Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Dari Bayi Lahir Prematur sampai Pengungsi Meninggal di Kamp Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2017 20:37 8:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2017 08:00
Bagikan
Sejumlah balita Rohingya tanpa pakaian di kamp pengungsian di Bangladesh, September 2017.
Bagikan

WAKTU di arloji menunjukan pukul 8 pagi, Rabu, 27 September 2017 waktu Bangladesh, saat saya dan Tim Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) sedang melakukan rapat koordinasi. Tiba-tiba sebuah pesan singkat masik di ponsel saya.

Pesan tersebut memang sudah beberapa hari ini saya tunggu. Pesan dari seorang mitra lokal yang jauh hari sebelumnya telah kita jalin komunikasi dan membantu dengan baik menyalurkan bantuan ke pengungsi.

Saya bahagia saat bertemu langsung dengan mereka.

Pada malam harinya, kami tim NGO Indonesia berkumpul membahas temuan dari hasil kerja Tim Advance, tim pembuka yang menyampaikan kondisi terkini di lokasi pengungsian.

Kondisi pengungsi Rohingya yang jumlahnya sangat banyak dan masih terus berdatangan, membuat situasi di lapangan menjadi sangat dinamis.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Di saat seperti ini, memang dibutuhkan strategi khusus dengan melibatkan mitra lokal, untuk membantu menyalurkan bantuan ke pengungsi yang jumlahnya tersebar di gunung-gunung dan lembah-lembah yang dijaga militer Bangladesh.

Baca: Kisah Dokter IMS di Bangladesh, Menyaksikan Kepiluan Pengungsi Rohingya

Banyak pos militer yang akan kita lewati saat menuju ke kamp pengungsi. Pemeriksaan setiap kendaraan yang lewat sudah jelas kita akan jumpai, lebih khusus mobil-mobil pengangkut, mobil penumpang, dan truk.

Banyak truk berisi bantuan untuk pengungsi Rohingya yang tertahan di pos-pos militer karena proses pemeriksaan dan perijinan yang mesti dilewati.

Di sini pemerintah dan militer bukan bermaksud menghalangi bantuan, namun lebih kepada ketertiban serta pemerataan saja. Mereka ramah dan sempat saya berfoto dengan mereka.

Dua jam waktu tempuh dengan angkutan sewaan CNG (sejenis bajaj) milik seorang warga untuk kami tiba di pos pertama. Mulai di sini tampak lahan bekas pengungsian yang sangat luas -mereka telah dipindahkan ke wilayah resmi milik pemerintah Bangladesh.

Karena kami tidak membawa barang, maka tentu perjalanan jadi lancar walau khawatir dengan cara berkendaraan orang di sini yang seolah tidak ada aturan lalu lintasnya.

Tidak jauh tampak dari sebeklah kiri ada tenda Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Indonesia yang juga terpasang spanduk IHA. IHA memang di bawah izin dan koordinasi Kementerian Luar Negeri RI.

Baca: Ini Bantuan yang Dibutuhkan Para Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian.

Mulai dari tempat ini telah banyak pengungsi Rohingya yang duduk di pinggir jalan, mereka mengharap belas kasih bantuan dari orang-orang yang lewat.

Banyak juga di antara mereka adalah laki laki tua, mereka berjalan dengan kaki yang penuh lumpur, seolah berjalan tanpa arah.

Sedangkan, para wanita dengan anaknya duduk di antara semak-semak mengawasi setiap kendaraan yang lewat, ‘berharap’ ada yang singgah membagikan Taka, mata uang Bangladesh. Di antara mereka ada yang sebagai pengungsi lama maupun pengungsi yang baru tiba dari Myanmar.

Kami terus melanjutkan perjalanan, dan ternyata apa yang kami jumpai selanjutnya makin membuat hati sedih.

Terlebih ketika tiba di lokasi pengungsian yang terbuat dari bambu dan plastik hitam, tenda-tenda darurat itu dibangun seadanya, memenuhi lembah hingga bukit-bukit yang terhampar sejauh mata memandang. Sungguh memprihatinkan kondisi dan penderitaan yang mereka alami. Wallahu musta’an.

Bibir ini jadi kelu, saya jadi bingung untuk memotret yang mana, kiri-kanan, depan-belakang, sama semua. Saya tak kuasa untuk menahan air mata melihat kondisi mereka.

Kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh, September 2017.

Jumlah pengungsi yang besar membuat dampak besar tentunya kepada kondisi sosial mereka. Tim IHA telah mendapati langsung pengungsi yang meninggal di kamp-kamp tersebut. Bahkan sebelumnya, Tim medis IHA saat melakukan aksi medis di lapangan, mereka juga mendapati kondisi yang menyayat hati.

Ibu hamil melahirkan prematur, bayi lahir dengan panjang badan hanya sejengkal, harus lahir dalam kondisi yang serba memprihatinkan.

Saat berjalan menyusuri lorong-lorong kamp yang bisa membuat pusing arahnya, saya juga menemukan langsung wanita yang baru melahirkan dengan kondisi yang lemah dan perlengkapan yang kritis. Bayinya hanya ditutup dengan sarung dan bantal sebab tidak ada baju bayi yang mereka miliki.

Begitu banyak kisah tentang kondisi pengungsi etnis Muslim Rohingya yang sangat memilukan dan menyayat hati kita.

Jumlah pengungsi sekitar 700 sampai 800 ribu jiwa membuat suasana bagaikan perkemahan Pramuka dan pasar yang sangat padat pengunjung.

Setidaknya butuh waktu sepekan bahkan lebih untuk sekadar mengililingi pengungsi dari satu kamp ke kamp yang lain.* Syahruddin C Asho, Direktur LAZIS Wahdah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshbantuan untuk Rohingyabayi RohingyaDistrik Cox’s Bazaretnis Rohingyagenosida Rohingyakebutuhan pengungsi RohingyaKekerasan Rohingyakrisis kemanusiaanLazis Wahdahmyanmarpemerintah BangladeshPengungsi RohingyaRohingyatragedi kemanusiaanwahdah islamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelar Nobar Film G30S/PKI di Lubang Buaya, PKS Ingatkan Bahaya Laten Komunis
Tulisan selanjutnya Pemantau: 58 Tentara Rezim Suriah Tewas dalam Serangan ISIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?