Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Muhammadiyah Tak Merasa Rugi Lukman Sardi Masuk Kristen

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Juni 2015 16:59 4:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Juni 2015 13:14
Bagikan
Musthofa B Nahrawardaya
Bagikan

Hidayatullah.com– Belum lama ini, di media sosial beredar video Lukman Sardi berpindah agama Kristen. Hal itu pun langsung ramai menjadi perbincangan netizen. Yang menarik, Lukman dikenal sebagai pemeran utama KH. Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah“.

Sebagaimana diketahui,  KH. Ahmad Dahlan, adalah seorang pelopor berdirinya salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah.

Muhammadiyah didirikan pertama kali, 18 November 1912 M (08 Dzulhijjah 1330 H), di Kampung Kauman Yogyakarta untuk mendukung usaha KH. Ahmad Dahlan dalam memurnikan ajaran Islam yang menurut anggapannya adalah banyak dipengaruhi oleh hal-hal mistik.

Murtadnya pemeran utama KH Ahmad Dahlan dari agama Islam menuju Kristen menimbulkan beragam tanggapan dari netizen. Secara khusus, hidayatullah.com mewawancarai  anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa B. Nahrawardaya. Berikut hasil wawancaranya.*

Dengan peritiwa ini, apakah Muhammadiyah merasa dirugikan atau menyesal?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Muhammadiyah nggak merasa rugi ataupun menyesal dengan masuknya Lukman sebagai bagian dari agama Kristen. Islam juga nggak akan rugi. Justru yang rugi juga Lukman sendiri.

Dia sudah puluhan tahun memeluk Islam kemudian murtad itu pilihan yang konyol. Kalau dia ingin murtad yah silahkan saja. Karena agama itu merupakan pilihan dan kami tidak bisa memaksa dia untuk kembali memeluk agama Islam.

Setiap orang bisa memilih agama A atau B, yang penting dia tahu resikonya. Islam itu jalan yang lurus, jika dia tidak memilih Islam berarti dia tidak mau memilih jalan yang lurus.

Islam itu terlalu besar, seribu orang non-Muslim masuk Islam itu nggak terasa. Berbeda dengan satu orang Islam masuk agama lain, itu sangat terasa. Karena, Islam itulah agama wajib yang sebetulnya harus dipeluk.

Yah, saat ini yang bisa kita lakukan mendoakan Lukman supaya mendapat petunjuk atau hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Saat Pembuatan Film “Sang Pencerah” apakah ijin ke pihak Muhammadiyah?

Iya, kami bahkan kenal dekat dengan sutradara film “Sang Pencerah” yaitu Hanung dan memang dia itu pernah bekerjasama dengan Muhammadiyah. Dia meminta pihak Muhammadiyah agar memberikan izin pembuatan film “Sang Pencerah” itu.

Sebetulnya, Muhammadiyah itu tidak dalam posisi menyetujui atau tidak. Saat itu kami sampaikan, “Jika mau bikin film, bikin saja. Karena itu bukan program Muhammadiyah”. Jadi yang pertama datang memang itu Hanung, untuk minta ijin kepada pihak Muhammadiyah dengan syarat sebelum film dipublish kami harus melihat dulu hasilnya.

Saat itu apa ada kesepakatan juga terkait dengan persyaratan pemeran harus begini, atau..?

Tidak, kami memang tidak sampai berpikir sejauh itu, menanyakan agama pemerannya itu apa. Dan kami kira Hanung juga paham karena dia pernah sekolah di Muhammadiyah, tentu dia tahu tentang psikis orang-orang Muhammadiyah itu seperti apa, misal kemudian pemainnya diduga sebagai non-Muslim.

Apakah kala itu Anda tahu agama Lukman?

Waktu itu setahu kami, Lukman Sardi seorang Muslim. Tetapi sebelum film “Sang Pencerah” diputar untuk konsumsi publik, banyak masukan ke kami jika Lukman non-Muslim. Tetapi kami nggak menanyakan info tersebut, baik ke Hanung maupun Lukman karena kami pikir itu cuma film dan itu nggak etis menurut kami.

Meskipun, saat itu dalam batin saya katakan mungkin saja dia bukan non-Muslim sejak sebelum menjadi pemeran utama sebagai KH. Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah”. Tetapi karena saat itu film sudah jadi, sesuai dengan kesepakatan, kami pun melakukan beberapa editing ketika preview film. Jadi, sebelum film itu dilempar ke publik, sebetulnya kami telah banyak melakukan editing dalam adegan-adegan tertentu.

