Hidayatullah.com–Meski berulang kali terkena skandal seks, pengusaha yang menjadi politikus Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, tidak juga tersingkir dari kekuasaannya. Sekarang ia harus menyerah akibat krisis ekonomi.
Berlusconi pada hari Rabu (09/11/2011) mengumumkan bahwa dirinya tidak akan ikut serta dalam pemilihan umum awal, setelah sehari sebelumnya berjanji akan meletakkan jabatan jika parlemen menyetujui reformasi anggaran tahun 2012.
“Saya akan mengundurkan diri segera begitu undang-undang itu diloloskan,” katanya kepada stasiun televisi miliknya sendiri Canale 5, sebagaimana dilansir Xinhua.
Dalam wawancara dengan koran La Stampa, Berlusconi mengulangi pernyataan tentang pengunduran dirinya tersebut.
“Sungguh, saya tidak akan mencalonkan diri lagi,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa sekarang adalah waktu bagi sejawatnya satu partai, sekretaris Partai Rakyat Merdeka Angelino Alfano, untuk maju.
Cabul
The Economist dalam laporannya pertengahan Januari 2011, yang membahas tentang berbagai skandal seks Berlusconi dan mengapa ia akan selamat dari jeratan kasus tersebut, memberi judul tulisannya dengan ‘A Party Animal’, binatang yang sangat senang berpesta.
Kedengarannya memang kasar, tapi mungkin memang pantas sebutan itu ditujukan pada Belusconi. Setidaknya, dalam salah satu skandal dari sederet skandal yang mencuat tahun 2009 – 2010, disebutkan bahwa Perdana Menteri Silvio Berlusconi pernah menyelenggarakan pesta seks di rumannya, dengan melibatkan lebih dari 20 perempuan. Dalam pesta itu tersedia pula peralatan yang biasa dipakai oleh penari telanjang.
Dalam salah satu pembicaraan telepon Berlusconi yang disadap dan muncul ke publik September 2011, diketahui bahwa ia memesan wanita panggilan yang tidak tinggi, karena dia sendiri tidak bertubuh tinggi.
Berlusconi juga dikenal sering memberikan komentar-komentar yang dinilai tidak layak.
Dalam makan malam dengan para anggota parlemen partainya, sebelum pemungutan suara mosi atas Berlusconi yang digelar parlemen, suratkabar Corriere della Sera mengutip dirinya mengatakan:”Saya tidak pernah bisa bilang ‘tidak’, saya tidak pernah bisa, saya beruntung bahwa tidak ada pria gay yang pernah merayu saya.” Lapor BBC (14/12/2010).
Istri keduanya, Veronica Lario, bahkan berani mengajukan gugatan cerai, pada Mei 2009, setelah menuduh Beslusconi di depan umum berhubungan dengan wanita di bawah umur.
Anti-Islam
Pertengahan Mei 2011, dalam upaya memenangkan kandidat partainya, Letizia Moratti sebagai walikota Milan, Berlusconi menakut-nakuti warga Milan akan bahaya Islam.
“Milan tidak boleh berubah menjadi sebuah kota Islam, sebuah zingaropoli [kota orang-orang Gipsi] yang penuh dengan kamp orang Roma, dikepung oleh orang asing, yang oleh kelompok kiri ingin diberi hak suara,” katanya dikutip BBC.
Jauh sebelum itu, di tahun 2001, Berlusconi pernah mengatakan bahwa peradaban Barat berada jauh di atas peradaban Islam.
“Kita harus sadar akan superioritas peradaban kita, yang terdiri dari sistem nilai yang memberikan kesejahteraan secara meluas kepada rakyat di negar-negara yang menganutnya [Barat], dan menjamin penghormatan atas Hak asasi manusia dan agama. Yang mana, penghormatan ini tidak ada di negara-negara Islam,” kata Berlusconi.
Ketika itu, komentar Berlusconi mendapat kecaman dari banyak pihak, terutama negara-negara Islam.
Washington Post dalam editorialnya menyebut komentar Berlusconi itu sebagai “ocehan berbahaya.”
Didepak Pasar
Beberapa hari lalu, pria kelahiran Milan 75 tahun silam itu masih menertawai krisis ekonomi yang menghantam banyak negara Barat. Ia bahkan menyebut krisis yang mengancam Italia sebagai imajinasi kelompok sayap kiri.
Berlusconi, dengan khas guyonannya yang tidak pantas, mengatakan bahwa Italia tidak benar-benar berada dalam krisis, sebab restoran-restoran terlihat ramai dan penerbangan liburan juga penuh dipesan.
Sekarang, pengusaha dan salah satu orang terkaya di Italia itu bahkan didepak oleh pasar, tempatnya biasa menjalankan bisnis. Menurut Reuters (09/11/2011) tekanan pasar adalah faktor yang mendesaknya kuat sehingga harus mundur. Para pelaku bisnis di Italia skeptis dengan janji-janji manis Berlusconi tentang reformasi sehingga mereka lepas dari gurita krisis ekonomi.
Berawal dari kehilangan dukungan di kota kelahirannya pada Desember tahun lalu, Berlusconi akhirnya tidak mendapat dukungan di parlemen Italia atas reformasi ekonominya, yang dinilai tidak pernah ditindaklanjuti dengan tindakan nyata.
Tahun lalu ia selamat dari mosi parlemen, yang digelar wakil rakyat guna mendepaknya, karena terlibat kasus korupsi dan menggunakan pesawat milik negara untuk mengangkut para wanita pelacur dalam pesta seksnya. Kini, Berlusconi harus menyerah dan meletakkan kekuasaan, setelah 17 tahun merajai panggung politik Italia.*