Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Semoga Allah Memaafkan Prasangka Saya!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2014 19:37 7:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2014 19:37
Bagikan
Bahkan orang lain yang berada di dekatnyapun tidak tahan
Bagikan

KEJADIAN ini terjadi saat saya sedang menaiki kereta arah Depok Jakarta Kota beberapa minggu lalu. Kala itu, sepasang suami istri, entah siapa namanya, terlihat begitu berantakan dan sedikit kumal. Mohon maaf, bahkan badan keduanya mengeluarkan bau kurang sedap. Aroma ini bahkan membuat seorang Ibu yang awalnya duduk di dekatnya terpaksa harus keluar dari kereta dan muntah sejadi-jadinya. Mungkin karena tidak tahan dengan baunya.
Awalnya saya berfikir bahwa kedua pasangan sepuh (tua) ini adalah seorang pengemis atau gelandangan. Namun rupanya Allah menghentakkan hati saya dengan cara pembelajaran sangat luar biasa hari itu.

Saya tidak akan bercerita mengenai bagaimana kisah cinta pasangan ini, ikatan cinta keduanya, bagaimana mereka bersama mengarungi masa-masa tua atau dengan kisah-kisah romantis mereka menikmati hidup bersama.

Bukan itu yang akan saya ceritakan. Lebih itu dan jauh lebih indah dari itu.

Selama perjalanan, yang kala itu saya ditemani sebungkus kentang goreng, tak henti-hentinyanya memandangi sepasang suami istri ini.

Sebenarnya saya merasa terganggu karena bau yang dibawa kedua orangtua itu sungguh sangat menyengat. Tak dapat saya gambarkan baunya seperti apa, saya hanya dapat memastikan bahwa saat itu kepala saya sangat pusing akibat baunya. Tidak hanya saya, bahkan orang lain yang berada di dekatnyapun tidak tahan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Tiba-tiba datang seorang pemuda dengan gaya sangat stylish sambil menggunakan headset duduk tepat di samping sang pria yang memakai baju putih.

Sesaat ketika melihat pemuda itu perawakannya sangat mirip dengan teman saya di kampus Unhas, Ujung Pandang. Entah apa motivasi pemuda itu duduk tepat disamping bapak tersebut sedangkan setiap orang yang berada dalam gerbong kereta berusaha menjauhi pasangan suami istri itu karena tak tahan baunya.

Hingga mulailah terdengar pemuda itu menanyakan beberapa hal kepada bapak tersebut. Nama bapak siapa?

Tinggal di mana? Mau kemana? Punya anak berapa?

Sungguh saya dibuat terkagum dengan perawakan pemuda itu. Walaupun terlihat selengean (cuek) namun sungguh ia satu dari beberapa orang hebat yang pernah kemui selama ini.

Banyak hal yang membuat saya yakin bahwa pemuda itu adalah orang hebat. Kala itu, kereta sudah hampir tiba di stasiun Gondangdia, stasiun tujuan pasangan suami istri ini.

Kulihat pemuda itu memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengambil beberapa uang berwarna merah (Rp 100.000) dalam jumlah yang sangat banyak, sangat banyak namun saya tak tahu pastinya.

“Pak, saya punya sedikit rejeki buat bapak dan ibu mungkin bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak dan ibu beberapa hari ke depan,” ujarnya dengan nada sangat sopan.

Tahukah pembaca, apa jawaban bapak itu? Inilah jawabannya;

“Sungguh agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan uang dari situan kaya raya, kuyakin tuhanku maha kaya, sangat kaya. Saya tahu niat Ananda adalah untuk membantu kami, dan sungguh saya yakin bahwa Allah-lah yang telah mengirimmu kepada kami, namun mohon maaf nak, saya tak bisa menerima itu. Saya tak ingin sebuah kisah dari perjalanan perjuangan hidup kami mencari rezeki, terdapat sebuah kisah bahwa kami menerima uang dari orang lain dikarenakan kasihan dengan kondisi kami. Saya yakin nak, sebentar lagi Allah akan memberikan rezeki bagi kami dengan cara yang lebih baik dari ini. Ya, saya yakin sebentar lagi nak, sebentar lagi.”

Kemudian bapak ini melangkahkan kakinya turun ke stasiun Gondangdia bersama istrinya.

Semoga Allah memaafkan prasangka saya yang menganggap bapak dan Ibu itu adalah seorang pengemis. Sungguh mereka sebenar-benarnya hamba Allah yang bertebaran di muka bumi dan mencari rezeki Allah layaknya seorang pahlawan.

Pengalaman ini sontak menambah keyakinan saya bahwa rezeki Allah sungguh sangat dekat. InsyaAllah.*/ cerita ini dikisahkan Wahyu Hidayat Ar Rasyid dan diedit redaksi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pasanganPengemis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Netanyahu Desak Hamas Dimasukkan Kembali dalam Daftar Teroris
Tulisan selanjutnya Ulama dan Cendekiawan Dunia Islam Bahas Tantangan Liberalisme di Kuala Lumpur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?