Adegan sepeti apa saja?

Adegan-adegan seperti minum pakai tangan kiri, itu nggak etis sama sekali bahkan dalam adab Nabi, itu nggak ada sama sekali. Lalu, ada juga adegan bersentuhan tangan di kamar. Meski hanya dalam sebuah film tetapi dalam kehidupan nyata di antara kedua pemeran utama dalam film itu, Lukman Sardi (sebagai KH Ahmad Dahlan) dan Zazkia Meka (sebagai Nyai Ahmad Dahlan) bukan suami-istri.

Maka, semua adegan yang menggambarkan layaknya suami-istri yang diperankan oleh keduanya, itu kami minta supaya dipotong atau dibuang dan ternyata banyak sekali adegan yang kita minta untuk dipotong.

Termasuk juga seperti adegan menyediakan makan dan minum yang nyaris keduanya bersentuhan, itu kita minta potong adegan tersebut. Pokoknya, semua adegan yang menggambarkan layaknya hubungan suami-istri dalam film tersebut, meski hanya bersentuhan tangan itu tidak kami ijinkan.

Nah, yang tidak bisa dipotong itu adalah adegan-adegan kekerasan seperti merobohkan musholah. Itu adegan memang tidak bisa dipotong karena terkait dengan cerita lainnya. Namun, adegan seperti itu sebetulnya tidak ada dalam kisah nyata KH. Ahmad Dahlan. Selain itu, adegan yang pakai meneriakkan takbir, “Allahuakbar…! Allahuakbar…!” itu sebenarnya juga tidak ada cerita seperti itu pada zamannya KH. Ahmad Dahlan.

Jadi tampaknya Hanung terpengaruh dengan berita-berita di televisi yang menggambarkan aksi nahi munkar atau pemberantasan kemunkaran yang dilakukan oleh kelompok Islam. Meski itu debatable, tetapi zaman itu tidak seperti itu. Mungkin soal taste adegan film saja, Hanung memutuskan untuk memakai aksi-aksi takbir seperti itu. Akhirnya adegan itu tidak bisa dipotong.

Sebetulnya, saat itu kami keberatan karena hal itu sungguh tidak pernah terjadi dalam kisah hidup KH. Ahmad Dahlan, termasuk juga yang terkait dengan biola.

Berarti dalam film itu banyak cerita fiktifnya ya?

Memang seperti itu, dalam film-film Hanung sebelum “Sang Pencerah” misalnya “Perempuan Berkalung Surban”, dan ada sekitar tiga film lagi yang memang itu kebanyakan cerita fiktif dan tidak sesuai dengan kisah aslinya.

Untuk itu, saat sebelum peluncuran film “Sang Pencerah” kami pikir perlu melakukan editing atau pemotongan-pemotongan. Bahkan, sekarang jika saya amati, dalam film terbarunya Hanung. Ia mencoba untuk merubah dari kenyataan atau cerita aslinya, menjadi sebuah kisah yang sesuai dengan selera Hanung sendiri.

Apalagi film yang judulnya “Tanda Tanya” kalau nggak salah setelah film itu “Sang Pencerah”. Itu full super ngawur menurut saya. Itu bukan gambaran keadaan yang ada di Indonesia. Orang Islam penjaga masjid berlatih memanggul salib di dalam masjid, itu nggak pernah terjadi di sini.

Itu sangat sensitif tetapi Hanung berani membuat adegan-adegan seperti itu. Padahal itu tidak lazim tetapi Hanung berani melakukannya. Saya tidak pernah mengerti apa tujuan Hanung melakukan hal itu, tetapi dia selalu mengubah-ubah subtansi film, baik yang disadur dari novel atau cerita asli.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hanungkristenlukman sardimasuk KristenMuhammadiyahmurtad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syafaat Puasa dan Al-Quran di Hari Kiamat (1)
Tulisan selanjutnya Syafaat Puasa dan Al-Quran di Hari Kiamat (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri

Berita
25 Agustus 2026 18:44
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
YLBH Hidayatullah Soroti Dugaan Kewajiban Lepas Hijab bagi Calon Kadet Putri Unhan

Terbaru

  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?