Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Siapakah Yang Menciptakan Allah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2010 18:31 6:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2010 18:31
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abu Ammar

Hidayatullah.com–Hamburg adalah kota di bagian utara Jerman yang sangat indah dan termasuk kota terbesar kedua di Jerman dan ketujuh di Uni Eropa. Kota pelabuhan sungai Elbe ini memiliki tak kurang dari 40-an buah masjid, banyak di antaranya terpusat di dekat jantung kota dan stasiun utama kereta api (Hamburg Hauptbahnhof) serta terminal bus antar-kota dan antar-negara (Zentral-Omnibus-Bahnhof, ZOB). Di sekitar itulah bertaburan sejumlah masjid, tak terkecuali masjid yang menjadi pusat kegiatan ke-Islaman warga muslim Indonesia di Hamburg yang bernaung di bawah payung resmi Indonesisches Islamisches Centrum e.V.

Sabtu 10 April 2010 itu cuaca masih dingin, masih di bawah 20°C, namun angin dingin yang berhembus memaksa orang mengenakan jaket tebal. Seperti biasa acara sabtu pagi hingga selepas Dzuhur diisi pengajian anak-anak, yakni belajar membaca Al Qur’an dan ceramah Islam dalam bahasa Jerman. Sorenya setelah Dzuhur giliran diadakan pengajian untuk mahasiswa dan remaja.

Pengajian tersebut banyak melibatkan diskusi dua arah dan logika mengingat begitulah budaya dan pola pikir masyarakat yang ada di Jerman. Di antara yang dibahas adalah permasalahan yang mereka hadapi ketika bercengkerama dengan teman-teman Jerman mereka yang menanyakan seputar agama. Salah seorang peserta remaja, yang baru akan memasuki jenjang kuliah di perguruan tinggi, menanyakan bagaimana menjawab pertanyaan temannya: “Kalau alam semesta ini diciptakan Tuhan, lalu siapakah yang menciptakan Tuhan?”

Nampaknya saat pengajian berlangsung, sang pembicara yang masih mahasiswa kelewat menjawab pertanyaan itu. Mungkin saking banyaknya masalah yang dibahas serta pembicaraan yang merambah ke mana-mana, sehingga terlupakan. Syukurlah sarana komunikasi internet cukup membantu, dan segera setelah pengajian usai, sang pembicara melayangkan email menjawab pertanyaan yang terlewatkan itu ke peserta pengajian. Sengaja isi jawabannya dipaparkan di sini, dengan maksud barangkali bisa diambil manfaatnya jika ada pertanyaan serupa di masa mendatang.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Pertanyaan: Siapakah yang menciptakan Allah?

Jawaban: Sebelum menjawab pertanyaan ini, ini ibarat ada pertanyaan dgn logika serupa seperti ini: Mengapa ular kok tidak punya dua kaki, dua sayap, bulu dan dapat terbang seperti burung? Jawabannya: karena kalau ular punya ciri seperti burung, dia tidak dinamakan ular, tapi ya burung.

Mengapa kursi dan meja kok tidak bisa berbicara seperti pembuatnya, tidak punya otak, tidak punya keahlian membuat sesuatu seperti manusia? Jawabannya: ya karena kalau dia punya ciri dan sifat seperti manusia, maka dia bukan meja atau bukan kursi, tapi makhluk lain, atau mungkin malah dipanggil manusia.

Mengapa pisang kok tidak punya rasa, warna, bau, bentuk dan kesamaan dengan Pizza? Jawabannya: ya karena kalau pisang seperti itu berarti bukan pisang, tapi ya Pizza.

Sama, siapa yg menciptakan Allah atau Tuhan yang Maha Pencipta? Jawabannya: kalau Tuhan itu diciptakan maka dia tidak disebut Tuhan, tapi makhluk. Tuhan itu ya yang Maha Pencipta dan tidak diciptakan, abadi, dan Maha Segalanya. Itulah konsep Tuhan.

Jika seseorang berpikir siapakah yang menciptakan Tuhan Yang Maha Pencipta, maka logika berpikirnya yang keliru, karena ini menyamakan Tuhan dengan bukan-Tuhan, menyamakan Pencipta dengan yang diciptakan, dan sebagainya. Ini sama saja dengan logika berpikir keliru: mengapa ular kok tidak punya organ tubuh yang sama persis seperti burung, mengapa meja dan kursi kok tidak punya kemampuan seperti manusia yang membuatnya, kenapa pisang kok tidak seperti Pizza…?

Demikianlah sekelumit gambaran lika-liku pengajian di Hamburg, Jerman. Keadaan budaya, pendidikan dan pola pikir masyarakat yang hidup di negeri itu menuntut tantangan dakwah dengan bahasa, pola pikir, dan pengetahuan yang sesuai dengan masyarakatnya. [abuammar/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Anand Krishna Buka Posko Pengaduan
Tulisan selanjutnya Barat Pahami Teroris Secara Sepihak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Berita
2 Juli 2026 21:51
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?