Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dua Sahabat Berbagi Sepatu dan Hidup di Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2016 07:28 7:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2016 08:24
Bagikan
Foto: "Kami adalah satu jiwa, dengan dua tubuh"
Bagikan

MUSIM semi di depan mata, dan inilah saatnya bagi Adli Ebied dan Mansur al-Qerem membeli sepasang sepatu baru. Mereka turun dari motor di luar salah satu toko sepatu lokal di Gaza, masuk ke dalam toko dengan dibantu tongkat ketiak mereka, dan mulai mencoba berbagai model sepatu terkini.

Tidak lama bagi mereka membeli sepasang sepatu yang mana biayanya mereka bagi dua. Yang satu mengambil yang kanan, sedang satunya memakai yang sebelah kiri.

Adli, 24 tahun, dan Mansour, 26 tahun, memiliki satu kedekatan spesial yang sama: keduanya kehilangan kaki dalam serangan Israel di Gaza pada tahun 2011.

Meskipun mereka tidak bersama ketika keduanya mengalami luka yang menyebabkan kehilangan kaki mereka, sejak dalam proses pemulihan di rumah sakit dan selama rehabilitasi, persahabatan mereka telah berkembang menjadi sebuah ikatan yang unik. Hari demi hari mereka mendapatkan kekuatan satu sama lain dan berbagi rasa syukur hanya karena mereka masih diberi nikmat hidup.

Untungnya, dua sahabat ini mempunyai selera yang sama dalam sepatu, sehingga membeli sepasang sepatu baru menjadi tugas yang menarik bagi mereka berdua. Hal ini tentu jadi masalah kalau bicara ukuran sepatu, namun keduanya bahkan memiliki ukuran sepatu yang sama – tambahan bonus.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Meskipun keadaan Gaza yang menantang, mereka menikmati makan-makan, belanja, bersantai, menjalankan tugas dan mengendarai sepeda motor mereka bersama-sama.

Meskipun dari latar belakang ekonomi yang berbeda, persahabatan mereka mulai di sekolah, berlanjut hingga dewasa dan sekarang menjadi lebih kuat dari sebelumnya karena keadaan serupa yang diberikan oleh hidup kepada mereka.

“Sebuah momen yang tepat untuk merasakan persahabatan sejati bisa saja terjadi di satu toko sepatu, di mana Mansour dan saya langsung setuju pada selera dan jenis sepatu yang sama,” ujar Adli kepada middleeasteye.net, Senin (22/02/2016) lalu.

Seperti kebanyakan pemuda lainnya, Adli dan Mansour penuh dengan energi, meski kehilangan kaki karena cedera keduanya telah permanen. Tapi semangat yang tinggi dan rasa humor mereka membuat siapa saja hampir tidak melihat tantangan fisik yang ada pada mereka.

Masing-masing dari keduanya telah belajar untuk hidup dalam versi baru dari diri mereka sendiri yang telah kehilangan satu anggota tubuh, satu mengandalkan kaki kirinya dan lainnya di sebelah kanannya. Mungkin dengan keadaan seperti ini, mendapatkan tantangan secara fisik menyebabkan mereka tidak aktif atau merasa tidak percaya diri dalam menghadapi hidup dalam aktifitas sehari-hari, tapi tidak bagi dua sahabat ini.

Mereka masih saja pergi berbelanja, duduk-duduk di taman Gaza, berjalan di sepanjang pantai dan menaiki sepeda motor bersama-sama secara rutin.

Adli Ebied and Mansour al-Qerem2
Mansour menangani gigi dan Adli yang menyetir – semua orang di jalan yang melihat mereka kagum dengan level kerjasama mereka berdua. (MEE / Mohammed Asad)

 

Persahabatan memudahkan mereka berdua melupakan bahwa keduanya telah kehilangan kaki. “Kakiku yang lain ada di sana,” tersenyum Adli, menunjuk ke Mansour. Mansour tersenyum kembali, menanggapi: “Ya, dan itu kaki saya yang lain (menunjuk ke Adli) dan saya bahkan tidak bisa membayangkan ke mana-mana tanpa itu, atau tanpa Adli.”

“Persahabatan kami menjadi lebih kuat setelah sakit yang kami rasakan bersama,” kata Mansour, dengan senyum lebar.

“Bersama, kami jauh lebih baik dari sebelum kami terluka,” kata Adli.

Adli dan Mansour keduanya tinggal di Shejayeh, barat kota Gaza, daerah yang diserang selama perang Israel terakhir di daerah yang diblokade. Keduanya suka berjalan melewati pemancingan Gaza dari ujung pagar perbatasan timur dengan Israel sampai ke daerah pelabuhan di ujung barat.

“Kami sama seperti orang lain. Kami melakukan kegiatan sehari-hari dan tak sehari pun berlalu tanpa kita habiskan bersama, “kata Mansour.* (BERSAMBUNG) hal 2

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:gazaisraelkakiperangZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palsukan Label Halal ke Indonesia, Pebisnis Amerika Dihukum
Tulisan selanjutnya Islam, LGBT dan Perkawinan Sejenis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?