Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Lautan Jamaah “411” yang Bikin Merinding Imam Besar Masjid Istiqlal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 November 2016 13:51 1:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2016 20:00
Bagikan
Ratusan ribu jamaah mengikuti shalat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, sampai meluber ke selasar ruang shalat utama. Mereka para peserta Aksi Damai Bela Islam II, Jumat (04/11/2016).
Bagikan

MENCENGANGKAN! Itulah kesan yang dirasakan Profesor Nasaruddin Umar. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini menyaksikan seantero masjid yang dipimpinnya. “Seperti di Makkah,” ujarnya.

Jumat pekan lalu, sepanjang sejarahnya, baru kali ini masjid yang mulai dibangun pada tanggal 24 Agustus 1951 itu dipenuhi jamaah sebanyak yang disaksikan Nasaruddin.

Siang itu jelang berlangsungnya Aksi Damai Bela Islam II, 4 November 2016. Massa peserta aksi ini memenuhi Masjid Istiqlal. Semua lantai masjid penuh, luar-dalam.

“Seandainya atapnya bisa didaki, mungkin juga ditempati (jamaah),” tutur Nasaruddin dalam Rapat Pleno XII Dewan Pertimbangan MUI di kantor MUI, Jakarta, Rabu (09/11/2016).

Ia bercerita, seirisan hajatan besar yang populer disebut Aksi Damai 411 itu, selama tiga hari tiga malam, seluruh karyawan Istiqlal ia minta untuk memfasilitasi tetamu Allah tersebut.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Yang dimaksud adalah para peserta Aksi Bela Islam II atau Aksi Bela Al-Qur’an itu. Mereka yang datang dari berbagai daerah se-Indonesia ini memang memanfaatkan Istiqlal sebagai basecamp.

“Kami juga antisipasi, karena malam (Kamis) sudah banyak yang datang. Kita khawatir juga stok logistik untuk mereka tidak ada. Khususnya waktu itu, makan malam untuk 35 ribu orang,” tuturnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. [Foto: Syakur]
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. [Foto: Syakur]
Memang, pengamatan reporter, Kamis (03/11/2016) itu, suasana Masjid Istiqlal lain dari biasanya. Sehari sebelum aksi, umat Islam berbondong-bondong mendatangi masjid terbesar se-Asia Tenggara ini.

Ada keajaiban, kata Nasaruddin. Walaupun sudah disiapkan logistik, ternyata lebih banyak pihak yang datang membawa bantuan ke Istiqlal.

“Berbondong-bondong orang buka dapur umum di Istiqlal. Saya tidak tahu dari mana itu,” ungkapnya. Para dermawan memang berduyun-duyun menyalurkan bantuan ke sini.

Sumbangan berbagai jenis makanan, minuman, serta perlengkapan seperti alas tidur dan lain-lain tampak menumpuk di lantai bawah masjid. Nyaris tak habis-habis meski langsung dibagikan kepada jamaah yang datang tiada henti.

Disuruh Amankan Kantor, Ikut Ribuan Massa Bela Al-Quran di Masjid Istiqlal

Banjir “Muhajirin”

Semakin malam, semakin ramai umat berdatangan. Jika biasanya Istiqlal ditutup untuk publik sejak beberapa waktu usai shalat Isya, kali ini dibuka lebar-lebar. Di pojok-pojok dalam dan luar masjid, ribuan, puluhan ribu, lalu ratusan ribu orang berjejalan.

Sementara pekikan takbir berkali-kali diteriakkan oleh rombongan demi rombongan yang baru tiba di depan pintu masuk Al-Fattah dalam skala tak menentu.

Bayangkan jika sedang tidur di tengah malam, tiba-tiba terdengar pekikan takbir membahana berkali-kali dari banyak orang.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

Itulah suasana ‘bikin merinding’ yang berulang kali dirasakan pada Kamis-Jumat dinihari itu.

Para “muhajirin” pun menginap di bangunan masjid dan sekitarnya. Sebagian menghabiskan malam dengan tahajud dan membaca al-Qur’an.

Sementara di gerbang masuk timur Istiqlal, bus-bus dengan nomor polisi berbagai daerah terus berdatangan.

Hingga waktu shubuh, suasana Istiqlal sudah seperti mau shalat Jumat pada hari-hari biasa; jamaah tumpah ruah. Banjir manusia. Jamaahnya berlipat-lipat dibanding Jumat lainnya.

“Sarapan pagi yang kita khawatirkan juga ternyata melimpah ruah makanan di Istiqlal,” kata Nasaruddin.

Puluhan Ribu Umat Islam Shalat Shubuh Berjamaah di Istiqlal

Melimpahnya makanan seiring melimpahnya jamaah. Untuk berwudhu pun mereka harus antrian, apalagi buang hajat di kamar kecil. Sampai-sampai persediaan air di Istiqlal sempat menipis bahkan habis.

Kata petugas Istiqlal melalui pengeras suara, mesin penyalur air jadi panas karena mungkin tiada henti bekerja. Jamaah pun diimbau berhemat.

Jamaah Aksi Bela Islam 411 berwudhu di Masjid Istiqlal, Kamis (03/11/2016) malam.[Foto: Syakur]
Jamaah Aksi Bela Islam 411 berwudhu di Masjid Istiqlal, Kamis (03/11/2016) malam.[Foto: Syakur]
“Saya bisa bayangkan bahwa kalau misalnya orang mau berwudhu atau mandi, lalu habis air, maka kita salah. Karena itu, bahkan kolam-kolam yang sudah lama tidak terpakai kita isi air, jangan sampai kita terlambat mengisi air,” tutur Nasaruddin.

Apa yang terjadi?

“Menjelang shalat Jumat habis airnya. Sampai ada yang bilang, ‘ini disabotase’ dan lain sebagainya. Kita pahamkan. Akhirnya distribusi airnya kita pasok gantian. Masalah teratasi,” ungkap mantan Wakil Menteri Agama ini.

Jumat itu, ia menyaksikan langsung, masjid dengan kawasan seluas 9.32 hektare ini dipadati sekitar 300 ribu jamaah dalam satu waktu. Masya Allah, jumlah yang fantastis!

“Pada perhitungan kita, kalau itu penuh dalam ruangan, 120 ribu (jamaahnya). Kalau penuh sampai bawahnya bisa 200 ribu. Kalau emperannya sayap kanan-kiri penuh, itu 250 ribu. Kalau sampai tempat parkirnya dipakai, bisa 300 ribu (jamaah),” jelasnya.* Yahya G Nasrullah, SKR/hidayatullah.com/bersambung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokahok menghina alquranAksi Bela Al-Quranaksi bela IslamAksi Bela Islam IIAksi Damai 411Basuki Tjahaja Purnamahari Jum'atImam Besar Masjid IstiqlalJakartajumatMasjid IstiqlalmassamuhajirinNasaruddin UmarShalat Berjamaahtakbir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jika Ahok tidak Dihukum, Orang akan Bebas Menghina Agama
Tulisan selanjutnya Gerakan Cinta Zakat Baznas BAZNAS Dorong Bursa Efek Syariah Bangkit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?