Hidayatullah.com–Pemimpin Komunitas Islam di Grand Forks, Dr Nabil Suleiman mengaku melihat peningkatan yang secara serangan pada kaum Muslim tahun ini.
Berdasarkan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), banyak Muslim Amerika yang takut akan keamanan mereka dan keluarga mereka. Mereka tidak berpikir bahwa aman bagi mereka untuk keluar ke tempat umum. Di bawah ini dialog antara Nabil Suleiman dan reporter yang mewawancarainya.
“Membenci seorang Muslim sedang menjadi seperti gaya (mode),” ujar Nabil Suleiman. Apa maksudnya? Inilah petikan wawancaranya yang dikutip laman valleynewslive.com, Senin (19/09/2016).
Apakah menurut anda itu merupakan permasalahan di sini?
Itu ialah permasalahannya, tetapi mungkin kita tidak merasakan hal itu sebanyak rekan lainnya di wilayah lain.
Apakah Anda mengenal keluarga yang berpikir bahwa tidaklah lagi aman untuk pergi ke mall atau berbelanja di tengah kota atau itu lebih dari sebuah kegelisahan?
Kegelisahan. Saya belum pernah mendengar dari seseorang, yang mengatakan saya tidak dapat melakukan hal ini lagi karena ini dan itu.
Suleiman mengatakan ketika orang-orang seperti pelaku St. Cloud melakukan tindakan kekerasan dan mereka mengetahui bahwa dia melakukan hal itu karena nama Islam… dia bukanlah bagian dari keyakinan Islam yang sebenarnya.
Mereka tidak mewakili Anda?
Mereka tidak hanya tidak mewakiliku, mereka sepertinya hidup di sebuah planet lain. Kami jauh terpisah satu sama lain. Cara mereka berpikir berbeda. Mereka berpikir seperti para penjahat.
Suleiman mengatakan dia berpendapat kebanyakan orang yang mengenal Islam tidak mendukung kekerasan. Bagaimanapun juga, dia mengatakan retorika saat ini di kampanye calon presiden menyulut api protes terhadap orang-orang yang menjalankan hal itu… Para Muslim.
Membenci seorang Muslim sedang menjadi seperti gaya/mode. Hal itu tidak lagi dianggap jelek. Tidak apa-apa membenci Muslim dan melakukan kekerasan pada mereka serta mencoba melucuti jilbab seorang wanita Muslim, karena beberapa politisi sebenarnya mendorong mereka.
Suleiman juga mengatakan jika siapapun memiliki pertanyaan mengenai keyakinan Islam yang sebenarnya, dia dengan senang hati akan menemui mereka.*/Nashirul Haq AR