Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Ramadhan di Masjid HZ Ömer Turki: Ramai Bocil Bermain Robot, Game dan  Boneka

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Maret 2024 16:22 4:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Maret 2024 17:40
Bagikan
Selain pendidikan agama, sirah, akidah dan Al-Quran, Masjid Hazret Ömer menyediakan pembelajaran coding robot, catur, panahan, tenis meja, sepak bola dan berbagai kelompok permainan (AA)
Bagikan

Shalat Tarawih Ramadhan di Masjid Hazret Ömer di Turki, dipenuhi  anak–anak. Para bocil bebas main game, robot hingga bonena, dijamin makan dan minuman istimewa

Hidayatullah.com | MASJID Hazret Ömer di Pendik, Istanbul, yang dikenal dengan nama “Masjid Çocuklu” (Masjid Anak) karena banyaknya anak-anak yang jemaah, semarak di bulan Ramadhan ini.

Anak-anak kecil yang ikut shalat tarawih bersama orang tua juga bisa bersenang-senang. Area masjid yang dihiasi dekorasi dan dilengkapi mainan menambah semangat mereka datang, sekaligus menghirup suasana spiritual Ramadhan.

Masjid, tempat pendidikan agama seperti Al-Quran, sirah dan akidah diberikan kepada anak-anak, juga dikenal dengan pelajaran coding robot,  catur, panahan, dan nyanyian dalam bahasa isyarat.

Setelah acara tersebut dibagikan di media sosial dan meningkatnya minat terhadap tempat tersebut, sebuah survei diselenggarakan oleh komunitas masjid. Alhasil, tempat ibadah tersebut kini populer disebut “Masjid Anak” karena sangat ramah terhahdap bocah cilik alias bocil.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

🔺İstanbul'daki Hazreti Ömer Camisi, 'Çocuklu Cami' olarak ifade ediliyor

🔺Aileleriyle birlikte camiye teravih namazı için gelen minikler, her akşam kendilerine ayrılan Ramazan Sokağı'nın yolunu tutuyor

'Çocuklu Cami'ye gelen minikler, Ramazan Sokağı'nda hem oynayıp eğlenceli… pic.twitter.com/J12tpngfOs

— Voice Of Levant (@VoiceOfLevant) March 16, 2024

Anak-anak kecil yang datang ke masjid bersama keluarga  di halaman sebelum shalat tarawih dan bermain di area yang telah disiapkan pihak masjid untuk mereka. Keluarga mengabadikan momen ini dengan ponsel mereka.

Disediakan Makanan dan Minuman

Selama Ramadhan, yang digambarkan sebagai “Penghulunya Bulan”, anak-anak kecil yang datang ke masjid bersama keluarga untuk shalat tarawih setelah berbuka puasa. Mereka datang ke masjid yang disediakan pengelola setiap malam selama Ramadhan ini.

Masjid HZ Ömer Turki menyediakan tempat bermain anak (AA)

Ada yang berdiri berjejer saat shalat tarawih bersama orang tua, ada pula yang menghabiskan waktu di area bermain, yang telah disiapkan dekorasi dan mainan bertema Ramadhan di pintu masuk dan lantai atas masjid.

Anak-anak yang belajar agama bulan ini langsung diasuh İbrahim Aslan, yang juga petugas muazin masjid. Selain belajar agama, shalat berjamaah, masjid juga menyediakan makanan dan minuman favorit mereka di sebuah meja panjang setelah shalat tarawih usai.

Berdoa dan Bermain

Suara riuh anak yang keluar dari pengeras suara masjid saat shalat tarawih, sering menarik perhatian anak-anak. Ahmet Mahmud Özgütürk (12 tahun), putra imam masjid Beytullah Özgütürk, mengaku sering diminta jadi pembacan iqamah, sementara ayahnya memimpin shalat.

Ahmet Mahmud mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia telah meningkatkan diri dengan banyak mengikuti kursus sejak usia 6 tahun. Termasuk meningkatkan bacaan Al-Qur’an.

Ahmed menyatakan banyak menghabiskan waktu bermain-main dengan teman-temannya. Ia juga senang menemani ayahnya saat shalat tarawih.

Dia merasa yakin bahwa ada banyak anak-anak di masjid, dan bahwa dia akan menjadi imam ketika dia besar nanti, dan kemudian dia ingin menjadi seorang mufti.

Meriahnya anak-anak dan bocil di Masjid HZ Ömer Turki (AA)

Seorang anak lain mengaku gembira datang ke masjid karena banyak permainan. Belum lagi dekorasi masjid yang indah selama Ramadhan.

“Saya berdoa dan bermain banuak permainan. Masjid kami didekorasi. Hari pertama, tim mehter datang dan mereka membagikan minuman. Di mana-mana dihias, kami sangat menyukainya. Kami bermain-main di sini, kami senang datang ke masjid,” ujar Ahmet Asaf Nazlıgül (8 tahun), salah satu anak yang membuat halaman masjid gemuruh dengan suaranya yang ceria.

Ia mengaku suka datang ke masjid bersama ayah dan saudara laki-lakinya, Hamza Selamet.  “Saya bisa membaca iqama, membaca adzan, membaca Al-Quran. Saya sangat mencintai teman-teman saya, kami bermain game di sini selama Ramadhan. Saya berpuasa, kami makan bersama saudara saya saat shalat magrib,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Elif Uzunsinan (12). Uzunsinan mengaku datang ke masjid karena ingin bermain-main dengan teman-temannya dan muazin masjid İbrahim Aslan saat ibunya sedang shalat berjamaah.

