Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Allah Selalu Memberiku yang Terbaik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Januari 2016 08:41 8:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Januari 2016 08:40
Bagikan
Bagikan

Every time is studying

Every place is school

Every person is teacher

 

Sebagian orang berpendapat, anak yang berpindah-pindah sekolah di masa pendidikan dasar atau menengah akan mengalami kesulitan dalam  pendidikan selanjutnya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Setidaknya itulah asumsi orang-orang di sekitarku melihat “sepak terjang” pendidikanku selama ini.

Sekolah Dasar (SD) kujalani di empat sekolah berbeda.  Sekolah Menengah Pertama (SMP) dua kali pindah sekolah. Pun jenjang selanjutnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) itu kutamatkan melewati tiga tempat.

Uniknya, semua kujalani tanpa kendala yang berarti. Alasan pindahpun berbeda-beda. Mulai dari ikut orangtua yang pindah tugas dan tempat tinggal hingga kemauan orangtua yang memintaku pindah sekolah.

Namun di balik itu, satu hal yang kuyakini, semua perpindahan itu adalah jawaban dari Allah untuk doa-doaku selama ini yang hanya memohon yang terbaik di sisi-Nya.

Dalam kondisi apapun, aku hanya berusaha meyakini, bahwa itulah yang terbaik menurut Allah yang diberikan kepadaku.

Meski di satu sisi tantangan dan cobaan itu selalu ada membersamai perjalananku menuntut ilmu. Di Pare, Kediri misalnya.

Sungguh tak mudah bagiku berinteraksi dengan lingkungan “luar”. Sedang bertahun-tahun aku hanya menghabiskan waktu di dalam pondok pesantren.

Seorang santri yang terbiasa dengan perintah dan larangan dengan pergaulan yang dibatasi, tiba-tiba menetap di sebuah lingkungan yang bisa dikata “bebas” dari segala aturan sistem yang mengikat.

Belum lagi mengelola waktu sendiri tanpa perlu diatur oleh aturan asrama. Kondisi tersebut bisa dibilang bertambah rumit dengan adanya orang-orang yang masih saja mempersoalkan pakaian dan hijab yang kukenakan selama ini.

Bersama kesulitan ada kemudahan. Demikian prinsip agama mengajarkan.  Di sanalah, di Kampung Inggris tersebut aku mendapat sejumlah pelajaran hidup yang tak ada secara teori di buku-buku pelajaran.

Menuntut ilmu di lingkungan yang bisa memacu segala potensi diri adalah satu hal yang selalu kumimpikan.

Meski sejatinya hal itu berpulang kepada orang itu sendiri. Apakah ia bersungguh-sungguh belajar atau tidak. Ibarat mutiara yang terpendam, ia akan terus memancarkan kemilau meski ditaruh di lingkungan manapun.

Tapi setidaknya keinginan itu pernah terpatri dalam diri. Untuk merasakan sensasi belajar yang penuh keseriusan, kompetisi tinggi, dan optimalisasi waktu secara baik di dalam dan luar kelas.

Memasuki jenjang perguruan tinggi, status mahasiswa tak membuatku lupa untuk terus berdoa memohon yang terbaik kepada Allah.

Entah kenapa, sambil menjalani kuliah di sebuah sekolah tinggi Islam di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, doaku tak henti untuk memberi yang terbaik padaku.

Meski aku sendiri tak tahu pasti apa bentuk yang terbaik itu. Sebab aku hanya meyakini, yang kujalani itulah yang terbaik yang diberikan oleh Allah.

Kini seiring waktu, rupanya takdir berpindah tempat belajar itu kembali menghinggapi nasibku.

Kembali aku ditakdirkan pindah. Dari Balikpapan menuju ibukota Jakarta, tepatnya menuntut ilmu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta.

Sebelumnya aku dan bersama beberapa kawanku dinyatakan lulus seleksi program Diploma Pendidikan selama setahun di LIPIA.

Kini, aku rasanya jadi malu dan tak “berani” meminta lagi. Bisa dikata, nyaris setiap yang kumimpikan dikabulkan oleh Allah.

Sedang di saat yang sama, akupun sangat menyadari, betapa aku masih sangat lalai terhadap kewajiban dan amanah yang dititipkan padaku.

Dalam hening malam, aku hanya bisa merinding. Merapal ayat-ayat suci Allah usai sujudku kepada-Nya.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman [55]: 13).*/Musyarrafah, mahasiswi LIPIA Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdoaLPIAmemintaterkabul
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Banyak ‘al-Nimr’ di Iran [1]
Tulisan selanjutnya Ada Banyak ‘al-Nimr’ di Iran [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?