Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Masjid Beijing“, Lambang Penyatu Umat di Kelantan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Februari 2011 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya  di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Surabaya ada Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berkonsepkan  seni  arsitektur China, maka di Malaysia juga terbangun sebuah masjid yang serupa, yaitu Masjid Beijing atau dikenal dengan masjid China.

Terletak  di Rantau Panjang, Negeri  Bagian Kelantan, Malaysia. Kurang lebih dua kilometer dari perbatasan Malaysia-Thailand. Pintu masuk sebelah timur ke Malaysia dari negara tetangganya Thailand.

Masjid Beijing tampak bagaikan  istana maharaja China di zaman silam. Saat saya mengunjunginya baru-baru ini, saya tidak percaya bahwa bangunan unik itu adalah sebuah masjid. Kalau tidak ada menara adzan yang berdiri  disampingnya,  orang akan keliru dan menganggapnya sebuah pagoda. Ada kemiripan dengan sebuah tokong atau pagoda. Keindahan dan keunikan bangunannya sebagai sesuatu unik  dalam sejarah Islam dan arsitektur Islam di Kelantan, Malaysia.

Terletak di tepi Lebuhraya Pasir Mas-Rantau Panjang, masjid yang berjuluk ‘Masjid Jubli Perak Sultan Ismail Petra’ ini dibangun atas ide Menteri Besar (Gubernur) Kelantan, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz  Nik Mat sepuluh tahun dulu. Tok Guru, demikian panggilan Nik Abdul Azis Nik Mat, mengusulkan gagasan ini karena melihat belum ada satu pun masjid di Malaysia yang berkonsepkan dan berarsitektur  China. Padahal komunitas Muslim China Malaysia jumlahnya ratusan ribu. Mereka juga memerlukan sebuah masjid yang bercirikan arsitektur mereka sendiri.

Bagi Tok Guru,  bangsa China lebih dahulu memeluk Islam di Nusantara. Karena itu, wajar jika pemerintah negeri Kelantan membangun sebuah masjid khusus seperti itu sebagai lambang penyatuan umat.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Tak Bedakan Suku

Masjid Beijing dibangun di atas tanah seluas 3.7 haktar. Arsitek dan pekerja ahli  didatangkan langsung dari China. Sementara ukiran dan hiasan dalam masjid merupakan hasil tangan juru ukir dari Uzbekistan. Diawali tahun 1996, masjid ini baru selesai pada  akhir tahun 2009. Namun sejak 2007  sudah digunakan untuk shalat tarawih dengan seorang imam yang didatangkan dari Republik Rakyat China. Hal ini sekaligus untuk menepati kehendak  Tok Guru yang menginginkan seorang imam dari bangsa China untuk sholat jamaah di negeri Kelantan.

Pembangunan masjid ini menelan biaya tak main-main, sekitar RM8.8 juta (setara dengan Rp 24 m). Penuh pernik-pernik dan hiasan warna hijau, masji unik ini mampu memuat sekitar seribu jamaah.  Di sampingnya berdiri tegak sebuah menara yang dipuncaknya dihiasi lilitan serban atau kopiah sebagai simbol golongan ulama.

Yang tak kalah menarik adalah tiang menara yang diukir dengan nama 25 rasul untuk mengingatkan kita bahwa nama-nama Rasul Allah  itu penting.

Selanjutnya,  selain ruang sholat utama di lantai dua, terdapat juga kamar  imam, ruang VIP dan ruang audio visual. Di lantai bawah terdapat ruang serbaguna, perpustakaan, ruang rapat, kantor,  klinik,  tempat mengaji anak-anak (TPA), kelas fardhu ‘ain (ruang kuliah/mengaji), ruang pengurusan jenazah dan WC/toilet.

Tak sedikit orang mengecam dan mengkritik kerasa pada awal proses pembangunan masjid ini. Sebagian bahkan mengatakan, penggunaan arsitekstur China –apalagi mirip sebuah pagoda– hanya akan menghilangkan ciri Melayu.

Namun bagi Tok Guru punya alasan lain. Menurutnya, Islam tak pernah membeda-bedakan warna kulit dan suku bangsa.

“Dalam Islam bangsa tidak penting, yang terbaik di sisi Allah SWT adalah mereka yang bertakwa,” ujarnya.

Meski Masjid Beijing sudah bisa digunakan,  namun pembukaannya secara resmi belum dilakukan. Pemerintah Kelantan merencanakan, selain Masjid Beijing yang sudah dibangun, juga akan menwujudkan sebuah pusat perdagangan yang dikenal sebagai Cheng Ho City yang akan dimulai 2011 ini.

Tak hanya itu, pemerintah Kelantan juga akan mempromosikan perdagangan makanan halal China.

“Kita juga akan adakan World Halal Trade Centre untuk memudahkan produk-produk halal dipasarkan di pasar berkenaan selain dilengkapi dengan  Uighur Street,” ujar Menteri Kabinet Negara Malaysia, Haji Husam Musa. */N.Aminah-Ross

Foto: Imam Masjid Beijing, Ustaz Ali Muhammad dan puteranya bersma Menteri Besar Kelantan, Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Kaltim Berjanji Tidak Anarkis Terhadap Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya Bebas Dari Selibasi, Pria Menikah Ditahbis Gereja Katolik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?