Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Tidak Jelas Alasan Penangkapan Mahasiswa Indonesia di Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2003 19:42 7:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2003 19:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Entahlah, bagimana nasib dua pelajar Indonesia yang kini dikabarkan tengah ditangkap pihak intelijen Pakistan.

Sampai hari ini, Rusman Gunawan dan Muhammad Syaifuddin, dua mahasiswa Indonesia di Karachi belum ketahuan kabarnya.

Meski tidak jelas mereka ditangkap atas kesalahan apa, namun kemarin, surat kabar Pakistan memberitakan dua mahasiswa ini diserahkan pihak AS.

Sementara itu, jurubicara kementrian luar negeri Pakistan mengatakan bahwa penangkapan tersebut atas permintaan negara bersangkutan. Itulah yang kemudian memunculkan berbagai tanggapan, diantaranya pernyataan Ketua MPR Amien Rais yang menyatakan pemerintah Indonesia tak mampu menjaga warganya di negara lain.

Berikut ini bantahan tegas Konjen RI di Karachi, Temu Alam. Yang lebih aneh, pihak KBRI tak tahu menahu. Inilah bantahan Temu Alam seperti dikutip dalam wawancara dengan Radio Nederland (RN) dengan Temu Alam (TA).

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Temu Alam [TA]: Ada dua mahasiswa kita yang ditangkap tetapi dalam waktu yang berbeda. Yang pertama saudara Gun Gun Gunawan itu ditangkap tanggal 1 September 2003 tapi kita diberi laporan setelah empat hari kemudian. Jadi tanggal 4 September kita dapat laporan dari pihak universitas tempat si Gun Gun belajar bahwa dia ditahan. Yang kedua Muhammad Saifudin itu ditangkap hari Sabtu kemarin.

Radio Nederland [RN]: Apakah sudah ada kabar mengenai mereka saat ini?

TA: Belum, itu yang sedang kita upayakan. Kita saat ini sedang berupaya untuk mendapatkan konsuler akses untuk menemui kedua warga negara Indonesia tersebut. Di mana mereka berada. Kita sudah mengirim surat ke semua jalur-jalur diplomatik kita. Melalui kementrian luar negerinya. Kalau di Karachi ke Kapoldanya, ke home secretaries (Departemen Dalam Negeri -red.) nya dan ke gubernurnya. Di tingkat Pusat, di tingkat kedutaan mereka sudah kirim surat ke manajemen crisis cell, kementrian dalam negri. Untuk memberikan konsuler akses kepada kita. Tapi sampai sekarang belum ada jawabannya. Mereka baru janji-janji saja.

RN: Jadi kalau begitu sampai sekarang belum jelas sama sekali juga mengapa mereka ditangkap?

TA: Belum tahu, kalau berita simpang siur macam-macam. Ada yang mengatakan dia adiknya Hambali, ada yang mengatakan dia terkait dengan jaringan Al Qaidah atau jaringan Jamiyah Islamiyah. Tapi secara resmi kita belum menerima tuduhan itu dari aparat Pakistan.

RN: DI samping dua mahasiswa itu juga ada sejumlah mahasiswa Malaysia kalau tidak salah.

TA:Ya yang banyak memang mahasiswa Malaysia dan ada satu kalau tidak salah dari Myanmar. Tapi itu kita baca dari koran, kita tidak dapat informasi langsung dari pihak keamanannya. Tapi yang berbarengan dengan Saudara Saifuddin pada saat itu cuma lima. Lima mahasiswa Malaysia dari universitas yang sama.

RN: Kalau mereka ditangkap dari universitas yang sama apakah pihak universitas juga tidak bisa memberikan penjelasan kenapa mereka ditangkap?

TA: Oh mereka malah dibentak kalau seandainya mereka tidak memberikan akses dan tidak memberi kemudahan kepada pihak keamanan utnuk menangkap mereka, Mereka akan melakukan tindakan kepada pengurus universitas itu sendiri. Bahkan principle nya (rektor-red) kemarin diancam.

RN: Yang melakukan penangkapan itu siapa?

TA: Kalau yang pertama Gun Gun Gunawan itu mereka tidak secara jelas mengatakan pihak intelijen. Tapi pada saat penangkapan saudara Saifuddin, dia mengatakan dengan jelas, kalau menurut keterangan dari pengurus universitas Abubakar Islamic University, tempat Gun Gun belajar. Nah pengurus itu mengatakan secara jelas mengatakan aparat Intelijen Pakistan.

RN: Jurubicara pemerintah Pakistan Mahsud Khan mengatakan bahwa penangkapan itu adalah atas permintaan pemerintah masing-masing. Benar itu pak?

TA: Yah itu tidak benar sama sekali kita sudah konfirmasi ke pusat. Ke Deplu Pusat mengenai pernyataan itu tapi kita dapat berita dan dinyakinkan oleh Deplu Pusat bahwa itu tidak ada. Kalau ada masak KJRI atau KBRI kita di Islamabad tidak diinformasikan.

RN: Kalau begitu KBRI di Islamabad juga sudah melayangkan surat protes?

TA: Bukan protes. Tapi kita menanyakan hak kita. Kan setiap perwakilan punya konsuler akses begitu. Seusai dengan Vienna Convention mengenai kekonsuleran, kita punya hak untuk ini dan pemerintah setempat berkewajiban untuk memberi tahu kita kalau ada penangkapan warga negara kita. Kaidah-kaidah itu yang kita pertanyakan. (rnlwl)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya YLBHI Akan Mempraperadilankan Polri
Tulisan selanjutnya Sumber Air Kita Pun Mau Dirampok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Berita
8 Juni 2026 21:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?