Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mesut Özil Keluar dari Timnas Jerman: “Kalau Menang Saya Orang Jerman, kalau Kalah Saya Imigran”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juli 2018 22:42 10:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2018 22:34
Bagikan
Mesut Ozil dan Timnas Jerman
Bagikan

Hidayatullah.com—Ahad malam (23/07/2018) waktu Jerman, para penggemar sepak bola gempar di dunia netizen. Pemain gelandang tim nasional Jerman, Mezut Özil mengumumkan pengunduran dirinya dalam bentuk tiga cuitan lewat akun twitter pribadinya @MesutÖzil1088. Alasan Özil mengundurkan diri adalah karena serangan rasisme.

Laman sosial pun menjadi lapangan tempat para warga net menyuarakan pendapatnya. Dari skuad timnas Jerman, yang pertama kali berkomentar di laman sosial adalah pemain Bayern München, Jerome Boateng. Dalam cuitannya, Boateng secara singkat mengungkapkan rasa terima kasihnya selama bermain bersama, Özil, yang dipanggilnya Abi.

Rekannya di Arsenal, Héctor Bellerín yang juga pemain timnas Spanyol secara terbuka memberikan dukungan atas langkah Mesut Özil yang menentang perlakukan rasis yang dialaminya pasca kekalahan Jerman dalam Piala Dunia 2018.

Dukungan terhadap pemain gelandang Arsenal itu pun datang dari para penggemar bola di seluruh dunia yang dirangkum dalam hashtag #IStandWithÖzil. Penyanyi religius yang populer di Indonesia, Maher Zain adalah salah satu di antaranya. Cuitannya yang mengutip pernyataan Özil telah dicuit ulang sebanyak lebih dari 10 ribu kali.

Menteri Olahraga Turki, Mehmet Kaspoglu juga tak ketinggalan. “Kami sepenuhnya mendukung tindakan terhormat yang diperlihatkan saudara kami Mesut Özil,” cuit Mehmet Kaspoglu dikutip Deutsche Welle.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Baca: Pemain Muslim Bantu Timnas Prancis Raih Kemenangan di Tengah Islamophobia 

Kalau menang saya orang Jerman, tapi sewaktu kalah saya imigran’

Özil bergabung dengan tim muda Bundesliga Schalke 04 di kampung halamannya Gelsenkirchen pada 2005. Keberhasilannya di panggung internasional datang lebih cepat, ia memenangkan kejuaraan Eropa U21 dengan tim Jerman tahun 2009.

Mesut Ozil dan Erdogan

Penampilannya yang luar biasa untuk tim Jerman di Piala Dunia 2010 menarik perhatian klub-klub terbaik Eropa. Ia dijual ke Real Madrid pada 2010 kemudian pindah ke tim Inggris Arsenal dengan rekor klub 50 juta Euro.

Lahir sebagai seorang Jerman generasi ketiga, ia selalu menyatakan bangga akan asal-usulnya di Turki, sambil menekankan bahwa hidupnya dikhususkan untuk Jerman. Sebagai seorang Muslim yang taat, ia pernah memposting foto dirinya berhaji ke Makkah pada 2016.

Ia adalah salah satu pemain kunci yang ikut mengantarkan penampilan fenomenal Jerman di Piala Dunia 2014. Selain keluar sebagai juara, Jerman juga sukses membantai tuan rumah Brasil 7-1 di babak semifinal.

Secara total sepanjang karir untuk timnas Jerman, ia telah memainkan 92 pertandingan, mencetak 23 gol, dan mencatatkan 40 umpan matang.

Özil pernah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa kali, yang terakhir yaitu Mei 2018. Pertemuan ini menghasilkan foto bersama yang akhirnya banyak dikritik di Jerman. Politisi  kanan menuduhnya kurang loyal terhadap Jerman.

Jerman tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 di Rusia. Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Reinhard Grindel, menyangkal kritik terhadap dirinya dengan menyalahkan pertemuan Özil dengan Erodgan untuk mengalihkan perhatian tim.

Reaksi Grindel sendiri menuai kritik keras dari politisi dan penggemar sepak bola Jerman. Özil mengatakan dirinya dianggap sebagai penyebab penampilan buruk timnas Jerman di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Özil mengatakan dirinya menerima perlakukan buruk, terutama setelah laga melawan Swedia di Piala Dunia lalu.

Baca: Mesut Ozil Sumbangkan Bonus Piala Dunia 7 Milyar untuk Gaza

Padahal ia merasa sudah melakukan banyak hal bagi Jerman dan menerima sejumlah penghargaan baik atas kerja-kerjanya di bidang sepak bola maupun di luar sepak bola.

“Tapi sepertinya saya dinilai kurang Jerman … kawan saya Lukas Podolski dan Miroslav Klose tak perah disebut sebagai Polandia-Jerman, jadi mengapa saya disebut Turki-Jerman? Apakah karena ini (terkait dengan) Turki? Apakah karena saya Muslim?” kata Özil kepada BBC.

Ia menerima sebutan bintang dan menerima surat-surat kebencian dari para pendukung Jerman.

“Saya orang Jerman ketika kami menang, namun dikatakan imigran ketika kami kalah,” kata Özil.

Özil mengatakan dirinya menerima perlakukan buruk, terutama setelah laga melawan Swedia di Piala Dunia lalu.

Ia menerima sebutan bintang dan menerima surat-surat kebencian dari para pendukung Jerman.

Baca: Ozil Bantah Dukung Erdogan, Gundogan Bilang Jerman “Negaraku dan Timku”

Özil mengeluarkan unek-unek lewat Twitter sambil menyatakan mengundurkan diri dari permainan internasional pada Juli 2018, saat ia masih berusia 29 tahun.

“Saya tidak mau lagi menjadi kambing hitam karena ketidakbecusannya,” kata Özil merujuk kepada Grindel. Ia menuduh presiden DFB itu rasis, tapi mengucapkan terima kasih kepada Löw dan rekan di tim Jerman atas dukungan mereka.

Terkait fotonya dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Mesut Özil menjelaskan bahwa jika ia menolak bertemu dengan Presiden Erdogan maka ia tidak menghormati para leluhurnya dari Turki.

“Saya mempunyai dua hati, satu Jerman dan satu lagi Turki,” cuitnya pada Ahad (22/07/2018).

“Tindakan itu menyangkut saya yang mewakili lembaga tertinggi dari negara keluarga saya.

“Di masa kanak-kanak, ibu saya mendidik saya untuk senantiasa hormat dan tidak pernah melupakan asal usul saya, dan nilai-nilai itu masih saya pegang sampai sekarang, ” tandas Özil yang merupakan pemain Arsenal tersebut.

Ditambahkannya ia akan menunjukkan penghormatan yang sama baik itu kepada presiden Turki maupun presiden Jerman.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bayern MünchenimigranJermanMesut ÖzilNetizen IStandWithÖzilPiala Dunia 2018Presiden TurkirasisrasismeRecep Tayyip ErdoganTimnas Jerman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Karakter Pemuda Muslim
Tulisan selanjutnya Pendidikan Islam Tak Perlu Mengikuti Cara Barat yang Sekular

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?