Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Dipilih-Dipilih … ” Cinderamata Haji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Musim haji adalah kesempatan emas bagi toko-toko suvenir untuk menghasilkan banyak uang. Sebelum dan sesudah 5 hari pelaksanaan ibadah haji, para jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia seringkali memburu cinderamata sebagai oleh-oleh bagi keluarga, teman dan kerabat mereka di kampung halaman.

Barang-barang dengan gambar dua masjid suci adalah yang paling diminati oleh para jamaah. Barang seperti itu menjadi kenangan indah akan pengalaman mereka saat berkunjung ke Arab Saudi untuk berhaji.

Kota Jeddah banyak dikunjungi jamaah sebelum dan sesudah pelaksanaan haji. Salah satu kawasan di pusat kota yang paling terkenal di kalangan wisatawan rohani adalah Distrik Balad. Kawasan tersebut juga dibanjiri oleh pedagang kaki lima yang tidak kalah sengitnya berusaha menarik pelanggan selama puncak keramaian satu tahun sekali itu.

Meskipun menjual barang dagangan di pinggir jalan dilarang oleh pemerintah setempat, para saudagar kaki lima berani mengambil resiko barang dagangannya disita petugas demi meraup uang dalam waktu cepat. Mereka biasanya membeli barang dalam jumlah banyak, lalu menjualnya kembali ke para jamaah dengan harga yang relatif murah. Barang yang dijual antara lain berupa peci, tasbih, sajadah dan pernak-pernik lainnya.

Muhammad Zanada, seorang pedagang asal Yaman bercerita tentang barang cinderamata spesial yang dijualnya tahun ini.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Kami mempunyai barang unik. Kami punya sajadah dengan gambar Makkah dan Madinah, kaligrafi dan motif islami. Sajadah dengan tulisan islami adalah yang paling digemari jamaah,” kata Zanada.

“Kami membeli tiga macam sajadah. Kami punya jenis yang mahal buatan India. Buatan tangan dan dihiasi dengan tulisan islami warna-warni seperti sutra, harganya 100 riyal. Harganya aslinya 80 riyal.”

Namun kata Zanada, para jamaah biasanya lebih suka membeli sajadah biasa yang harganya lebih murah. “Mereka lebih suka yang lebih murah, harga satuannya berkisar 10-20 riyal.”

“Saya datang ke sini awal bulan bulan Dzulhijjah untuk menjual tasbih. Saya punya tasbih dengan jenis dan warna berbeda. Harganya macam-macam tergantung jenisnya. Sebagai contoh, yang paling bagus yang saya punya bisa dapat 80 riyal selusin. Jenis yang paling murah 50 riyal atau kadang-kadang 25 riyal selusin,” kata Zanada menjelaskan, seraya menambahkah, “Ini bukan pekerjaan tetap saya. Saya bekerja sebagai sopir, tapi saya ingin memanfaatkan musim haji dan mencari uang tambahan.”

Di antara keramaian pembeli dan penjual di kawasan Balad ada Mujahid Muhzer. Pedagang kaki lima asal Banglades.

“Saya hanya menjual peci selama musim haji. Banyak jamaah yang membeli peci untuk keluarganya di kampung halaman. Saya punya banyak peci dan orang-orang menyukainya. Saya punya buatan Turki, Iran dan Saudi. Harganya berbeda-beda tergantung jenis. Sebuah peci berkualitas tinggi harganya 30 riyal, sementara yang lebih murah berharga 10-25 riyal,” kata Muhzer menerangkan barang dagangannya.

“Saya berharap bisa dapat uang 400 riyal sehari. Di hari-hari biasa, untungnya tidak akan pernah lebih dari 100 riyal sehari,” imbuhnya.

Arab Saudi juga terkenal dengan wangi-wangiannya. Banyak jamaah yang memilih untuk membawa pulang parfum sebagai buah tangan.

“Kebanyakan jamaah tertarik untuk membeli minyak wangi. Tapi harganya terlalu mahal untuk sebagian besar orang,” kata Ammar Hassan, pedagang asal Yaman.

“Saya menjual minyak wangi dalam botol kecil dengan kualitas lebih rendah, tapi terjangkau oleh kebanyakan jamaah. Bakhour (wewangian bakar) dan henna juga populer di kalangan jamaah. Mereka membeli dalam jumlah besar tanpa melihat harganya,” tambah Ammar Hassan.

Cincin perak dengan batu palsu juga sangat digemari para jamaah.

“Kami punya bermacam-macam cincin. Kebanyakan perak dengan aneka batuan mulia. Kami punya tiga kualitas; Italia, Iran dan Yaman,” jelas Sameeh Arshad asal India.

“Para jamaah lebih suka membeli yang Italia meski harganya mahal. Harganya 60 riyal. Harga cincin Iran dan Yaman berkisar antara 20-45 riyal,” tambahnya.

Madu juga banyak dicari. Meskipun harganya mahal, para jamaah sepertinya tidak peduli. “Mereka yakin madu bisa digunakan untuk mengobati banyak macam penyakit,” ujar Hussain Radi, pemilik toko herbal keturunan Yaman.

“Mereka percaya bahwa madu yang dijual di kerajaan (Saudi) adalah asli, tidak seperti yang dijual di negara lain. Meskipun harganya tinggi, mereka tetap membelinya. Harga madu yang bagus harganya antara 300-600 riyal sekilo.”

Menurut Hussain Radi, para jamaah itu sudah mengetahui dan mencari madu tertentu yang diinginkan. “Mereka sangat paham aneka macam madu dan namanya,” tambahnya.

Kamera foto ternyata juga banyak diminati. Bedanya, kamera yang dijual memberikan bonus tas gratis dengan tulisan “Haji Mabrur” di atasnya.

“Kamera-kamera ini tersedia dengan harga khusus bagi para jamaah. Kami kedatangan banyak jamaah dari berbagai negara yang ingin membeli kamera. Mereka percaya merek-merek yang dijual di Arab Saudi,” kata Tariq Ali, dari sebuah toko populer yang menjual barang-barang elektronik.

Pemutar MP3 juga ada. Termasuk perangkat mungil yang berisi suara murottal Qur`an dalam 25 bahasa.

“Banyak jamaah yang membeli alat ini sebelum haji. Ini membantu mereka untuk membaca ayat-ayat Qur`an dalam bahasa yang mereka pahami. Mereka juga membelinya untuk teman dan kerabat sebagai oleh-oleh,” kata Umran Hassan, penjaga toko asal Pakistan.[di/an/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tatarstan Punya Taman Industri Halal
Tulisan selanjutnya Indonesia-Pakistan Jajaki Kerjasama Bidang Intelijen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?