“Kami sedang bermain-main dengan teman-temanku sementara ibuku sedang shalat,” kata dia.

Ia menyatakan Ramadhan adaalah saat-saat masjid begitu menyenangkan. “Saya tidak mengetahui tempat ini tahun lalu, tetapi saya datang dan mempelajarinya. Ini adalah tempat yang sangat indah, saya menyarankan semua orang untuk datang,”  kata dia.

Nisa Yücel: bagian terbaiknya adalah bermain boneka (AA)

Nisa Yücel datang ke masjid bersama adik perempuannya. Ia mengaku, tempat favoritnya di masjid adalah taman bermain,  permainan game dan boneka.

“Anak-anak diajari di sini dan ada taman bermain untuk anak-anak. Itu sebabnya kami menyebut tempat ini ‘Masjid Anak’,” ujar Nisa Yücel.  “Senang rasanya bisa berada di sana bersama anak-anak. Solidaritas, meningkatkan cinta dan komitmen, bagian terbaiknya adalah bermain boneka,” ujarnya.

Menyintai Masjid untuk Mencintai Allah

Aslan mengatakan selama Ramadhan ia membagikan kegiatan masjid di media sosial. Aslan juga mencantumkan tujuan acara untuk anak-anak yang diselenggarakan masjid  kepada para dermawan.

“Kami ingin anak-anak kami menjadi generasi yang setia pada agama kita, tanah air kita, dan orang tua mereka. Oleh karena itu, kami ingin mengundang anak-anak ke masjid, yang merupakan tempat di mana perasaan spiritual bergejolak. Jika mereka mencintai masjid, mereka juga akan mencintai Allah, ” ujar Aslan dikutip laman Anadolu.

İstanbul Pendik'te, "Çocuklu Cami" adıyla bilinen Hz. Ömer Camii’ne büyükleriyle teravih namazına gelen minikler, oyuncaklar ve süslemelerle donatılan Ramazan Sokağı'nda hem oynayıp eğlenceli vakit geçiriyor hem de ramazanın manevi atmosferini yaşıyor. pic.twitter.com/ZVn4XwNFHP

— Afroasya Today (@afroasyatoday) March 16, 2024

İbrahim Aslan mengatakan mereka senang melaksanakan program “Tarawih Bersama Anak” yang sebenarnya sudah dimulai tahun lalu.

Aslan menuturkan, program seperti ini dinilai untuk menanamkan anak-anak dalam suasana spiritual Ramadhan. Saat sebagian anak berdiri berbaris di samping orang tuanya saat shalat tarawih, sebagian anak bisa bermain di taman bermain.

"Çocuklu Cami"

Dini eğitimlerin ve çeşitli aktivitelerin yapıldığı Hz. Ömer Camii çocukların cazibe merkezi oldu. pic.twitter.com/DfdIz16npT

— Diyanet TV (@DiyanetTV) March 18, 2023

Bagi Aslan, permainan hanyalah jembatan bagi anak untuk mencintai masjid dan selanjutnya belajar agama sekaligus mencintainya. “Ini semua hanyalah alat. Kita ingin anak-anak kita bisa mencapai ketenangan beribadah,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa masjid menyelenggarakan kursus Al-Quran di akhir pekan dan mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak melalui banyak kegiatan.

“Saat kami melihat mereka datang ke masjid dan mengobrol dengan kami, kami memahami bahwa mereka sudah terbiasa dengan masjid. Kami sangat senang. Ini,” katanya.

Masjid HZ Ömer Turki makin ramai tatkala liburan sekolah, banyak belajar agama dan al-Quran (AA)

İbrahim Aslan mengatakan dirinya telah berkhidmat di “Masjid Anak” selama 3 tahun. Menurutnya,  jumlah anak-anak yang datang ke masjid terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masjid.

Menurut Anadolu Agency, sebanyak 60 anak secara teratur datang ke masjid pada akhir pekan sekolah, jumlah ini melebihi 300 anak pada waktu liburan dan musim panas.

Banyak kegiatan masjid ini yang dibagikan di media sosial,  menarik perhatian anak-anak dan para orang tua dari berbagai daerah. “Anak-anak membawa ayah, kakek, dan pamannya, ” kata Aslan.

Saat ini, İbrahim Aslan dan istrinya Ayşe Aslan menyelenggarakan kursus untuk anak-anak berusia 4-6 tahun. Sementara imam-khatip Beytullah Özgütürk memberikan pelajaran agana 2 kali selama seminggu.

Sedang istri Beytullah Özgütürk, Fatma Özgütürk, mengajar khusus kaum perempuan. Aslan memberikan contoh bahwa perilaku Baginda Nabi Muhammad ﷺ sangat sayang dan perhatian terhadap terhadap anak-anak.

“Saat Nabi kita sedang berkhotbah, beliau menggendong cucunya, Hasan dan Hussein,” katanya.

“Sultan Muhammad Al Fatih memiliki ungkapan yang sangat indah, ‘Jika tidak ada suara anak-anak berlarian, bermain dan tertawa di barisan belakang saat shalat bersama jamaah di masjid, takutlah nasib generasi mendatang.’ Alhamdulillah, masjid kami dipenuhi anak-anak hari ini,” ujar dia.*

Baca juga: >> Masjid Ramah Anak dan Perempuan Semakin Mendapat Perhatian di Turki

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bocilHeadlineMasjid Ömer TurkiRamadhanRamadhan 2024shalat tarawih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Tulisan selanjutnya Kisah Nabi Yunus Alaihis Salam: Renungan Surat Al-Anbiya 87-89

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?