Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ben Gvir Panen Kecaman Usai Kunjungi Penjara, Serukan Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2025 11:08 11:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Oktober 2025 11:37
Bagikan
Menteri Keamanan Zionis - Israel, Itamar Ben-Gvir
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kembali memicu kontroversi setelah sebuah video yang beredar luas di media Israel menunjukkan dirinya mengunjungi penjara yang menahan warga Palestina yang disebut pemerintah Israel sebagai pelaku serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dalam video tersebut, yang pertama kali ditayangkan oleh media Israel Ynet dan Israel Hayom, Ben Gvir terlihat membuka jendela sel di mana para tahanan berjongkok dengan posisi tengkurap di lantai. Ia terdengar berkata dengan nada tinggi.

“The rule here is when you knock all the Nukhbas are on the floor," says Israeli National Security Minister Itamar Ben Gvir during a prison visit, as he opens the window into a cell, where Palestinian detainees are seen crouching face-down, with their hands behind their backs. pic.twitter.com/VZbD1Wohb6

— Middle East Eye (@MiddleEastEye) October 23, 2025

“Aturan di sini adalah ketika kamu mengetuk, semua Nukhba berada di lantai. Tidak ada marmalade, tidak ada cokelat, tidak ada TV, tidak ada radio. Semua yang dulu ada di sini sudah kami ambil. Tapi masih ada satu hal yang harus ditambahkan: hukuman mati untuk para teroris,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memancing kritik dari kelompok hak asasi manusia dan sejumlah tokoh politik Israel sendiri.

Para analis menilai, tindakan Ben Gvir mencerminkan pendekatan ekstrem terhadap tahanan Palestina dan dapat memperburuk situasi keamanan serta hubungan Israel–Palestina yang sudah rapuh.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Beberapa politisi oposisi di Knesset menuding Ben Gvir menggunakan jabatan publiknya untuk menebar provokasi dan memperkeruh situasi.

“Ben Gvir tidak bertindak sebagai menteri keamanan nasional, tetapi sebagai provokator nasional,” kata anggota oposisi Yair Lapid dalam pernyataannya, seraya menambahkan bahwa kebijakan keras semacam itu hanya memperpanjang siklus kekerasan.

Analis politik independen, Daniel Seidemann, menyebut tindakan Ben Gvir “bukan upaya menjaga keamanan, melainkan bentuk ideologisasi sistem hukum dan penjara Israel.”

Ia menilai langkah itu bagian dari “agenda kolonial” yang bertujuan memperkuat kontrol terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Kecaman juga datang dari lembaga HAM seperti B’Tselem dan Human Rights Watch, yang menyoroti perlakuan terhadap tahanan Palestina, termasuk pembatasan makanan, komunikasi, dan fasilitas dasar sejak perang Gaza kembali pecah.

Amnesty International menilai pernyataan Ben Gvir sebagai “indikasi nyata pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa.”

Ben Gvir bukan sosok baru dalam kontroversi. Sebelum menjadi menteri, ia dikenal sebagai aktivis pemukim Yahudi dan anggota partai sayap kanan radikal Otzma Yehudit.  Ia pernah dihukum karena tuduhan terorisme dan hasutan kebencian terhadap warga Arab.

Dalam wawancara pada 2023, ia pernah menyatakan bahwa “hak warga Yahudi untuk bergerak di jalanan Yudea dan Samaria lebih penting daripada kebebasan orang Arab,” yang menuai kecaman dari komunitas internasional, termasuk Departemen Luar Negeri AS.

Ben Gvir juga secara terbuka menyerukan pencaplokan penuh wilayah Tepi Barat dan pengusiran warga Palestina dari Gaza untuk digantikan oleh pemukiman Yahudi.

Saat menjabat sebagai menteri, ia memerintahkan pemotongan jatah makanan dan fasilitas bagi tahanan Palestina, dengan alasan memperketat kebijakan keamanan nasional.

Mahkamah Agung Israel bahkan sempat menegur pemerintah karena dianggap “secara sistematis mengurangi pasokan makanan tahanan di bawah standar minimum,” lapor Associated Press.

Kritik terhadap Ben Gvir juga datang dari kalangan mantan tawanan Israel di Gaza. Dalam wawancara dengan Times of Israel, beberapa di antaranya menuding retorika Ben Gvir “memicu pembalasan terhadap tawanan Israel di Gaza.”

“Setiap kali ia berbicara tentang memperketat perlakuan pada tahanan Palestina, kami yang lebih dulu menanggung akibatnya,” kata seorang mantan sandera.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Itamar Ben GvirpalestinaPenjara IsraelTahanan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Dukung Gagasan Menteri Abdul Mu’ti: Program Makan Bergizi Dikelola Lewat Dapur Sekolah
Tulisan selanjutnya Air Mata Krimea: Para Istri Tahanan Politik Gelar Istighosah Dukung 4 Muslim Tatar yang Ditahan Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?