenda mereka untuk kembali ke daerah tempat tinggal lama, memeriksa rumah mereka dan mencoba membangun kembali kehidupan mereka.

Akan tetapi, banyak di antara mereka yang tidak menemukan apa pun di lokasi tempat tinggal mereka sebelumnya, sebab hampir semuanya telah hancur total akibat pengeboman gencar dan genosida penjajah ‘Israel’ selama 15 bulan, hingga seluruh Jalur Gaza berubah menjadi tumpukan puing.

بدأ النازحون العودة إلى منازلهم المدمرة في شمال مدينة غزة بعد انسحاب قوات الجيش الإسرائيلي.

حتى هذه اللحظة، لم يدخل موعد تنفيذ وقف إطلاق النار حيز التنفيذ .

الكثيرون لم يستطيعوا الصبر أو الانتظار الساعات القليلة المتبقية.

حماكم الله، وعودتكم تُسعد قلوبنا. pic.twitter.com/pDkIsuFneY

— Tamer | تامر (@tamerqdh) January 19, 2025

Selama 471 hari genosida, rakyat tidak diberi waktu jeda kecuali gencatan senjata sementara selama seminggu pada bulan Desember 2023.

Itulah satu-satunya minggu mereka bisa tidur tanpa mendengar suara pesawat tak berawak dan sekarang, kesunyian dan kedamaian di Gaza terasa aneh dan tidak biasa bagi sebagian besar penduduknya.

Ragheb Masoud, 41 tahun, termasuk di antara mereka yang bertekad untuk kembali. “Saat pagi tiba, orang-orang menjadi semakin tidak sabar dan bergerak menuju kamp dan sekitarnya,” ujarnya kepada The National.

“Kehancuran tak terlukiskan – jalan-jalan penuh puing-puing, mayat-mayat berserakan, dan tidak ada lagi yang tersisa.”

Sesampainya di rumahnya di Fallujah, Masoud merasa sangat terkejut. “Rumah saya adalah tempat perlindungan bagi keluarga saya yang beranggotakan tujuh orang dan keluarga saudara laki-laki saya yang beranggotakan enam orang. Sekarang, yang tersisa hanyalah jalanan. Tentara Israel menghancurkan segalanya – tidak ada kehidupan yang tersisa di Gaza utara,” katanya.

Kegembiraan

Di Baytunya, wilayah Palestina, suara petasan dan kembang api menggantikan suara bom saat dua bus yang membawa tahanan Palestina yang dibebaskan berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza harus mengarungi lautan manusia saat mereka tiba di Tepi Barat pada pukul 2 pagi.  

Mereka adalah bagian dari 90 tahanan Palestina di penjara Israel yang dibebaskan setelah gencatan senjata yang juga mengakibatkan tiga sandera Israel dibebaskan oleh pejuang Hamas.

Selama 42 hari ke depan, sekitar 1.900 warga Palestina diperkirakan akan dibebaskan sebagai ganti 33 sandera ‘Israel’ yang ditawan pejuang di Gaza.

Orang-orang berkumpul lebih awal di sebuah bukit di Beitunia untuk melihat penjara Ofer milik “Israel”, tempat para tahanan dibebaskan.

Sejauh ini, lebih dari 47.000 warga Palestina telah terbunuh oleh serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, menurut pejabat medis di Gaza. Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza sekarang tuna wisma.

Gencatan senjata kali ini menetapkan bahwa pertempuran akan dihentikan, bantuan akan dikirim ke Gaza dan 33 dari hampir 100 sandera Israel dan asing yang tersisa akan dibebaskan dalam fase enam minggu pertama dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina di penjara ‘Israel’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazagencatan senjatagenosida GazaHeadlineisraelpalestinatidur nyenyak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keputusan Pembelajaran Ramadhan Sudah Diputuskan 3 Kementerian
Tulisan selanjutnya 5 Tips Mudah Peroleh Sertifikat Halal Menurut LPPOM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?