Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengunjungi Kota Bawah Tanah di Turki [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2017 17:03 5:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2017 16:47
Bagikan
Kota Kuno Derinkuyu
Bagikan

Hidayallah.com–Bila ingin belajar tentang peradaban, datanglah ke Turki. Di sini, mencatat dengan baik semua peradaban, mulai sebelum Romawi, saat Romawi berkuasa, digantikan oleh Kristen lalu Islam berjaya.

Usianya memang lebih muda dibanding semua peninggalan yang ada di Cordoba, Spanyol, Portugal dan Maroko yang sudah ada 2000 tahun lalu.

Saya akan memulai dari dari hotel dan gua bawah tanah yang sudah lama menjadi tren di Cappadocia.

Inilah pertama kali saya bermalam di hotel gua. Namun bukan gua yang benar-benar gua. Hotelnya memang merupakan pahatan bukit kapur yang lunak, seperti batu apung vulkanik tak berongga dan padat. Karena itu ruang-ruang yang digunakan sebagai hotelpun sebagian adalah hasil kerokan dari gunung yang utuh. Untuk menambah keindahan biasanya mereka membangun bagian luar seperti flat atau rumah. Namun sebagian lainnya terkubur dalam perut perbukitan itu. Lalu berapa tarifnya semalam? Rata-rata mulai Rp 800 ribu sampai Rp 10 juta permalam, tergantung letak hotel yang menentukan view dan keindahannya. Semakin indah, semakin nyaman, semakin mahal.

Baca: Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (1)

Apakah tidak ada yang lebih murah? Tentu saja ada. Hanya, kita harus keluar sedikit dari gugusan keajaiban alam ini dan mencari penginapan di daerah Gorome, sedikit di luar Cappadocia. Disini kita bisa mendapatkan hotel dengan harga Rp 350 ribu per malamnya. Dan untuk mendapatkan tour ke Cappadocia, cukup ambil tour seharian yang harganya 100 Lira Turki per orang, atau sekitar Rp 350 ribu. Mereka akan membawa kita keliling ke Cappadocia dan menyaksikan banyak keindahan alam.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Bukit-bukit kecil atau yang banyak disebut sebagai ‘gunung peri’ kini menjadi hotel mewah dan wah [Foto: Luthfi S]
Cappadocia memang dianugerahi keindahan dan cuaca yang berganti, selain panas, mereka juga punya musim dingin. Di sinilah Romawi, Kristen dan Islam pernah menorehkan sejarahnya. Dan disinilah terdapat lukisan gua yang menunjukkan bahwa Kristen pernah berada dalam ancaman Romawi, ya di Snake Chappel (Kapel Ular), di perbukitan yang menjulang itu ada gambar dua rahib naik kuda dan di bawahnya ada ular yang melingkar sebagai simbol tentara Romawi. Karena itu, salah satu kapel itu dinamakan Kapel ular. Di sini banyak pengikut Kristen pilih sembunyi di gunung dan di dalam tanah. Dan di sini juga menjadi tempat bersembunyi bagi pemeluk Kristen saat Ottoman berdiri, setelah Mohammad Al Fatih menaklukkan Konstanstinopel.

Di akhir musim dingin seperti sekarang (bulan Januari-Februari), dinding batunya juga terasa dingin. Yang diperlukan justru adalah kehadiran heater (pemanas ruangan) sehingga dingin ini tidak menyiksa. Awalnya saya kira sumuk, tapi ternyata malah dingin sekali. Karena cuaca di Cappadocia tidak cukup lembab dan basah, maka jamur atau lumut tidak banyak tumbuh. Sehingga meskipun beberapa sudut ada rembesan air, namun tak juga berlumut.

Baca: Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (2)

Bukit-bukit kecil atau yang banyak disebut sebagai ‘gunung peri’ kini menjadi hotel mewah dan wah, pemiliknya banyak penduduk lokal. Sepi saat low session begini, bahkan harganya bisa discount sampai 30 persen. Karena itu, masih saja banyak wisatawan yang berkunjung kesini. Namun jika sudah high session, jalanan batu itu penuh oleh wisatawan. Bar dan cafe juga buka sampai malam.

Pendapatan Cappadocia memang pariwisata, sehingga mempunyai hotel adalah sebuah kemewahan. Misalnya Hotel kecil dengan 14 kamar, Ask-I Derun Boutique Hotel yang dimiliki turun temurun, entah mengapa kini mulai ditawarkan. Hotel yang dapat rating 9,6 di situs perjalanan ini ditawarkan dengan harga harga Rp 6 miliar. Ini bukan hotel terbaik di Cappadocia, termasuk kelas menengah saja.

