Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengungsi di Kutapalong untuk Kembali Pulang…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2017 21:54 9:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Oktober 2017 08:00
Bagikan
Pengungsi Rohingya sedang antre mengikuti pembagian sembako di Kutapalong, Cox's Bazar, Banglades, Oktober 2017.
Bagikan

“YOU from Indonesia?” Tanya seorang lelaki tua sambil menggandeng anaknya kepadaku. Saya menjawab, “Ya, benar saya dari Indonesia.”

Lelaki berusia 54 tahun tersebut melanjutkan pembicaraannya. Bahasa Inggrisnya lancar. Dia berasal dari Distrik Maungdaw, Myanmar.

Setelah itu, saya menanyakan sejak kapan dirinya berada di kamp pengungsian, pria bernama Abdul Naser itu mengatakan belum lama.

Baca: [Foto] Rohingya di Depan Mata

“Saya sudah di sini setelah Idul Adha,” ucapnya saat saya dari hidayatullah.com mengunjungi sebuah kamp pengungsi di kawasan Kutapalong, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin, 23 Oktober 2017.

Bersama dengan ketiga anak dan istrinya, pria yang berprofesi sebagai guru ini terpaksa mengungsi dari kampungnya di Maungdaw.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Kekerasan militer Myanmar selama beberapa tahun belakangan, katanya, membuat warga di Maungdaw mengungsi.

Baca juga: Dari Myanmar ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya 15 Hari Jalan Kaki

Jika tidak mau keluar dari Maungdaw, warga terus dipaksa bahkan sampai militer Myanmar tega membunuh.

“Warga di Maungdaw banyak yang ditembak Militer Myanmar,” katanya.

Sampai saat ini, sambungnya, operasi militer terhadap Muslim di Maungdaw masih terjadi.

Untuk bisa sampai ke Bangladesh, Abdul Naser naik perahu menyeberang sungai.
Mereka membayar perahu dengan biaya cukup besar.

“Saya bayar 10 ribu taka untuk 5 orang,” ucapnya.

Baca juga: Dari Bayi Lahir Prematur sampai Pengungsi Meninggal di Kamp Rohingya

Abdul Naser sebenarnya masih ingin kembali ke tanah kelahirannya di Maungdaw, namun nanti jika keadaan di sana benar-benar telah kondusif.

“Saya dan keluarga masih ingin tinggal di Maungdaw, namun (jika) semua bisa dipastikan sudah aman,” pungkasnya menggantung harapan yang entah kapan terkabulkan….*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshbantuan untuk Rohingyabayi RohingyaCox's BazarDistrik Cox’s Bazaretnis Rohingyagenosida RohingyaKekerasan RohingyaMaungdawmyanmarPengungsi RohingyaRohingyatragedi kemanusiaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Muhammadiyah: Sumpah Pemuda Memperkuat Identitas Keberagaman
Tulisan selanjutnya Mengintip Kebun Wakaf Produktif Indonesia Berdaya di Subang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?