Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Dakwah di Jembatan Victoria Park

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Desember 2010 08:02
Bagikan
Doa bersama setelah oengajina
Bagikan

Hidayatullah.com–Hidup dinegara orang, dalam keadaan tertekan dan penuh kesibukan, tak membuat BMI (Buruh Migrant Indonesia) Hong Kong patah semangat dalam menuntut ilmu. Disela-sela waktu indahnya menikmati liburan, mereka menyisihkan waktu untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa melalui kegiatan organisasi.

Adalah Ar rahmah, organisasi yang terdiri dari kumpulan beberapa Muslimah Indonesia di Hong Kong, berdiri sejak tiga tahun lalu dibawah jembatan di salah satu sudut taman Victoria Park, Causeway Bay.
 
Kegiatan dakwah mereka meliputi kajian kitab kuning ‘Safinatun Najjah’, belajar tajwid, dan mengaji.  
 
“Kami melakukan kajian rutin sabtu malam, melalui telpon, pembimbingnya ustazd Indonesia, dalam satu waktu telpon bisa diconference hingga lima atau enam orang, lalu minggunya baru disharingkan kebanyak anggota Ar Rahmah,” Ujae Ely sang Ketua Ar Rahmah.
 
Kendala terbesar bagi pengurus Ar Rahmah, menurut penuturan Ely adalah perbedaan pendapat.
 
“Kami sering adu argumen saat mencari solusi, namun Alhamdulillah semua dari kami mampu membuang ego dan bisa lapang menerima tiap perbedaan, sehingga kami selalu mendapat pemecahan dari segala permasalahan yang menyangkut keorganisasian,” jelas wanita  asal Cilacap tersebut.
 
Rokiah, sekertaris Ar Rahmah punya cerita unik mengenai kiprah dakawahnya. Selain mengaji, mereka juga ikut bergulat melawan gerakan pemurtadan. 
 
“Tantangan dakwah yang cukup berat bagi kami adalah saat terbentur kasus pemurtadan, sebagai upaya mencegah gugurnya akidah, maka kami adakan pembinaan seperti ini, dan kami juga membuang pintu seluas-luasnya bagi siapa yang ingin ikut belajar bersama kami,” ujar Rokiah kepada hidayatullah.com.
 
Yang tak kalah megagumkan dari para Muslimah ini adalah, di balik kelembutan hijab yamg dikenakan, mereka bisa tampil garang dan penuh keberanian bila memperjuangkan hak-hak buruh yang ditindas pemerintah Indonesia.
 
Ar Rahmah selalu tampil bersama GAMMI (Gabungan Migrant Muslim Indonesia) dan ATKI (Aliansi Tenaga Kerja Indonesia dalam menggalang aksi demonstrasi memprotes konsulat Indonesia.
 
“Amar ma’ruf nahi munkar adalah tujuan kami,” ujar Ely.
 
“Saya sangat menyukai aksi-aksi yang diadakan GAMMI, semangat membela dan memperjuangkan hak-hak BMI yang terampas pemerintah adalah suatu bentuk aksi yang memberi nilai lebih bagi prestasi gemilang BMI,” ujar  Ibu satu anak itu menjelaskan.
 
Sebuah potret mengagumkan.  Di tengah kesibukan mereka mengumpulkan uang untuk keluarga, mereka masih juga masih menyempatkan dakwah. [yul/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dianggap Melanggar, 40 Anggota DPRD Sulsel Rapat di Jakarta
Tulisan selanjutnya Natalan Bersama dalam Perspektif Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?