Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Air Mata Krimea: Para Istri Tahanan Politik Gelar Istighosah Dukung 4 Muslim Tatar yang Ditahan Rusia

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2025 11:15 11:15 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Oktober 2025 11:50
Bagikan
Nasyba Saidova, Fevziye Osmanova, Esma Nimetullayeva, Elviza Aliyeva
Bagikan

Lonjakan penahanan wanita Muslim Tatar Krimea, termasuk ibu lima anak, atas tuduhan ‘terorisme’ yang didasari bukti lemah, memicu keprihatinan mendalam dan doa massal dari komunitas yang tertindas

Hidayatullah.com | SUASANA dan keprihatinan mendalam menyelimuti kota Dzhankoy, Krimea, pada Kamis (23/10/2025) ketika puluhan wanita setempat, termasuk para istri tahanan politik, menggelar acara istighosah (doa kolektif memohon pertolongan dan ampunan) secara massal.

Kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan moral dan spiritual kepada empat wanita Muslim Tatar Krimea yang baru-baru ini ditahan oleh pasukan keamanan Rusia atas tuduhan ‘terorisme’ palsu.

Keempat wanita yang ditahan dalam operasi penggerebekan massal pada 15 Oktober 2025 tersebut adalah  Esma Nimetullayeva  (40),  Elviza Aliyeva  (20),  Fevziye Osmanova  (21), dan  Nasiba Saidova  (19).

NEW: Crimean Muslim Women Detained By Russian Security Forces

Four Crimean Tatar Muslim women have been detained by Russian authorities after being accused of being members of ‘Hizb-ut-Tahir’, which is banned in Russia.

On 15th October, the Russian security forces (FSB)… pic.twitter.com/RGhRPXLERj

— DOAM (@doamuslims) October 17, 2025

Penahanan ini menjadi titik balik represif di Krimea yang diduduki Rusia. Berdasarkan laporan dari organisasi hak asasi manusia  CrimeaSOS, ini adalah kasus pertama yang diketahui di mana pihak berwenang Rusia mengaitkan mereka dengan tuduhan keterlibatan dalam organisasi, Hizbut-Tahrir.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Istighosah yang digelar di Dzhankoy dipimpin oleh para istri, ibu, dan kerabat para tahanan politik Tatar Krimea yang telah lama ditahan.

Liniza, istri dari tahanan politik Abibulla Smedlyayev, menyampaikan bahwa penahanan ini adalah kelanjutan dari penindasan sistematis terhadap masyarakat mereka.

“Baru-baru ini mereka mengambil suami, ayah, dan putra kami. Hari ini — para wanita muda kami. Kami berkumpul dan berdoa memohon kesabaran dan kebebasan untuk semua orang yang kami cintai,” ujar Liniza, menggambarkan kekhawatiran yang mendalam di tengah komunitas mereka.

Penahanan ini semakin memperkuat kekhawatiran yang disampaikan oleh kelompok HAM internasional.  The Society for Threatened Peoples (STP), melalui laporan mereka (16/10/2025), menyatakan keprihatinan mendalam atas penangkapan yang bermotif politik ini.

Ancaman terhadap Keluarga dan Pemuda Krimea

Di antara para wanita yang ditahan, Esma Nimetullayeva menarik perhatian khusus. Menurut laporan dari platform aktivis akar rumput  Crimean Solidarity dan dikonfirmasi oleh ZMINA Human Rights Centre, Esma adalah seorang pembuat manisan, berusia 40 tahun, dan merupakan ibu dari lima anak di bawah umur.

Suaminya, Remzi Nimetullayev, telah ditahan sejak Agustus 2023 atas tuduhan serupa. Penahanan Esma, yang membiarkan lima anaknya kehilangan kedua orang tua, dianggap sebagai tindakan kejam. 

CrimeaSOS  menyoroti bahwa pengadilan pendudukan mengabaikan fakta bahwa banyak dari tahanan perempuan ini memiliki anak kecil atau orang tua lanjut usia yang bergantung pada mereka.

Tiga wanita lainnya adalah Nasiba Saidova, putri seorang Imam terkenal, adalah mahasiswa tingkat akhir yang bekerja sebagai guru taman kanak-kanak.

Elviza Aliyeva  adalah mahasiswa jurusan Manajemen dan bekerja sebagai kasir toko roti dan Fevziye Osmanova  bekerja di sebuah toko di dekat Sevastopol.

Hampir semua wanita yang ditahan, kecuali Esma, berusia di bawah 22 tahun.

Propaganda Kremlin

Sebelumnya, dalam operasinya, Layanan Keamanan Federal Federasi Rusia (Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti Rossiyskoy Federatsii atau FSB) mendakwa setidaknya satu orang sebagai ‘organisator’ di bawah Pasal 205.5 § 1, sementara yang lain didakwa ‘terlibat’ dalam kelompok fiktif tersebut (Pasal 205.5 § 2), yang dapat berujung pada hukuman belasan hingga puluhan tahun penjara.

Esma Nimetullayeva menghadapi dakwaan yang lebih serius sebagai ‘organisator’.

Sementara itu, propaganda Rusia memutarbalikkan fakta dengan narasi yang berbeda. “Sel wanita dari organisasi teroris telah diungkap di Krimea,” demikian bunyi tajuk utama kantor berita milik negara Rusia, TASS.

Narasi Moskow secara berulang menggunakan kata ‘teroris’, meskipun kegiatan yang disebutkan—seperti pertemuan dan diskusi keagamaan—sepenuhnya legal.

Realitasnya, dakwaan-dakwaan ini didasarkan pada ‘literatur terlarang’ yang ditanam, ‘penilaian ahli’ palsu, dan ‘kesaksian’ dari saksi rahasia yang keterangannya seringkali diragukan.

Seperti dalam kasus Nasiba Saidova, suaminya menolak menandatangani protokol penggeledahan karena buku-buku yang disebut ‘ditemukan’ diklaim berada di nakas tempat menyimpan pakaian dalam.

Ia mencatat bahwa seorang Muslim yang taat tidak mungkin menyimpan literatur keagamaan di tempat seperti itu, menunjukkan penghinaan FSB terhadap kredibilitas.

Pengacara terkemuka Emil Kurbedinov mewakili Esma Nimetullayeva. Diprediksi, para wanita ini akan ditempatkan dalam penahanan pra-sidang selama sidang ‘formal’ di Pengadilan Distrik Kievsky yang dikuasai Rusia.

Dengan sejarah pengadilan militer di Rostov yang mengabaikan keberatan pembelaan, hukuman berat untuk “terorisme” tanpa adanya kejahatan nyata tampaknya tak terhindarkan.

Refat Chubarov, Ketua Mejlis Rakyat Tatar Krimea, sebagaimana dikutip oleh  ZMINA Human Rights Centre, mengutuk keras operasi penangkapan tersebut dan menyoroti peningkatan drastis represi Rusia terhadap warga Tatar Krimea sejak aneksasi ilegal pada tahun 2014.

Pengadilan di Krimea telah memutuskan keempat wanita tersebut ditahan di SIZO (pusat penahanan) selama dua bulan sambil menunggu proses hukum.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineHizbut Tahrirmuslim rusiaMuslim Tatar KrimearusiaterorismeWanita muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ben Gvir Panen Kecaman Usai Kunjungi Penjara, Serukan Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina
Tulisan selanjutnya Perusahaan baja Israel bangkrut dan gulung tikar buntut boikot Turki Perusahaan Baja ‘Israel’ Gulung Tikar Buntut Boikot Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?