Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengunjungi Komunitas Islam di Guangzhou

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Maret 2012 07:44 7:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Maret 2012 07:44
Bagikan
Bagikan

DI DINDING sebuah restoran China Muslim di Guangzhou, China, tergantung sebuah potret seorang pemimpin Malaysia. Tokoh nasional Malaysia itu bergambar bersama pemilik restoran Haji Abdullah. Menurut keterangan yang tertulis di bawah foto tersebut, foto direkam tanggal 5 Februari 2005 ketika pemimpin itu mengunjungi komunitas umat Islam di Guangzhou.

Keterangan lain yang ditulis pada foto itu selain bahasa China adalah bahasa Inggris; Partai Islam Semalaysia (PAS) spritual leader Nik Abdul Aziz Nik Mat. Dan dicatatkan juga tanggal kedatangnya. Turut bergambar adalah Sekteratir Nik Aziz kala itu, Nik Azlan.

Restoran Abdullah adalah antara restoran makanan halal yang menghidangkan masakan dari wilayah otonomi umat Islam Xinjiang yang lezat, menjadi pilihan utama Muslim China dan pelancong Muslim dari seluruh dunia yang berkunjung ke Guangzhou.
Siapapun yang menjamu selera di restoran yang terletak di Jalan Eighth Shaogmoa pasti dapat melihat potret Mursyidul Am dan Pemimpin PAS Kelantan merangkap Menteri Besar, Tuan Guru Dato’ Haji Abdul Aziz Nik Mat yang dilekatkan pada di dinding bangunan satu lantai itu.

Umat Islam di China khususnya di wilayah Guangzhou dan Shenzhen mudah dikenali dari pakaiannya. Sebagian besar menggunakan identitas Muslimnya dengan kopiah putih (untuk lelaki), sementara perempuan berjilbab atau minimum mengenakan kerundung ringkas pada kepala masing-masing.

Lelaki dan perempuan Muslim boleh dilihat sepanjang jalan utama di kedua kota ini. Mereka menjual buah-buahan seperti limau dan sejenis manisan asal Xinjiang, serta roti nan yang lezat. Untuk kemudahan mereka mendapatkan makanan halal, kedai-kadai menjual daging lembu, ayam dan kambing juga banyak terdapat di sini.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Selama empat hari di Guangzhou dan Zhenzhen sempat menziarahi beberapa permukiman minoritas Muslim, antaranya kompleks masjid Saad Abi Waqass di Guangzhou, yang juga menempatkan makam yang dikatakan makam sahabat Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) , Saad Abi Waqass.

Sejarah penyebaran

Menurut sejarah, penyebaran agama Islam ke China adalah semasa Dinasti Tang dan Dinasti Song (pertengahan abad ke-7- 1279) oleh para pedagang Muslim Arab dan Parsi dengan menempuh Jalan Sutra. Hasil dari diplomasi dan aktivitas keagamaan di rantau itu maka munculnya komunitas Hui di China (1271-1368) dan komunitas Hui ini sangat berpengaruh di China sehingga lepas beberapa dinasti, sehingga pada zaman pemerintahan Yuanzang yang berhasil menumbanghkan Dianasti Yuan, komunitas Hui mengalami mimpi buruk, yakni dipaksa mengggantikan nama Arab-Islam dengan nama-nama China. Namun mereka tetap menyesuaikan dengan perkataan Islam seperti Abu diubah kepada Pu, Shamsuddin, Alaudin diubah kepada Ding, Muhamad diubah kepada Ma dan sebagainya.

Muslim di China menyakini bahwa penyebaran Islam adalah hasil dari dakwah salah seorang saudara Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) dari jalur ibu, yaitu Saad Abi Waqass. Ibunda Rasul, Aminah binti Wahhab, berasal dari suku yang sama dengan Saad, yaitu dari Bani Zuhrah. Diyakini, makamnya berada di Guangzhou (Kanton) yang hingga kini sangat dihormati. Saat penulis mengunjungi permakaman itu, beberapa lelaki dan seorang perempuan sedang membaca al-Quran.

Sumber China abad ke -17 juga mengaitkan kedatangan empat utusan Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) di China pada abad ke-7 sebagai awal mula masuknya Islam ke China. Empat utusan Nabi itu tiba di China untuk berdakwah semasa pemerintahan Wude dari Dianasti Tang. Utusan pertama berdakwah di Guangzhou sementara utusan kedua berdakwah di Yangzhou, utusan ketiga dan keempat berdakwah di Quanzhou.

Makam-makam mereka masih sangat dihormati oleh Muslim China, namun karena kurangnya bukti-bukti, baik sarjana Muslim maupun sarjana China, maka diklaim itu menurut sebagian pihak dianggap sebagai legenda belaka. Namun buku “A Brief Study of the Introduction of Islam to China” karya Chen Yuen, Islam pertama kali datang ke China sekitar tahun 30 H atau 651 M. Disebutkan, Islam masuk ke China melalui utusan yang dikirim oleh Khalifah Usman bin Affan (23-35 H / 644-656 M). Menurut catatan Lui Tschih, penulis Muslim China pada abad ke-18 dalam karyanya
“Chee Chea Sheehuzoo” (Perihal Kehidupan Nabi), Islam dibawa ke China oleh rombongan yang dipimpin Saad bin Abi Waqqas.

Bagaimana pun, tetap sulit menemukan dengan tepat dan konklusif tentang titik awal masuknya Islam ke China.

Selain ke kompleks Masjid dan makam Saad Abi Waqass, rombongan yang diketuai Sekretaris Penerangan PAS Kelantan, merangkap Pengarah Urusetia Penerangan Kerajaan Negeri (UPKN), Ustaz Haji Abdul Rahman Yunus singgah di Kompleks Masjid Menara Api (Masjid Huai Sheng) di pinggir kota Guangzhou.

Masjid yang bina pada abad ke-15, yaitu di zaman Dianasti Tang ini masih tampak elok dan tetap kekal seperti kondisi asalnya dengan menara tanpa disapu cat. Arsitektur bangunan keseluruhannya berasaskan arsitek tradisional China seperti pagoda.

Ikut sama rombongan ziarah umat Islam China adalah Haji Muhammad Azmi Nor dan Haji Rosidi Semail, Pegawai Penerangan Puan Nor Hashimah Deraman, Chia Chuan Lai dan sebagian pejabat UPKN.*/Rossem

Keterangan Foto 1: Foto Tuan Guru Dato’ Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat bersama pemilik restoran Abdullah yang dipasang pada dinding Restoran Abdullah, Guangzhou, China. (2). di hadapan Masjid Saad Abi Waqass, Guangzou, China.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Remaja yang Tak Merokok 5 Kali Lebih Bahagia
Tulisan selanjutnya ICMI Siap Membantu Saudagar Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?