Dari permukaan, kota ini tidak tampak. Seperti hamparan padang biasa, namun untuk masukknya, biasanya ada pintu yang tersembunyi [Foto: Luthfi S]
Saya sendiri sebenarnya nggak begitu pas menginap di hotel gua seperti ini. Saya cukup beruntung jika kasur yang baru dirapikan tetap rapi dan tidak kejatuhan remah pasir dari atas. Biasanya saya sering sebel, karena baju dan sprei terasa ngeres karena kejatuhan pasir dari atap kamar. Tapi ya kalaupun kejatuhan masih untung, tinggal dikibaskan. Kalau kena tetesan air, agak sumpek juga. Tapi ya namanya zaman batu, itulah asyiknya… back to nature.

Meskipun begitu, kamar mandinya tergolong wah. Ada bejana batu setinggi 40 cm yang tengahnya berlubang. Meskipun ada shower, anda akan dapat fasilitas gayung seperti piring dengan lengkung yang lebih dalam ala zaman romawi. Di kamar mandi juga ada tempat duduk seperti pilar pendek. Anda tinggal buka kran, maka air panas dan dingin keluar. Bejana itu tadi bisa berfungsi untuk merendam kaki atau untuk menampung air, terserah Anda.

Bagi yang suka bertualang, beberapa provider menyiapkan petualangan dengan jeep 4×4 atau ATV untuk menyusuri lembah dan mengambil view terbaik untuk sekadar berfoto. Namun petualangan yang sebenarnya justru ada di kota bawah tanah. Kota bawah tanah? Ya benar. Dalamnya bisa sampai sampai 50 meter terdiri dari 18 tingkat.

Baca: Iman dan Faktor-faktor lain Kejatuhan Konstantinopel (3-habis)

Dari permukaan, kota ini tidak tampak. Seperti hamparan padang biasa, namun untuk masukknya, biasanya ada pintu yang tersembunyi. Pintu itu biasanya tersembunyi di bebatuan ada semak-semak. Rapi sekali. Jangan pernah masuk sendiri, jika tidak ingin tersesat. Di lubang yang besarnya hanya 1,50 meter itu ada batu berbentuk bulat seperti roda. Rupanya itulah pintunya, beratnya hampir satu ton. Jika ada ancaman, pintu itu tinggal geser saja.

Tidak hanya manusia, ternak juga tinggal di bawah tanah. Ternak biasanya menempati lantai satu, toko, atau gudang ada di lantai yang dekat dengan permukaan. Sementara penduduk tinggal di tingkat yang lebih dalam.

Untuk masuk ke kota ini, jalannya sempit, hanya muat seorang, tak bisa berpapasan. Saya sempat masuk sampai lantai empat, namun kemudian memutuskan untuk kembali ke permukaan. Jalan sekecil itu bukan tanpa skenario, kalau ada musuh yang menyerbu masuk, mereka pasti akan masuk satu persatu. Maka mudah bagi penghuni untuk membantainya.

Meskipun sekarang dialiri listrik agar tidak gelap, masih nampak bekas ada cerobong tempat masuknya udara dari ruang ke ruang. Sehingga dari lantai empat pun kita bisa melihat cahaya yang masuk dari lubang kecil itu.

Benar-benar labirin! Anda yang phobia pada ruang kecil, jangan sekali-kali nekad turun terus ke bawah. Bisa megap-megap karena panik.

Struktur bangunan ini mampu bertahan ribuan tahun tanpa ditopang tiang. Bentuknya ya seperti ruangan di setiap lantai, lalu ada beberapa jalan kecil, yang entah kemana. Sekarang jalan itu diberi petunjuk tanda panah. Kalau merah ke tingkat terbawah, kalau biru berarti akan mengarah ke atas alias keluar.

Lalu seberapa besar ‘kota’ ini? */diceritakan Luthfi Subagyo

[Bersambung]

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CappadociaCordobaKapel UlarKonstantinopelKota Bawah Tanahkota DerinkuyumarokoMohammad al FatihOttomanperadabanPortugalRomawiSnake ChappelSpanyolTurkiUtsmaniyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq Beri Tausiyah di Pulau Untung Jawa
Tulisan selanjutnya UNICEF: 2016 Tahun Terburuk Anak-Anak Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional

Berita
6 Juli 2026 15:04
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Hubungan Agama dan Sains
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?