Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Anak Super Dahsyat di Kampung Sederhana Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2014 07:27 7:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2014 07:27
Bagikan
Syeikh Fahd Al Kandari dan Syarif Sayyid Mustafa Hassanin (12 tahun)
Bagikan

Hidayatullah.com–Salah satu acara Wisata Quran yang dipandu oleh Syeikh Fahd Al Kandari, berkunjung ke Mesir untuk menemui seorang anak yang sangat luar biasa.

Sebagaimana diketahui, melalui program Wisata Quran, Syeikh  Fahd Al Kandari, yang memandu acara ini sering berkeliling ke sejumlah negara muslim untuk menyaksikan dan menemui para tahfidz dan bagaimana pengembangan pengajaran Al-Quran di berbagai negara seperti di Mesir, Tunisia, Senegal, Indonesia, China, Qatar, dan Kuwait.

Program Wisata Quran bergerak menuju kecamatan “Manshiat Nasr”. Sebuah kecamatan yang sederhana dan miskin. Miskin dan sederhana tetapi di dalamnya tinggal seorang anak yang luar biasa, namanya Syarif Sayyid Mustafa, seorang hafidz Al-Qur’an yang masih berusia 12 tahun.

Dia benar-benar anak yang luar biasa, jenius. Kenapa? Karena dia tidak hanya luar biasa dalam Al-Qur’an. Dia juga hafal Al-Qur’an, belajar qiro’ah shugra (bacaan kecil) dan qiro’ah kubra (besar).

Dia memiliki banyak kelebihan. Di antaranya mampu menghafal Kitab Hadits al Bukhari dan Muslim.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

“Bi’idznillah (dengan izin Allah) pada pertemuan ini, di mana saya sangat bahagia. Begitu juga kalian bi’idznillah akan bahagia dan mengambil banyak manfaat serta pengaruhnya akan sangat besar terhadap kalian bersama syarif,” demikian kutip Syeikh Fahd Al Kandari.

Inilah petikan wawancara anak luar biasa itu dengan Syeikh Fahd al Kandari.

Syeikh Fahd: Bagaimana kabar Anda, Syeikh Syarif?

Syarif:  Kami lebih bahagia dari kalian. Barakallaahu fiik. Alhamdulillah saya baik

Syeikh Fahd: Bisakah Anda menceritakan nama lengkap Anda?

Syarif: Nama saya Syarif Sayyid Mustafa Hassanin. Dengan karunia Allah, aku memulai perjalanan dengan Al-Quran, yaitu dengan menghafalnya pertama kali.

Pada waktu itu aku masih berumur tiga tahun. Dari usia tiga tahun sampai tujuh setengah tahun, pada waktu itu aku hanya mampu menghafal 4 juz. Setelah itu dari umur tujuh tahun setengah sampai tujuh tahun delapan bulan, yaitu selama tiga bulan, dengan karunia Allah aku telah mengkhatamkan Al Qur’an semuanya.

Syeikh Fahd: Jadi Anda mengkhatamkannya hanya dalam waktu tiga bulan?

Syarif: Iya

Syeikh Fahd: Bagi kita, mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tiga bulan dengan sempurna tentu tidaklah mudah. Contohnya saya, menghahafal Al-Qur’an selama satu tahun tujuh bulan. Semua orang yang menghafal Al-Qur’an menghabiskan waktu dua tahun atau dua setengah tahun akan tetapi Syarif menghafal Al-Qur’an hanya dalam waktu tiga bulan.
Syeikh Fahd: Anda, wahai Syeikh Syarif, mulai menghafal Al-Qur’an sejak usia tiga tahun.

Syarif: Iya

Syeikh Fahd: Dari umur tiga tahun sampai tujuh setengah tahun Anda hanya hafal 4 juz. Ini sangat sedikit.

Syarif: Iya tentu

Syeikh Fahd: Akan tetapi, apa yang terjadi setelah usia tujuh tahun, Anda sangat berbeda dengan watu tiga bulan? Hal itu membuat Anda mampu menghafal Al-Qur’an semuanya. Apa yang terjadi dengan tiga bulan ini?

Syarif: Baarakallaahu fiik. Saya tentu pada awal mulanya karena peran orangtua. Tentu seorang ibu itu membuat anaknya menjadi baik, karena ibu merupakan madrasah (tempat belajar).

Syeikh Fahd: Baarakallaahu fiik

Syarif: Beliau adalah orang yang pertama membimbing saya. Beliau menyemangati saya untuk belajar kepada Syeikh di sekolah Al-Qur’an. Beliau sendirian yang membantu saya, karena aya saya punya bisnis. Jadi ayah saya tidak punya waktu senggang kecuali sedikit. Ayah juga membantu saya, tapi hanya sedikit. Pada suatu malam, di bulan yang keenam, kami ada acara haflah (pesta) di sekolah yang diadakan untuk para siswa penghafal Al-Qur’an yang lulus dari sana.

Tentu saja pada waktu itu saya hanya hafal empat juz dan aku tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan penghargaan. Akan tetapi saya memiliki kemampuan berceramah dan menyampaikan syair. Jadi Syeikh memberiku 22 bait syair lalu berkata kepadaku; ”Kamu punya waktu dua jam sampai nanti selesai jadwal sekolah untuk menghafal. Lalu pulang dan sisanya disempurnakan di rumah bersama ayahmu. Besok datang ke sini kamu harus sudah hafal,” ujar beliau.

Kemudian saya mojok dan menghadapkan wajah saya ke dinding lalu mulai menghafal. Akhirnya aku selesai menghafalannya dalam waaktu setengah jam.

Syeikh Fahd: Dalam setengah jam 22 bait syair?

Syarif: Iya

Syeikh Fahd: MasyaAllah

Syarif: Kemudian saya menghadap Syeikh dan berkata kepadanya, ”Saya sudah selesai menghafal syair itu.” Syeikh berkata kepadaku ”Ttidak mungkin”. Beliau ragu dengan pernyataan saya.

Syeikh Fahd: Sampai beliau menyimak Anda?

Syarif: Iya, sampai beliau menyimak saya membacakan syair itu untuk beliau. Beliau melihat kebaikan pada diri saya. Kemudian beliau mengirim surat kepada ayah saya dan menjelaskan kepadanya, Anakmu telah diberikan suatu kelebihan oleh Allah Ta’ala dan Allah memilihnya dengan kelebihan ini, yang mana kelebihan ini tidak diberikan kepada seseorang atau diberikan kepada sedikit manusia. Dan Allah memilih mereka dengan kelebihan tersebut. Kelebihan tersebut adalah kekuatan dalam menghafal.

Maka perhatikanlah kelebihannya dan kembangkanlah. Sekarang dia mampu menghafalkan sesuatu yang seharusnya dihafal dua jam, dia hafal dalam waktu setengah jam. Sangat mungkin nanti ke depannya, sesuatu yang seharusnya dihafal dalam waktu lama, dia hafal dalam waktu cepat,” demikian ujar beliau.

Syeikh Fahd: Apakah Al-Qur’an lebih mudah daripada syair?

Syarif: Tentu. Allah berfirman:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

”Dan sungguh telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran”. (QS:  Al Qamar [54]: 22). Maka Al Qur’an adalah kitab samawi yang paling mudah.*/video diterjemahkan oleh Jundi Iskandar 
Video bisa klik di sini

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hafal al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PWNU Jabar Dukung Pembatasan Jam Operasional Hiburan Malam
Tulisan selanjutnya Kongres KPPSI akan Bahas Dua Agenda Besar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?