SEKITAR pukul 10:30 waktu Pakistan (PKT), puluhan orang terlihat antre memasuki sebuah rumah besar di belakang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Pakistan, Sabtu (16/06/2018) lalu.
Rumah tersebut merupakan Wisma Nusantara, kediaman Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amrie, beserta keluarga.
Di pintu masuk, Dubes beserta istrinya tampak sibuk menyambut tamu yang sejak tadi menyalami mereka. Sesekali para tamu meminta berfoto bersama. Hari itu merupakan acara open house yang digelar Dubes usai shalat Idul Fitri 1439 H di Hall KBRI untuk Pakistan.
Tak jauh dari pintu masuk, sekitar 5 meter, terdapat suguhan makanan dengan berbagai macam menu khas Indonesia. Di sebelahnya berjejer para tamu yang mayoritas menggunakan baju batik.
“Wah ada somay, bakso, sate Padang, opor ayam, bisa saya habiskan ini,” kata Rijal, teman asal Indonesia yang juga merupakan mahasiswa International Islamic University of Islamabad (IIUI) sembari mengantre bersamaku.
Aku yang sudah beberapa bulan lalu merindukan bakso, langsung tenggelam dalam antrean bakso yang terlihat lebih panjang dari antrean lainnya. Sementara itu, di sebelah kanan, tak kalah panjang juga para tamu yang ingin menikmati somay, makanan khas Bandung.
Tampak pula makanan khas Indonesia lainnya seperti rendang, sayur rebung, dan beberapa varian lagi.
WNI yang berada di Pakistan hampir tidak pernah merasakan makanan khas Indonesia jika bukan pada acara tertentu, open house saat lebaran salah satunya.
Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan usai shalat Idul Fitri, Dubes berharap supaya para tamu undangan open house dapat menikmati hidangan yang jarang sekali ditemui di Pakistan.
“Semoga apa yang kami sediakan nanti dapat sedikit mengobati rasa rindu kita terhadap tanah air dan apa yang ada di dalamnya,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah buah-buahan seperti juwet yang jarang ditemui di Indonesia pun disediakan.* Ali Muhtadin/hidayatullah.com