Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dicurigai Warga, Taufik Tetap Ajarkan al-Quran Warga Batetangga

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Mei 2016 06:32 6:32 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Mei 2016 08:00
Bagikan
Taufik Maluk, dai di puncak Gunung Toeran Batu di Kota Polewali Mandar
Bagikan

ERAN BATU, itulah nama sebuah dusun yang berada di puncak Gunung Toeran Batu. Dari pusat Kota Polewali Mandar diperlukan waktu kurang lebih satu jam.

Menuju ke lokasi tersebut, jika menggunakan mobil diperlukan keterampilan mengemudi yang handal, sebab jalannya hanya bisa satu mobil itu pun pas dengan posisi ban mobil, sehingga meleset sedikit, sudah pasti mobil akan keluar jalur. Beruntung ia hanya memiliki sepeda motor.

Namun demikian, hal itu bukan kendala bagi Taufik Malik (31) dai pedalaman yang tiga kali dalam sepekan hadir menjumpai 80 KK di dusun yang berada di Desa Batetangnga Kecamatan Binuang.

Suami dari Mukarromah itu mengatakan bahwa masyarakat pelosok desa sangat antusias dengan seruan dakwah.

“Mendapatkan tugas berdakwah di desa terpencil itu memang tidak mudah, terutama mengatasi kondisi alam, baik berupa jalan, jarak dan kesehatan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Pernah suatu waktu hujan lebat, itu pun sudah diantisipasi dengan saya menggunakan sepatu boot. Karena tidak pakai jas hujan saya putuskan meneduh di bawah pohon.

Tetapi, reda pun tidak gampang, saya mesti menaklukkan dalamnya lumpur yang menjadikan suara kenalpot meraung-raung di tengah hutan, di sini lelahnya,” ucapnya.

“Tetapi, masyarakat pedesaan sejauh yang saya alami memiliki antusiasme tinggi terhadap dakwah, sehingga lelah itu mendapat penawarnya .

Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya antuasiasme warga dalam menerima seruan dakwah, hingga orang tua anak-anak pun tertarik untuk ikut belajar.

Dulu hanya anak-anaknya yang belajar mengaji. Tetapi hari berganti, bulan berlalu dan tahun bergulir, ibu-ibu dan bapak-bapaknya juga tertarik untuk belajar Al-Qur’an,” ujarnya lagi.

Nalar Kritis

Sekalipun di ujung jalan atau tepatnya di kaki gunung, masyarakat yang mayoritas berkebun kakao itu sangat kritis dalam menerima dakwah. Awal Taufik Malik mengunjungi desa yang dihuni Suku Pattae itu sekitar tiga bulan silam ia dihujani beragam pertanyaan.

Pertama datang, dia ditanya macam-macam. Apakah  benar dirinya membawa dakwah Islam atau malah mau menghasut warga menjadi teroris, radikalis, dan menjadikan anak-anak mereka mudah memusuhi sesama Islam?

Beruntung ayah tiga anak ini bisa berlapang dada. Secara perlahan namun pasti, Taufik menunjukkan kepada warga bahwa dirinya hanya ingin menghantar hidayah menjadikan warga bisa dan cinta membaca Al-Qur’an.

“Waktu itu saya jawab, saya cuma ingin mengabdikan diri dan umur saya untuk mengajar ngaji saja, siapa tau anak-anak dari ibu bapak sekalian bisa menjadi orang yang bisa dan cinta membaca Al-Qur’an. Jika memang Allah bukakan hati kita, insya Allah kita bisa bersaudara dalam dakwah initi kisahnya.”

Rupanya Allah menjawab niat Taufik Malik itu. Warga yang tadinya sangat curiga perlahan-lahan melihat ketulusan pria lulusan Sekolah tinggi Agama Islam Luqman Hakim Surabaya itu. tidak terlalu lama, warga mempercayai Taufik sepenuh hati dan kini dakwah di dusun itu kian hidup dan semarak.

Mengajar Mengaji dan Bisa Baca Tulis

Mengingat masyarakat setempat masih menggunakan bahasa Pattae dalam kesehariannya, sebagian warga yang sudah dewasa mengalami kendala dalam hal baca tulis latin.

“Tapi kalau mengaji bisa pak,” ungkap Amdan (31) selaku kepala dusun.

“Makanya kita berharap nanti majelis taklim ini tidak saja mengajarkan Al-Qur’an, tapi juga ada tambahan pelajaran membaca dan menulis, supaya warga semakin pandai,” harapnya.

Taufik Malik2
Taufik Malik sedang memimpin proses pembelajaran sebelum masuk ruangan bersama anak-anak binaannya (foto: hidayatullah.com/Imam Nawawi)

Menyikapi permintaan warga yang demikian itu, Taufik merasa lebih tertantang.Ia berdoa di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala,  “Ya Allah berikan hamba kekuatan, sebab mengajarkan Qur’an saja sudah butuh perjuangan, apalagi tambah pelajaran, sedangkan saya sendirian,” ucapnya.

Namun, karena memang antusiasme warga cukup tinggi, setiap datang ke masjid pria asli tinambung Polman itu hingga sekarang belum bsia memenuhi permintaan warga.

Mesti Sabar

Pun demikian tantangan lain hadir, yakni adab dalam pengajian. Warga yang memang sibuk berkebun ditambah suhu yang cukup sejuk menjadikan sebagian diantaranya enggan berganti pakaian.

“Jadi, kalau pengajian mulai jam 9 pagi, ada warga yang menyempatkan diri ke kebun. Terus karena takut tertinggal pengajian, ada yang langsung ke masjid dengan celana sejengkal di bawah lutut dan menggunakan kaos saja. Itu sudah biasa, kita harus sabar. Sebab kalau tidak, bisa lari mereka,” ungkapnya.

Namun kini Taufik tidak sendirian, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) hadir mendukung gerakan dakwahnya, sehingga sekarang tantangan dari sisi operasional sedikit terobati.

“Alhamdulillah sekarang ada BMH mensupport, terlebih rencananya dusun ini akan dijadikan pelaksanaan Program Kampung Berkah Mandiri oleh BMH.”

Ia berharap semoga warga bisa shalat lima waktu berjama’ah, masjid ramai dengan kegiatan belajar dan kerukunan serta kebersamaan bisa semakin dikuatkan.

“Semoga Allah percayakan hidayah-Nya bersarang dalam dada warga Desa Batetangga semuanya,” pungkasnya sembari mengucapkan  Aamiin.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QuranBMHdaidakwahpedalaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemkot: Tempat Hiburan Malam di Padang Tutup Selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya MUI Jawa Timur Dukung Raperda Kota Surabaya Tentang Pelarangan Miras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?