Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Kekurangannya Justru Menjadi Kelebihannya (2-habis)

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 April 2016 12:40 12:40 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 April 2016 12:40
Bagikan
Untung sedang mengajar murid-muridnya
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Untuk menjadi guru yang bisa dicintai namun tetap disegani,  Untung punya cara tersendiri. Ia sering kali mengajak murid-muridnya bernyanyi atau bershalawat di sela-sela kegiatan belajar. “Intinya bagaimana membuat suasana kelas jadi menyenangkan,” imbuh Untung yang sudah menjadi guru sejak 1992 ini.

Hal lain yang membuat dirinya bisa diterima dan disukai anak-anak, karena mereka takjub melihat Untung bisa menulis di papan tulis dengan bagus menggunakan kaki.

Selain mengajar di MI dan MTs Miftahul Ulum, pria yang menuntaskan jenjang SMA-nya dengan Paket C ini juga membuka TPA di mushola depan rumahnya pada sore hari.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Ia mengaku kadang tak sempat beristirahat. Sepulang dari mengajar di sekolah dan mengurus hewan ternak peliharaannya, Untung kembali bertemu anak-anak di kampungnya yang hendak belajar mengaji. Dengan dibantu beberapa santri yang sudah senior, setiap hari Untung mengajar lebih dari 70 anak. Bahkan jika semua santri hadir, jumlahnya bisa mencapai lebih dari seratus.

“Awalnya bukan kemauan saya, tapi karena permintaan masyarakat dan pengasuh mushalla juga mengizinkan, akhirnya walaupun mulanya hanya 2-3 anak yang mengaji sampai sekarang hampir 100 santri lebih,” katanya.

Selalu Sisihkan 10 Persen

Walaupun sebagai guru honorer dengan penghasilan 300 ribu rupiah per bulan, Untung tidak pernah risau dengan rezekinya. Terutama sejak menikah, ia bertanggung jawab penuh memenuhi kebutuhan istri dan dua orang anaknya.

Prinsip yang selalu dipegang Untung adalah menjadi guru yang rajin. Ia tak pernah absen menjalankan tugasnya , kecuali sakit atau sedang musim tanam padi. Bertani memang salah satu caranya untuk menopang kehidupan keluarganya, selain memelihara beberapa hewan ternak dan burung.Setiap sore saat anak-anak mengaji di mushalla depan rumahnya, Sumrati, istri Untung, juga ikut berjualan bakso.

“Dikatakan cukup ya tidak, dikatakan tidak ya cukup. Buktinya sampai sekarang saya masih hidup. Anak pun di pesantren, setiap 15 hari sekali paling tidak harus kirim sekitar Rp 500.000,- untuk keperluannya. Itu baru satu anak, belum lagi yang di rumah,” ungkap putra dari pasangan Marguno dan Sabuwami ini.

Namun ada hal lain yang selalu dipegang teguh oleh Untung ketika mendapat rezeki. Ia selalu menyisihkan 10 persen dari yang ia dapat untuk disedekahkan kepada orang lain, baru kemudian sisanya ia serahkan kepada sang istri.

“Seperti misalnya ketika kemarin saya diundang ke Jakarta. Berapa pun yang saya dapat, selalu saya ambil dulu 10 persen untuk sedekah, baru sisanya saya serahkan ke istri,” terang Untung.

Jpeg
Untung sedang mengajar murid-muridnya [Yahya G Nasrullah]
Bersyukur dirinya juga mempunyai istri yang pandai mengelola uang. Kata Untung, meskipun rezeki yang diterima tidak selalu besar, tetapi istrinya mampu menyisihkan untuk ditabung. “Alhamdulillah, saya punya istri yang tidak hanya sayang sama saya, tapi juga pintar kelola uang,” ujarnya sambil tersenyum.

Setelah dirinya mulai dikenal dan menyandang gelar  guru teladan, Untung berkesempatan melanjutkan belajarnya dan meraih gelar sarjana. Ada Universitas Terbuka di Jakarta yang menawarkan kuliah jarak jauh.

Setiap satu pekan sekali Untung bolak-balik dari kampungnya ke kota Sumenep untuk kuliah. Meski tak lagi muda, menuntut ilmu tetap menjadi prioritas Untung sejak kecil. Karena ia yakin, hanya dengan ilmu-lah, seseorang akan diangkat derajat hidupnya meski dengan kekurangan fisik, sebagaimana dirinya yang tanpa kedua tangan sejak lahir.*/Suara Hidayatullah

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trauma Densus 88, Kamera Wartawan Disangka Senjata
Tulisan selanjutnya Rencana Ahok Revitalisasi Kawasan Wisata Bahari Resahkan Warga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?