Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Teriakan Safia: Saksi Mata Perempuan Korban Bosnia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2011 08:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketika aku kembali ke Srebrenica, aku mengajukan dana bantuan untuk merekonstruksi rumahku karena semua pipa air rusak. Rumah yang telah dibangun oleh suamiku dan di mana aku pernah tinggal bersamanya dan anak-anak adalah satu-satunya peninggalan berharga yang aku miliki. Akan tetapi selam tiga tahun pengajuan danaku selalu ditolak.

Aku tinggal di rumah ketika perang berlangsung. Suami dan anakku yang tertua memintaku untuk pergi dengan anakku yang lebih muda dan pergi ke Sarajevo. Akan tetapi aku tidak ingin meninggalkan mereka sendirian. Terakhir kali aku melihat anak-anakku, yang lahir pada tahun 1973 dan 1979, berada di sini, di halaman depan di bawah pohon ini.

Mengapa Serbia membunuh mereka, anak-anakku yang berumur 22 dan 16 tahun saat itu. Bagaimana bisa bahwa orang-orang yang melakukan ini masih tinggal di sini di Srebrenica? Bagaimana mereka melihat kita disisi lain mereka mengetahui apa yang mereka telah lakukan?

Anakku yang bungsu begitu ceria dan menyukai mata pelajaran matematika. Dan ia sangat pandai di pelajaran ini. Ketika gurunya bertemuku dia sering menyapaku, “Ke sini ibu matematika”, karena kepandaian anakku.

Pemerintah belum menemukan tulang anakku. Mereka belum menemukan tulang suamiku, anak-anakku dan iparku. Aku pergi ke pemakaman yang berlangsung pada tanggal 11 Juli setiap tahun di Potocari Memorial Genosida, akan tetapi kabar dan nasib mereka belum aku temukan. Aku berharap suatu hari nanti aku akan dapat untuk mengubur anak-anaku.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ketika aku kembali pada tahun 2000 setelah 5 tahun dalam pengungsian. Dalam perjalanan pulang ke rumah, aku didampingi polisi yang memberikan perlindungan.

Akan tetapi sebelum kami tiba di rumahku mereka mengatakan kepadaku bahwa mereka tidak akan pergi denganku dan bahwa aku melakukan ini dengan resiko sendiri. Sebuah keluarga Serbia tinggal di rumahku dan ketika aku mengetuk pintu rumahku mereka tidak membukanya. Akan tetapi aku tahu mereka ada di dalam rumahku, dan aku tidak takut.

Aku hanya ingin masuk ke dalam dan melihat apakah ada foto-foto keluargaku yang masih tersisa. Foto-foto itu yang aku ingin ambil. Ketika seseorang akhirnya membuka pintu, ia mengusirku dan mengancam akan membunuhku apabila aku kembali datang. Tapi aku tidak takut. Dalam pikiranku – terbayang – aku melihat anak-anakku di sana berdiri di sebelah pohon di mana aku pernah melihatnya.

Akhirnya ada orang yang membantuku untuk mendapatkan kembali rumah yang dulu pernah aku tinggali bersama keluargaku.

Ketika aku melarikan diri dari Potocari ke Tuzla, tidak ada yang bertanya di mana anak-anakku. Tidak ada yang tersisa di diriku, aku harus minum air dari kaleng ikan bekas. Suatu hari seorang perempuan memberiku cangkir (Safia masih memiliki cangkir dan menunjukkan kepada kami). Kebaikan itu masih aku ingat sampai sekarang.

Anakku tertua sudah menikah ketika perang terjadi. Dan istrinya hamil 7 bulan. Ketika tentara Serbia datang, aku meminta suami dan anakku untuk melarikan diri.

Mereka berlari di seberang jalan dan ke hutan naik gunung. Aku dan menantu, istri anakku berlari ke arah lain. Ibu mertua tidak mau ikut denganku. Dia tetap tinggal di rumah. Ketika kami tiba di Potocari (di mana PBB menjaga perdamaian dan pasukan Belanda ditempatkan), kami tinggal di pabrik selama dua malam.

Kemudian Belanda memaksa kami untuk meninggalkan pabrik tempat kami mencari perlindungan setelah malam kedua dan kami harus tidur di luar. Aku tidak bisa tidur semalaman saat aku menunggu untuk berangkat dengan truk PBB.

Aku pergi bersama menantuku naik truk keesokan paginya dan kami tiba ke tempat yang bernama Trieste. Mereka mengatakan kepada kami untuk turun dan berjalan dan mereka memaksa kami untuk memberi mereka semua yang kita miliki dan mengancam kita jika tidak memberikannya dengan ‘memotong payudara kami’. Aku sangat takut dan khawatir keselamtan menantuku, aku mencoba menyembunyikannya.

Para prajurit mengambil gadis-gadis muda dari truk. Aku merasa seseorang berada di belakangku dan tentara mengambil putri pergi. Aku mulai menjerit dan berteriak sangat keras sehingga tentara lain datang seorang bertanya kepadaku apa masalahnya. Aku mengatakan bahwa mereka telah mengambil menantuku yang sedang hamil 7 bulan. Sementara aku menunggu dia untuk kembali, aku melihat dua anak kecil menangis untuk ibu mereka.

Prajurit membawanya ke dalam hutan untuk memperkosanya. Itu adalah di mana mereka mengambil semua wanita untuk memperkosa. Pada akhirnya menantuku dikembalikan kepadaku, tapi kami tidak berbicara sampai kami tiba di Sarajevo.

Kami selamat, tapi aku bertanya pada diri sendiri setiap hari: Mengapa? Mengapa ini terjadi?

Aku berharap ini tidak akan pernah terjadi lagi kepada siapa pun.*/Muhammad Yusuf Efendi 

Baca juga kekejaman Sang Penjagal Muslim Bosnia

Lihat foto-foto kekejamannya di FB Hidayatullah online

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 2015 Indonesia Bebas Narkoba
Tulisan selanjutnya Badai Matahari Bisa Ganggu Satelit Komunikasi di Bumi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?