Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Gen Z Singapura Ini Terbang untuk Wujudkan Impian Jadi Pilot

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Maret 2024 14:33 2:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Maret 2024 14:24
Bagikan
Mohd Anaqi, terrbang di udara Australia di saat teman sebayanya, Gen Z sibuk main game /AsiaOne
Bagikan

Di saat teman-teman sebaya dan para Gen Z sibuk bermain game, pemuda ini, justru ingin ‘terbang tinggi’

Hidayatullah.com | ADALAH Mohamad Anaqi Mohd Rizal. Di usia 16 tahun, ia sudah mengantongi izin menjadi pilot – sebelum usia legal untuk mendapatkan SIM. Lisensi yang diperoleh Mohd Anaqi pada tahun 2023 adalah sebagai pilot rekreasi.

Sejak awal Anaqi tidak punya cita-cita dan harapan menerbangkan pesawat. Perubahan dalam dirinya bermula ketika berlibur bersama kedua orang tuanya ke Hong Kong.

https://www.tiktok.com/@beritamediacorp/video/7323097497327439105?is_from_webapp=1&sender_device=pc

Penerbangan pertamanya sebagai penumpang dilakukan dengan Jetstar Airbus A320 pada usia enam tahun, saat liburan keluarga. 

Dia mengatakan kepada AsiaOne bahwa pengalaman ini membuatnya begitu “tertarik dengan gerakan terbang” sehingga menjadi pilot adalah impian yang ingin dia kejar. Anaqi terkesima melihat bagian-bagian pesawat seperti ‘spoiler’ dan flap pada sayap pesawat.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Setelah liburan, saya memberi tahu orang tua saya, ‘Mama, Ayah, bisakah saya menjadi pilot suatu hari nanti?’,” kata Mohd Anaqi sambil menambahkan bahwa kedua orang tuanya sangat mendukung ambisinya dan memberikan dukungan penuh kepadanya.

Faktor lain yang ikut mempengaruhi keinginannya ini adalah film bertemakan penerbangan pesawat terbang. Salah satu yang pernah ia tonton adalah “Top Gun: Maverick” dan “Air Force The Movie”.

Ia mengikuti Program Percontohan Rekreasi yang dijalankan oleh akademi penerbangan Aeroviation yang berbasis di Singapura. Ia mulai mengikuti kelas teori di Singapura pada Januari 2023 dan pelatihan simulator pada Mei 2023.

Pada Juli 2023, Mohd Anaqi berangkat ke Adelaide, Australia untuk menjalani pelatihan simulator dan kursus praktik selama satu bulan.

Setelah lima hari di Adelaide, Mohd Anaqi diberi lampu hijau untuk menerbangkan pesawatnya sendirian. Ini adalah sesuatu yang di luar dugaannya.

“Saat menerbangkan pesawat sendirian, dalam pikiran saya hanya ada satu kutipan dialog dari film “Top Gun: Maverick” – yaitu ‘Don’t think just do’ (Jangan berpikir, lakukan saja). Setelah menyelesaikan penerbangan tiga putaran, saya merasa sangat bangga pada diri sendiri.

“Ini adalah hal luar biasa yang pernah saya lakukan karena saya telah memimpikan momen itu sejak saya mulai mendaftar di sekolah penerbangan,” ungkap Mohd Anaqi dikutip Berita MediaCorp, Singapura.

Pilot Rekreasi

Seorang pilot rekreasi dapat menyewa pesawat atau menerbangkan pesawatnya sendiri kapan saja dengan tujuan menikmati pemandangan dan mendapatkan pengalaman.

Namun hanya boleh mengangkut satu penumpang karena pesawat rekreasi ini merupakan pesawat ringan yang hanya memiliki dua tempat duduk.

Lisensi penerbangan rekreasi Mohd Anaqi juga hanya mengizinkannya terbang sejauh 25 mil laut di dalam area bandara.

Jenis pesawat yang bisa diterbangkan Mohd Anaqi adalah Jabiru 120 dan Jabiru 160 yang ditawarkan oleh sekolah penerbangannya. Namun ada juga pesawat rekreasi lainnya seperti Tecnam P92.

“Selama pesawat itu memiliki dua kursi, saya diperbolehkan menerbangkannya,” tambah Mohd Anaqi.

Untuk medapatkan izin ini, Mohd Anaqi harus mengeluarkan biaya izin penerbangan rekreasi sebesar 12,000 SGD (setara 140 juta). Ditambah 5.000 SGD (Rp 52 juta) untuk biaya kelas teori dan pelatihan simulator di Singapura dan 7.000 SGD (Rp 82 juta) lainnya untuk pelatihan di Australia termasuk penerbangan dan akomodasi.

Biaya sepenuhnya ditanggung oleh orang tua Mohd Anaqi – Bapak Mohamad Rizal Mohamad Harith dan Ibu Azizah Rahmat.

Saat ini, izin yang dimiliki Mohd Anaqi hanya memperbolehkannya mengelola menerbangkan pesawat rekreasi di wilayah udara Australia. Sedang untuk menerbangkan pesawat rekreasi di Singapura, Mohd Anaqi perlu mendapatkan lisensi terpisah.

Impian Terbang

Bagi Mohd Anaqi, salah satu momen termanis selain mendapatkan izin terbang adalah saat ia bisa ‘menerbangkan’ orang tuanya.

“Saat saya membawa ibu saya ke pesawat, reaksinya santai saja. Tapi saat saya terbang bersama ayah, dia kaget saat kami menghadapi angin kencang,” kata Mohd Anaqi yang kini berusia 17 tahun.

Mohd Anaqi Mohd Rizal bersama kedua orang tuanya setelah memperoleh izin terbang (Berita MediaCorp)

Setelah keberhasilan tahap pertama ini, Mohd Anaqi berniat mengikuti kursus manajemen penerbangan di Politeknik Temasek. Dia juga bekerja sebagai pendamping di Bandara Changi.

Setelah menempuh studi di bidang manajemen penerbangan, Mohd Anaqi berencana kembali ke Adelaide pada September tahun ini untuk meningkatkan lisensinya.

Menurut perusahaan kedirgantaraan WingsOverAsia, rata-rata durasi kursus bagi siswa untuk mencapai kesiapan ujian penerbangan sejak pelajaran awal adalah antara empat hingga enam bulan.

Sedangkan untuk lisensi pilot komersial, seorang pelajar membutuhkan rata-rata satu hingga dua tahun.

Untuk saat ini, ia menunggu untuk memulai tahap selanjutnya dalam perjalanan pendidikannya, yang kemungkinan besar adalah diploma manajemen penerbangan di politeknik setempat.

Dalam jangka panjang, Mohd Anaqi juga berniat mendapatkan izin penerbangan rekreasi untuk terbang di Singapura dan ingin menjadi pilot komersial. “Saya ingin membawa orang tuaku ke luar negeri sebagai pilot,” ujarnya.

“Saya sangat menantikan untuk mengambil lisensi pilot pribadi dan lisensi pilot komersial karena saya ingin menjadi pilot maskapai penerbangan suatu hari nanti,” ungkapnya. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gamegen zHeadlineMohd Anaqi Mohd RizalpilotsingapuraTerbang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasi Lemak Diajukan ke Unesco sebagai Warisan Dunia
Tulisan selanjutnya IOC Tangguhkan Rusia di Olimpiade Paris, tapi Bolehkan Tim Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?